Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Achmad Fauzi

Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB
Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang
Ilustrasi daur ulang plastik (Freepik)
baca 10 detik
  • Dow Indonesia dan PT Sadikun Niagamas Raya menjalin kerja sama penggunaan resin daur ulang untuk kemasan kaku pelumas.
  • Langkah strategis ini dilakukan untuk menekan biaya produksi akibat kenaikan harga plastik serta mengurangi jejak karbon perusahaan.
  • Inovasi ini mendukung target nasional Indonesia dalam penerapan ekonomi sirkular serta ambisi pencapaian emisi nol bersih tahun 2060.

Suara.com - Lonjakan harga bahan baku plastik mulai mendorong pelaku industri di Indonesia untuk beralih ke solusi kemasan daur ulang. Selain alasan keberlanjutan, tekanan biaya kini menjadi faktor utama percepatan transisi menuju ekonomi sirkular.

Salah satunya, kolaborasi antara Dow In. dan PT Sadikun Niagamas Raya menjadi salah satu contoh konkret langkah industri dalam merespons tantangan tersebut.

Keduanya menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat penerapan kemasan sirkular di Indonesia, khususnya melalui penggunaan resin daur ulang pasca-konsumen (PCR) pada kemasan kaku seperti botol pelumas.

Langkah ini dinilai strategis di tengah meningkatnya biaya plastik konvensional yang semakin membebani produsen. Dengan memanfaatkan material daur ulang seperti REVOLOOP, industri diharapkan dapat menekan biaya sekaligus mengurangi jejak karbon.

ilustrasi oli motor (freepik/fabrikasimf)
ilustrasi oli motor (freepik/fabrikasimf)

"Kolaborasi dengan Sadikun mencerminkan keyakinan mendalam Dow akan kekuatan kolaborasi rantai nilai dalam mewujudkan praktik berkelanjutan," ujar Wakil presiden komersial Asia-Pasifik Dow Packaging & Specialty Plastics, Bambang Candra yang dikutip, Jumat (17/4/2026).

Ia menambahkan, sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, industri kemasan kaku membutuhkan inovasi material yang tidak hanya efisien tetapi juga berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Sadikun Niagamas Raya, Antawirya Husen, menilai integrasi bahan daur ulang menjadi solusi untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

"Dengan mengintegrasikan resin daur ulang pasca-konsumen REVOLOOP ke dalam produksi kami, kami dapat menawarkan kemasan kaku berkualitas tinggi dan andal yang mendukung transisi pelanggan menuju portofolio produk yang lebih sirkular," imbuhnya.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan target nasional Indonesia dalam memperkuat ekonomi sirkular dan mengurangi kebocoran limbah plastik, sekaligus mendukung ambisi mencapai net zero emission pada 2060.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Apa Penyebab Plastik Makin Mahal? Ini Bahan Pokok yang Harganya Ikut Naik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 12:12 WIB

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×