Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
Ilustrasi. industri cat nasional mencatatkan kapasitas terpasang yang impresif sebesar 1,5 juta metrik ton (MT) per tahun. Foto Freepik.
  • Kapasitas cat nasional 2025 capai 1,5 juta MT/tahun & serap 36.000 tenaga kerja.
  • Kansai Paint hadirkan solusi cat bebas timbal sesuai standar SNI & WHO bagi
  • Pemerintah dorong industri cat prioritaskan keamanan produk demi kesehatan masyarakat.

Suara.com - Industri kimia hilir, khususnya sektor cat dan pelapis, menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tahun 2025. Data terbaru menunjukkan industri ini tidak hanya tumbuh secara volume, tetapi juga mulai bertransformasi menuju standar kesehatan global.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, industri cat nasional mencatatkan kapasitas terpasang yang impresif sebesar 1,5 juta metrik ton (MT) per tahun. Sektor ini juga menjadi tumpuan hidup bagi banyak orang dengan menyerap sedikitnya 36.000 tenaga kerja.

"Potensi kebutuhan pasar dalam negeri sendiri mencapai lebih dari 1 juta MT. Ini adalah sektor strategis yang terus tumbuh positif," ujar Emmy dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Namun, pertumbuhan ekonomi ini harus dibarengi dengan tanggung jawab lingkungan dan kesehatan. Mengingat manusia menghabiskan 90% waktunya di dalam ruangan, pemilihan material bangunan kini bergeser dari sekadar estetika menuju aspek keamanan.

Menanggapi hal tersebut, PT Kansai Prakarsa Coatings (Kansai Paint) mengambil langkah strategis dengan memastikan seluruh portofolio produknya—baik untuk ritel maupun B2B—kini bebas timbal. Langkah ini mencakup varian cat tembok, besi, kayu, hingga cat industri (auto refinish).

President Director PT Kansai Prakarsa Coatings, Takahiko Tsuda, menegaskan bahwa inovasi dengan teknologi Jepang ini bertujuan memberikan rasa aman bagi konsumen.

"Kami menghadirkan portofolio cat bebas timbal untuk mendorong pilihan yang lebih bijak dalam mewujudkan ruang hidup yang lebih sehat. Ini komitmen jangka panjang kami untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap industri," kata Tsuda.

Langkah Kansai Paint ini sejalan dengan regulasi pemerintah. Seluruh produk mereka telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan ambang batas kandungan timbal sebesar 90 ppm, sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).

Dukungan juga datang dari para ahli kesehatan. Dr. dr. Laurentius Aswin, Sp.PD-KEMD, mengingatkan bahwa paparan timbal jangka panjang sangat berbahaya, terutama bagi tumbuh kembang anak karena dapat mengganggu kemampuan kognitif dan perkembangan otak.

"Pemilihan material bangunan yang tepat adalah investasi untuk kualitas hidup jangka panjang," tuturnya.

Dengan kapasitas produksi yang besar dan komitmen pada standar keamanan, industri cat nasional diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin di pasar domestik, tetapi juga menjadi contoh bagi praktik industri yang bertanggung jawab di kancah regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Bos Ford Curigai Kamera Mobil China Jadi Alat Spionase Penghancur Negara

Bos Ford Curigai Kamera Mobil China Jadi Alat Spionase Penghancur Negara

Otomotif | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:20 WIB

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:18 WIB

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:09 WIB

Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?

Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:05 WIB

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Jumlah Masyarakat Kelas Menengah RI Kian Merosot, Alarm Bagi Ekonomi?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:50 WIB

Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton

Harga Batu Bara Acuan Naik pada Periode Kedua April, Tembus 103,43 Dolar AS per Ton

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:29 WIB

Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona

Mimpi Nonton Barcelona di Camp Nou Kini Makin Nyata Lewat Program BRI Debit FC Barcelona

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 15:09 WIB

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Berbagi Kebaikan Untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal Bagi 2.800 Pendonor

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 14:29 WIB