Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 16 Maret 2026 | 12:27 WIB
Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan melakukan inspeksi dadakan (sidak) harga kebutuhan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026). Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Mendag Busan klaim harga pangan stabil meski pedagang mulai mudik jelang Lebaran.
  • Pantauan di Pasar Rawasari tunjukkan stok aman pada komoditas ayam hingga minyak goreng.
  • Pemerintah andalkan data SP2KP dari 550 pasar untuk awasi fluktuasi harga nasional.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, mencoba menenangkan publik di tengah hiruk-pikuk jelang Lebaran. Meski fenomena pedagang mudik mulai menghiasi pasar-pasar tradisional, Busan mengklaim stabilitas harga kebutuhan pokok masih terjaga dan pasokan aman terkendali.

Saat melakukan pemantauan di Pasar Rawasari, Jakarta, Senin (16/3/2026), Busan menampik kekhawatiran bahwa berkurangnya jumlah pedagang akan memicu lonjakan harga. Ia menyebut kondisi pasar masih "normal" meski lapak-lapak mulai kosong ditinggal pulang kampung.

"Ya, ada yang mudik tapi ternyata harganya masih stabil. Artinya tidak terganggu ya dengan kepulangan. Jadi tetap harga normal, pasokan ada," ujar Budi dengan nada optimis kepada awak media.

Berdasarkan hasil blusukannya, Busan merinci sejumlah komoditas seperti daging ayam, cabai, bawang merah, hingga Minyakita masih dibanderol dengan harga yang wajar. Ia menilai, antusiasme masyarakat untuk belanja Lebaran tidak terhambat oleh berkurangnya personil pedagang di lapangan.

Namun, pernyataan ini seolah berbanding terbalik dengan hukum pasar yang biasanya mencatat kenaikan harga saat sisi penawaran (pedagang) berkurang sementara permintaan melonjak tajam menjelang hari raya.

"Masyarakat antusias berbelanja, banyak sekali hari ini. Walaupun sebagian pedagang sudah pulang... tetapi harga tetap normal," klaim Busan.

Pemerintah berpegang teguh pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Busan menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara masif di 550 titik pasar di seluruh Indonesia setiap harinya.

"Pengecekan harga itu dilakukan setiap hari. Ada 550 titik pasar yang terus kita awasi, kita ikuti perkembangan harganya," pungkasnya.

Meski data kementerian menunjukkan angka yang stabil, publik tentu menunggu apakah "stabilitas" di atas kertas ini benar-benar dirasakan oleh kantong ibu rumah tangga, mengingat fluktuasi harga di pasar tradisional sering kali terjadi secara liar dalam hitungan jam menuju Lebaran.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Program Pemerintah Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik

Dukung Program Pemerintah Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 11:26 WIB

Sidak Pasar Rawasari, Mendag Busan Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran

Sidak Pasar Rawasari, Mendag Busan Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 09:08 WIB

Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas

Jelang Lebaran 2026, Mendag Busan Akui Harga Cabai Rawit dan Telur Mulai Pedas

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 08:54 WIB

Terkini

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

×