Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 13 April 2026 | 14:21 WIB
Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin
Iran memperingatkan bahwa harga minyak dunia akan mencapai 200 dolar AS per barel dalam waktu dekat akibat perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat dengan Israel. Foto: Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]
  • Komando Pusat AS memulai blokade militer di seluruh pelabuhan Iran mulai Senin pukul 10.00 waktu setempat.
  • Kebijakan tersebut dipicu kegagalan negosiasi damai di Islamabad serta penolakan Iran menghentikan pengayaan uranium secara total.
  • Blokade ini menyebabkan lonjakan harga minyak global di atas USD 100 per barel dan memicu ketegangan geopolitik.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Teluk mencapai titik nadir baru yang membahayakan stabilitas ekonomi dan keamanan global.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) secara resmi mengumumkan dimulainya blokade militer yang diberlakukan secara ketat terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran.

Langkah agresif ini diambil tepat setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu, memicu kepanikan di pasar komoditas internasional.

Pihak CENTCOM menegaskan bahwa blokade yang dimulai pada Senin pukul 10.00 pagi waktu setempat (14:00 GMT) tersebut akan "Diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman."

Meskipun demikian, militer AS memberikan catatan bahwa kapal-kapal yang hanya melintasi Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran tidak akan dihalangi. Informasi tambahan rencananya akan diberikan kepada pelaut komersial melalui pemberitahuan formal sebelum operasi dimulai sepenuhnya.

Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan melalui serangkaian pernyataan provokatif di media sosial. Ia menegaskan bahwa pasukan AS tidak hanya menutup akses pelabuhan, tetapi juga akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang diketahui telah membayar biaya lintasan (toll) kepada pihak Iran.

Trump menganggap pembayaran tersebut sebagai bentuk dukungan ilegal terhadap rezim Teheran.

Selain blokade kapal, Angkatan Laut AS juga dilaporkan mulai melakukan operasi penghancuran ranjau yang disebar oleh Iran di Selat Hormuz, sebuah titik jenuh yang mengendalikan sekitar 20 persen pasokan energi global.

Dampak dari pengumuman blokade ini langsung terasa di lantai bursa dunia. Harga minyak mentah acuan melonjak lebih dari 7 persen hingga melampaui angka USD 100 per barel pada perdagangan Senin pagi di Asia.

Bersamaan dengan itu, nilai tukar dolar AS mengalami penguatan tajam sementara kontrak berjangka saham AS justru berguguran.

Data pelayaran menunjukkan bahwa meskipun tiga kapal supertanker bermuatan penuh berhasil lewat pada Sabtu lalu, kini sebagian besar kapal tanker memilih untuk menjauhi Selat Hormuz guna menghindari risiko blokade.

Mantan pejabat senior Pentagon di era Biden yang kini berada di The Washington Institute for Near East Policy, Dana Stroul, memberikan pandangan kritis terhadap strategi ini.

Menurutnya, pendekatan Trump yang menginginkan hasil instan melalui kekuatan militer sangat berisiko. "Trump menginginkan solusi cepat," ujar Stroul., dikutip via Reuters.

Ia menambahkan bahwa "Kenyataannya, misi ini sulit dilaksanakan sendirian dan kemungkinan besar tidak berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang."

Di sisi lain, Teheran bereaksi dengan kemarahan atas tindakan sepihak Washington. Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan bahwa kehadiran kapal militer yang mendekati wilayah mereka akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan dihadapi dengan tindakan yang keras serta menentukan.

Ketegangan ini diperparah oleh laporan kegagalan pembicaraan di Islamabad, di mana Iran menolak tuntutan AS untuk menghentikan seluruh pengayaan uranium.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan kekecewaannya karena kesepakatan sebenarnya sudah sangat dekat sebelum akhirnya buntu akibat sikap "maksimalisme" AS.

Araqchi mengkritik kegagalan diplomasi ini dengan tajam. "Zero lessons learned," katanya. Ia menekankan sebuah prinsip diplomasi kuno, "Good will begets good will. Enmity begets enmity."

Para analis memperkirakan bahwa meskipun gencatan senjata akhirnya bisa dipertahankan, aliran energi melalui Teluk akan membutuhkan waktu lama untuk kembali normal.

Hal ini diprediksi akan mengunci harga bahan bakar pada level tinggi dan memicu inflasi yang lebih kuat bagi ekonomi global. Secara mengejutkan, Trump mengakui dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa harga bensin mungkin akan tetap tinggi hingga pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang—sebuah pengakuan langka akan risiko politik dari kebijakan perangnya.

Ketua Parlemen Iran, Qalibaf, membalas pernyataan Trump dengan mengunggah peta harga bensin di wilayah Washington D.C. sebagai bentuk ejekan terhadap inflasi di AS.

"Nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut 'blokade'. Tak lama lagi Anda akan merindukan harga bensin $4–$5," tulis Qalibaf.

Sindiran ini merujuk pada lonjakan tajam harga bahan bakar di Amerika Serikat sejak perang dengan Iran pecah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:06 WIB

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 14:05 WIB

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir

Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir

Lifestyle | Senin, 13 April 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB