Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Impor Minyak Rusia Mulai Jalan, Pakar Ingatkan Risiko Ketahanan Energi RI

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 18 April 2026 | 10:03 WIB
Impor Minyak Rusia Mulai Jalan, Pakar Ingatkan Risiko Ketahanan Energi RI
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev di Moskow. [Kementerian ESDM]
  • Presiden Prabowo dan Vladimir Putin menyepakati kerja sama energi di Moskow pada 13 April 2026 melalui skema G2G dan B2B.
  • Pemerintah Indonesia akan mengimpor minyak mentah dari Rusia mulai bulan April 2026 untuk menambah opsi pasokan dan memperkuat ketahanan.
  • Peneliti ITS menekankan pentingnya indikator teknis dan penguatan infrastruktur penyimpanan agar kerja sama tersebut efektif mengatasi masalah energi domestik.

Suara.com - Peneliti Pusat Studi Energi dan Sumber Daya Mineral Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ridho Hantoro, memberikan catatan terkait kerja sama sektor energi antara Indonesia dan Rusia.

Dalam kerja sama antara kedua negara, bukan hanya terkait pembelian minyak mentah dan LPG oleh Indonesia, tapi juga mencakup pengembangan kilang minyak serta peningkatan pemanfaatan teknologi di sektor energi.

Ridho menekankan, perlunya indikator teknis yang jelas dalam implementasi kerja sama dengan Rusia itu. Adapun tolak ukurnya seperti harga pasokan yang kompetitif, kecocokan jenis minyak mentah (crude) dengan spesifikasi kilang domestik, serta efektivitas LPG dalam mengurangi ketergantungan impor.

"Keberhasilan kebijakan ini nanti tidak diukur dari headline diplomatiknya, tetapi dari hal-hal yang sangat konkret, apakah harga pasokan lebih kompetitif, apakah crude-nya cocok untuk kilang, apakah LPG benar-benar mengurangi tekanan impor, apakah storage berada di lokasi logistik yang tepat, dan apakah stok itu benar-benar bisa diakses cepat saat krisis,” bebernya lewat keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Di samping itu, ditegaskannya, bahwa tambahan pasokan luar negeri tidak akan menyelesaikan masalah fundamental jika tidak dibarengi dengan penguatan sektor energi domestik.

"Ini sebaiknya dipandang sebagai bagian dari strategi transisi dan ketahanan energi, bukan sebagai tujuan akhir," kata dia.

Menurutnya, secara paralel Indonesia tetap harus memperkuat produksi (lifting) domestik, meningkatkan kapasitas kilang, mengefisiensikan konsumsi BBM, serta melakukan substitusi LPG.

"Tanpa itu, tambahan pasokan hanya akan memperbaiki gejala, bukan akar kerentanannya,” ungkapnya.

Namun demikian, Ridho tetap mengapresiasi kebijakan pemerintah lewat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia tersebut.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia masih mengkaji penyesuaian harga BBM non subsidi. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat ditemui wartawan di Jakarta. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

Menurutnya, impor minyak dan gas dari Rusia dapat memperbanyak pilihan sumber pasokan sekaligus meminimalkan risiko ketergantungan impor yang selama ini menjadi titik lemah Indonesia.

"Tambahan pasokan dari Rusia adalah langkah taktis yang masuk akal untuk memperluas opsi pasok dan mengurangi risiko konsentrasi impor,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi rencana pembangunan infrastruktur penyimpanan (storage) dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, penguatan infrastruktur jauh lebih krusial daripada sekadar menambah volume pasokan.

"Pembangunan storage adalah langkah strategis yang lebih fundamental, karena memperkuat ketahanan sistem, bukan hanya menambah volume pembelian sesaat,” kata Ridho.

Adapun kerja sama antar kedua negara terwujud setelah pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (13/4/2026).

Dalam agenda tersebut Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia turut serta dalam rombongan Presiden Prabowo, dan telah bertemu dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB

Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?

Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:14 WIB

Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia

Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:20 WIB

International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan

International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:06 WIB

Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas

Bahlil soal WFH Akibat Krisis Energi: Akan Menghemat Impor Migas

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:05 WIB

Timur Tengah Membara, RI Mau Impor Minyak Mentah dari Negara Kecil Ini

Timur Tengah Membara, RI Mau Impor Minyak Mentah dari Negara Kecil Ini

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 15:11 WIB

Terkini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 23:13 WIB

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:10 WIB

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB