Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi

Liberty Jemadu | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 14 April 2026 | 20:42 WIB
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
Pertamina disarankan segera menaikkan harga BBM nonsubsidi agar tidak merugi. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, mendesak Pertamina segera menaikkan harga BBM nonsubsidi agar perusahaan tidak menanggung kerugian finansial.
  • Konflik di Timur Tengah menyebabkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah melampaui asumsi APBN tahun 2026.
  • Penyesuaian harga BBM nonsubsidi harus mengacu pada regulasi Permen ESDM dan Kepmen ESDM sesuai kondisi ekonomi global.

Suara.com - Pertamina sebaiknya segera menaikkan harga BBM nonsubsidi jika tak ingin merugi di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman menilai Pertamina seharusnya sudah bisa menyesuaikan harga BBM non-subsidi. Jika tidak beban keuangan perusahaan akan semakin berat.

"Seharusnya Pertamina sudah bisa menyesuaikan harga jual sesuai keekonomiannya BBM Umum seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertadex setiap bulan dimulai tanggal 1," kata Yusri kepada Suara.com, Selasa (14/4/2026).

Ia menjelaskan penentuan harga BBM mengacu pada regulasi yang berlaku, yakni Permen ESDM Nomor 10 Tahun 2024 dan Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2020. Dalam aturan tersebut, harga BBM ditentukan oleh rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Menurutnya, asumsi APBN 2026 menetapkan harga minyak di kisaran USD 60 hingga USD 70 per barel dan nilai tukar rupiah sekitar Rp16.500 hingga Rp16.900. Namun, kondisi saat ini dinilai telah jauh melampaui asumsi tersebut.

"Penentuan harga jual BBM di SPBU Pertamina mengacu Permen ESDM nomor 10 tahun 2024 dan Kepmen ESDM nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2020 tetap mengacu harga rata rata minyak dunia dan nilai tukar rupiah," ujar Yusri.

Yusri menyebut lonjakan harga minyak dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Konflik tersebut membuat harga energi global, termasuk BBM dan LPG, mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini membuat tekanan biaya pada badan usaha energi itu semakin besar.

"Akibat Amerika dan Israel menyerang Iran terjadi kegoncangan geopoliitk di kawasan timur tengah yang menyebabkan harga minyak dan LPG meroket, lantaran dua pembentuk harga BBM yaitu rata-rata harga minyak dunia dan nilai tukar sudah jauh dari perkiraan asumsi APBN 2026," kata Yusri.

Meski demikian, ia menegaskan harga BBM subsidi tetap harus melalui keputusan pemerintah. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Menurutnya, langkah menahan harga BBM subsidi memiliki konsekuensi terhadap anggaran negara. Pemerintah harus menanggung tambahan beban subsidi energi.

"Langkah Pertamina tidak menaikan harga BBM subsidi dan penugasan tentu pertimbangan pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi," ucap Yusri.

Di sisi lain, Yusri menilai beban kerugian pada BBM umum akan ditanggung oleh Pertamina jika harga tidak disesuaikan. Kondisi ini berpotensi memperbesar tekanan keuangan perusahaan.

"Kecuali BBM umum jika rugi menjadi beban Pertamina," pungkas Yusri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT PGE dan  PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 19:58 WIB

Manuver Putra Mahkota 'Raja Minyak' Lolos Jerat Korupsi Pertamina

Manuver Putra Mahkota 'Raja Minyak' Lolos Jerat Korupsi Pertamina

Liks | Selasa, 14 April 2026 | 18:06 WIB

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Hati-Hati Penipuan! Pendaftaran Agen LPG 3 Kg Tidak Dipungut Biaya

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 15:59 WIB

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!

News | Senin, 13 April 2026 | 22:48 WIB

Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2

Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2

Sport | Senin, 13 April 2026 | 07:11 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB