- Harga emas Antam per 17 April 2026 turun menjadi Rp2.868.000 per gram dan harga buyback menjadi Rp2.659.000.
- Penurunan harga emas Antam dipengaruhi oleh melemahnya harga emas dunia akibat penguatan dolar Amerika Serikat global.
- Sentimen pasar yang membaik terkait perkembangan geopolitik di Timur Tengah turut menekan daya tarik emas sebagai investasi.
Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral, termasuk The Fed. Kondisi suku bunga tinggi ini cenderung menekan kinerja emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Meski sempat tertekan, harga emas menunjukkan pemulihan bertahap sepanjang April. Data London Bullion Market Association (LBMA) mencatat emas masih mampu naik lebih dari 5 persen pada kuartal pertama 2026.
LBMA juga menilai fluktuasi harga emas sepanjang awal tahun ini tergolong ekstrem, dengan rentang pergerakan mencapai 29,04 persen dari level terendah ke tertinggi. Di tengah perdebatan soal status safe haven, LBMA menegaskan bahwa peran emas tidak bisa dinilai dalam jangka pendek.
Menurut lembaga tersebut, emas tetap menjadi aset penting dalam jangka panjang, terutama karena likuiditasnya yang tinggi saat investor membutuhkan dana tunai di tengah gejolak pasar.