Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Selasa, 14 April 2026 | 07:29 WIB
Biaya Asuransi Masih Mahal, OJK Sebut Masyarakat Keluarkan Dana Rp 175 T
Biaya Asuransi yang dikeluarkan masyarakat masih tinggi. OJK sebut pengeluaran masyarakat untuk asuransi capai Rp 175 triliun. [ist]
baca 10 detik
  • OJK menyoroti minimnya kontribusi asuransi kesehatan komersial yang mengakibatkan tingginya beban bayar sendiri masyarakat.
  • Mengingat tenor KPR yang panjang, OJK menekankan pentingnya asuransi jiwa dan properti agar risiko tidak membebani debitur.
  • OJK akan mengoptimalkan program asuransi pertanian dan nelayan untuk melindungi produsen pangan dari ketidakpastian cuaca dan risiko kerja, memastikan ketahanan ekonomi sektor pangan tetap terjaga.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat peran asuransi komersial. Hal ini untuk menekan beban biaya kesehatan pada masyarakat.

Dalam hal ini, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) menyoroti tingginya angka pengeluaran kesehatan mandiri atau out-of-pocket. Sebab, kontribusi asuransi kesehatan komersial masih sangat minim, yakni hanya sebesar 5 persen.

"Masyarakat yang belum menggunakan produk untuk program kesehatan baik BPJS maupun asuransi kesehatan masih besar. Sehingga pembelanjaan kesehatan itu masih bayar pakai uang sendiri atau disebut dengan out of pocket itu 28,8 persen jumlahnya itu Rp 175 triliun itu yang kita mau turunkan kita bersama-sama," katanya di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Ilustrasi [Suara.com/HO]
Ilustrasi Asuransi [Suara.com/HO]

Oleh karena itu, OJK terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengalihkan beban biaya besar tersebut ke dalam skema perlindungan asuransi yang lebih efisien dan terjangkau.

"Kita bersama-sama dengan kementerian lembaga kita turunkan dan mereka bisa ikut serta dari program asuransi komersial tentunya ini mereka melihat apa untung ruginya bagaimana prosesnya lebih efisien lebih baik," katanya.

Selain sektor kesehatan, OJK memberikan perhatian serius pada program 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Mengingat pembiayaan perumahan bersifat jangka panjang (15 hingga 20 tahun), Ogi menilai adanya risiko besar yang harus diantisipasi, mulai dari risiko jiwa debitur hingga kerusakan aset.

"Di situ ada risiko yang mungkin terjadi, seperti debitur meninggal dunia atau risiko properti akibat gempa bumi, kebakaran, hingga banjir. Kami ingin memberikan pemahaman bahwa asuransi jangan dilihat sebagai beban biaya, tetapi sebagai perlindungan risiko jangka panjang bagi peserta," bebernya.

Terkait mekanisme premi, OJK sedang mendiskusikan berbagai opsi teknis dengan kementerian terkait. Pilihannya meliputi pemberian subsidi premi oleh pemerintah atau skema blended yang menyatu dalam program fasilitas rumah rakyat.

Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap terlindungi tanpa terbebani biaya tambahan yang berat.

baca juga

Tak hanya kesehatan dan perumahan, OJK juga menerima permintaan dari sejumlah kementerian/lembaga untuk memperkuat perlindungan di sektor produksi pangan. Risiko gagal panen bagi petani dan kecelakaan kerja bagi nelayan menjadi fokus pengawasan ke depan.

OJK berkomitmen untuk mengembangkan program asuransi pertanian dan nelayan yang sudah ada agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Dengan cakupan proteksi yang lebih luas, diharapkan stabilitas ekonomi para produsen pangan tetap terjaga meski dihadapkan pada ketidakpastian cuaca maupun risiko teknis lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Jumlah Investor Reksa Dana Tembus 19,8 Juta di Awal 2026

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:38 WIB

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Aset Tembus Rp2.992 Triliun, OJK Perkuat Tata Kelola Dana Pensiun

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 06:00 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×