Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
Ilustrasi. industri cat nasional mencatatkan kapasitas terpasang yang impresif sebesar 1,5 juta metrik ton (MT) per tahun. Foto Freepik.
baca 10 detik
  • Kapasitas cat nasional 2025 capai 1,5 juta MT/tahun & serap 36.000 tenaga kerja.
  • Kansai Paint hadirkan solusi cat bebas timbal sesuai standar SNI & WHO bagi
  • Pemerintah dorong industri cat prioritaskan keamanan produk demi kesehatan masyarakat.

Suara.com - Industri kimia hilir, khususnya sektor cat dan pelapis, menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tahun 2025. Data terbaru menunjukkan industri ini tidak hanya tumbuh secara volume, tetapi juga mulai bertransformasi menuju standar kesehatan global.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, industri cat nasional mencatatkan kapasitas terpasang yang impresif sebesar 1,5 juta metrik ton (MT) per tahun. Sektor ini juga menjadi tumpuan hidup bagi banyak orang dengan menyerap sedikitnya 36.000 tenaga kerja.

"Potensi kebutuhan pasar dalam negeri sendiri mencapai lebih dari 1 juta MT. Ini adalah sektor strategis yang terus tumbuh positif," ujar Emmy dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Namun, pertumbuhan ekonomi ini harus dibarengi dengan tanggung jawab lingkungan dan kesehatan. Mengingat manusia menghabiskan 90% waktunya di dalam ruangan, pemilihan material bangunan kini bergeser dari sekadar estetika menuju aspek keamanan.

Menanggapi hal tersebut, PT Kansai Prakarsa Coatings (Kansai Paint) mengambil langkah strategis dengan memastikan seluruh portofolio produknya—baik untuk ritel maupun B2B—kini bebas timbal. Langkah ini mencakup varian cat tembok, besi, kayu, hingga cat industri (auto refinish).

President Director PT Kansai Prakarsa Coatings, Takahiko Tsuda, menegaskan bahwa inovasi dengan teknologi Jepang ini bertujuan memberikan rasa aman bagi konsumen.

"Kami menghadirkan portofolio cat bebas timbal untuk mendorong pilihan yang lebih bijak dalam mewujudkan ruang hidup yang lebih sehat. Ini komitmen jangka panjang kami untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap industri," kata Tsuda.

Langkah Kansai Paint ini sejalan dengan regulasi pemerintah. Seluruh produk mereka telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan ambang batas kandungan timbal sebesar 90 ppm, sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).

Dukungan juga datang dari para ahli kesehatan. Dr. dr. Laurentius Aswin, Sp.PD-KEMD, mengingatkan bahwa paparan timbal jangka panjang sangat berbahaya, terutama bagi tumbuh kembang anak karena dapat mengganggu kemampuan kognitif dan perkembangan otak.

baca juga

"Pemilihan material bangunan yang tepat adalah investasi untuk kualitas hidup jangka panjang," tuturnya.

Dengan kapasitas produksi yang besar dan komitmen pada standar keamanan, industri cat nasional diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin di pasar domestik, tetapi juga menjadi contoh bagi praktik industri yang bertanggung jawab di kancah regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Bos Ford Curigai Kamera Mobil China Jadi Alat Spionase Penghancur Negara

Bos Ford Curigai Kamera Mobil China Jadi Alat Spionase Penghancur Negara

Otomotif | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Tiga Napiter eks-Jamaah Islamiyah Ikrar Setia NKRI di Lapas Semarang

Tiga Napiter eks-Jamaah Islamiyah Ikrar Setia NKRI di Lapas Semarang

Jawa Tengah | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:25 WIB

Jakarta Punya Gaya! Serunya 'BRI Wellness Experience' di Jantung Kota

Jakarta Punya Gaya! Serunya 'BRI Wellness Experience' di Jantung Kota

Bri | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:21 WIB

5 Serum Pencerah yang Efektif Pudarkan Flek Hitam, Mulai Rp70 Ribuan

5 Serum Pencerah yang Efektif Pudarkan Flek Hitam, Mulai Rp70 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:18 WIB

Truk Berat di Jakarta Bikin Ribut, Izin Sopir Siap-siap Dicabut

Truk Berat di Jakarta Bikin Ribut, Izin Sopir Siap-siap Dicabut

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:17 WIB

Paradigma KUHP Berubah, Otto Hasibuan Minta Aparat Tinggalkan Pola Pikir Lama

Paradigma KUHP Berubah, Otto Hasibuan Minta Aparat Tinggalkan Pola Pikir Lama

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:17 WIB

Masalah Timnas Inggris Lebih dari Sekedar Taktik, Thomas Tuchel Singgung DNA Tiga Singa

Masalah Timnas Inggris Lebih dari Sekedar Taktik, Thomas Tuchel Singgung DNA Tiga Singa

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:15 WIB

Dilema Pekerja Digital Masa Kini: Saat Jam Kerja Tak Lagi Punya Batas

Dilema Pekerja Digital Masa Kini: Saat Jam Kerja Tak Lagi Punya Batas

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:15 WIB

Cara Membersihkan Tali Jam Tangan Kulit yang Benar agar Tidak Cepat Retak

Cara Membersihkan Tali Jam Tangan Kulit yang Benar agar Tidak Cepat Retak

Lifestyle | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:15 WIB

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

BGN Cuma Mampu Serap Anggaran Belanja 60,49 Persen, Masih Ada Sisa Rp 33,6 Triliun

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:13 WIB

4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol

4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:10 WIB

×