Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. [Gemini AI]
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.180 per dolar AS pada Jumat, 17 April 2026 akibat sentimen negatif.
  • Pelemahan dipicu data ketenagakerjaan AS yang solid serta downgrade prospek ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia dan IMF.
  • Potensi gencatan senjata Israel-Lebanon membantu menahan tekanan rupiah dengan proyeksi perdagangan di rentang Rp17.100 hingga Rp17.200.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau bergerak melemah tipis pada pagi ini, Jumat (17/4/2026).

Kombinasi rilis data ketenagakerjaan AS yang solid serta sentimen negatif dari dalam negeri menjadi faktor utama yang menekan mata uang Garuda.

Berdasarkam data Bloomberg, rupiah dibuka Rp17.180. Level ini membuat rupiah melemah 0,25 persen dibandingkan perdagangan Kamis (16/4/2026) di level Rp17.138

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengonfirmasi bahwa pelemahan rupiah ini dipicu oleh rebound indeks dolar AS. Penguatan greenback terjadi setelah data klaim pengangguran di Negeri Paman Sam menunjukkan angka yang lebih kuat (lebih rendah) daripada perkiraan pasar.

"Rupiah melemah pada hari ini terhadap dolar AS yang rebound oleh data pekerjaan, khususnya klaim pengangguran yang lebih kuat dari perkiraan," ujar Lukman Leong saat dihubungi, Jumat (29/11).

Meskipun berada dalam tren melemah, Lukman menyebutkan bahwa tekanan terhadap rupiah sedikit tertahan oleh perkembangan geopolitik global.

Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, mengenai potensi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon memberikan sedikit angin segar bagi pasar risiko.

Israel serang Lebanon (Antara)
Israel serang Lebanon (Antara)

"Pernyataan Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata Israel-Lebanon bisa membatasi perlemahan rupiah lebih lanjut," tambahnya.

Dari dalam negeri, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih menghadapi tantangan berat.

Sentimen pasar cenderung negatif menyusul langkah lembaga keuangan internasional, seperti Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF), yang baru-baru ini memangkas atau memberikan downgrade terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Koreksi prospek pertumbuhan ini membuat investor cenderung bersikap defensif terhadap aset-aset berbasis rupiah.

"Sentimen domestik masih negatif, tertekan oleh fundamental ekonomi dan downgrade prospek ekonomi oleh Bank Dunia dan IMF baru-baru ini," jelasnya.

Berdasarkan dinamika tersebut, pergerakan rupiah hari ini diprediksi akan tetap berada di zona merah namun dalam rentang yang terbatas. Lukman memproyeksikan mata uang Garuda akan bergerak di kisaran angka yang cukup lebar namun cenderung melemah.

"Untuk kisaran hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di rentang Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS," pungkasnya.

Sementara itu, mata uang Asia bergerak melemah. Salah satunua, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 0,15 persen. Disusul, baht Thailand yang ambles 0,14 persen.

Selanjutnya, ada yen Jepang yang terlihat turun 0,12 persen. Lalu, ringgit Malaysia dan yuan China sama-sama terkoreksi 0,08 persen. Berikutnya, dolar Hong Kong tertekan 0,02 persen dan dolar Taiwan melemah tipis 0,003 persen.

Sedangkan, Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,08 persen. Kemudian ada dolar Singapura yang menguat tipis 0,02 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Dolar AS Naik, Rupiah Makin Anjlok ke Level Rp17.006

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Rupiah Anjlok, Emas Logam Mulia Diramal Bisa Tembus Rp3 Juta per Gram

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 08:08 WIB

Terkini

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:29 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:58 WIB

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:44 WIB

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:14 WIB

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:55 WIB

Perusahan Tambang Asal Australia Nunggak Hak Karyawan RI Rp 600 Miliar

Perusahan Tambang Asal Australia Nunggak Hak Karyawan RI Rp 600 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:38 WIB

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:28 WIB

Operasional Kereta Api Jarak Jauh Mulai Normal, Tapi Masih Terlambat

Operasional Kereta Api Jarak Jauh Mulai Normal, Tapi Masih Terlambat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:23 WIB

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:45 WIB