Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

M Nurhadi

Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB
BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang
Ilustrasi BBRI dan BMRI [Suara.com/Hadi]
baca 10 detik
  • Pakar investasi Joeliardi Sunendar membandingkan BBRI dan BMRI sebagai instrumen investasi perbankan berdasarkan fundamental jangka panjang.
  • BBRI lebih unggul dalam granularitas kredit mikro yang tersebar luas sehingga meminimalkan risiko gagal bayar nasabah korporasi.
  • BMRI memiliki potensi kenaikan laba melalui dekonsolidasi BRIS pada Q1 2026 meski bersifat keuntungan akuntansi satu kali saja.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dikenal sebagai duo emiten yang konsisten menjadi instrumen favorit investor institusi maupun ritel karena fundamentalnya yang kuat.

Meskipun keduanya menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) yang kompetitif di kisaran 10% dengan valuasi yang tergolong murah, sebuah analisis terbaru dari pakar investasi Joeliardi Sunendar memberikan perspektif berbeda mengenai preferensi pemilihan aset untuk orientasi jangka panjang.

Melalui ulasan di akun media sosialnya, Joeliardi menekankan bahwa bagi investor dengan profil long-term holding, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada besaran laba bersih semata.

Terdapat tiga pilar fundamental yang menjadi penentu ketahanan sebuah bank dalam menghadapi berbagai siklus ekonomi, yakni granularitas (granularity), tata kelola (governance), dan rekam jejak (track record).

Salah satu aspek krusial yang disoroti adalah risiko tata kelola, khususnya mengenai potensi intervensi dari pengendali dalam penyaluran kredit.

Mengambil pelajaran dari krisis moneter 1998, industri perbankan memiliki trauma terhadap konsep "bank yang dijadikan kasir" oleh pemiliknya.

Dalam konteks Bank BUMN, risiko ini seringkali muncul dalam bentuk tekanan untuk memberikan pinjaman besar kepada entitas pelat merah lainnya yang sedang mengalami kesulitan keuangan.

Data laporan keuangan Full Year (FY) 2025 menunjukkan perbedaan kontras pada paparan risiko ini. Pinjaman kepada pihak terkait (related party loans) pada BMRI tercatat mencapai Rp 402 triliun atau sekitar 22% dari total portofolio kreditnya.

Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan BBRI yang hanya mencatatkan Rp 154 triliun atau sekitar 10%. Fokus BMRI pada segmen korporasi dan wholesale secara inheren membuatnya lebih terpapar pada tekanan tata kelola dibandingkan BBRI yang bergerak di segmen akar rumput.

baca juga

Keunggulan Granularitas: Hukum Bilangan Besar

Prinsip Law of Large Numbers menjadi senjata utama BBRI dalam menjaga stabilitas kualitas aset. Dengan fokus pada segmen mikro, rata-rata pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BBRI hanya berada di kisaran Rp 47 juta per debitur.

Sebaliknya, BMRI yang mendominasi segmen korporasi memiliki rata-rata pinjaman yang sangat besar, di mana satu fasilitas infrastruktur atau energi bisa mencapai Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun per nasabah.

Secara matematis, selisih rata-rata pinjaman ini mencapai ribuan kali lipat. Dari sisi manajemen risiko, gagal bayar satu nasabah korporasi besar di BMRI memiliki dampak yang setara dengan kerugian ribuan debitur di BBRI.

Secara statistik, peluang ribuan UMKM untuk macet secara bersamaan jauh lebih kecil dibandingkan risiko gagal bayar satu korporasi tunggal.

Inilah yang disebut sebagai keamanan dalam granularitas; risiko yang tersebar luas memastikan tidak ada satu nasabah pun yang memiliki kekuatan cukup besar untuk mengguncang fondasi bank.

Rekam Jejak Historis dan Katalis Jangka Pendek

Jika menilik kinerja jangka panjang sejak melantai di bursa (IPO) pada tahun 2003, BBRI mencatatkan pertumbuhan yang lebih impresif.

Dengan perhitungan yang disesuaikan setelah pemecahan saham (split-adjusted), total imbal hasil BBRI telah mencapai +3.918% atau sekitar 40 kali lipat.

Di periode yang sama, BMRI mencatatkan imbal hasil sebesar +2.638% atau sekitar 27 kali lipat.

Meski demikian, BMRI memiliki katalis positif yang signifikan pada Kuartal I (Q1) 2026. Proses dekonsolidasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) diprediksi akan menyumbang keuntungan akuntansi (remeasurement gain) sekitar Rp 28-30 triliun.

Meskipun hal ini akan melonjakkan laba bersih BMRI secara drastis pada awal tahun ini, Joeliardi mengingatkan bahwa keuntungan tersebut bersifat satu kali saja (one-off) dan bukan merupakan cerminan dari kenaikan daya laba (earnings power) operasional secara berkelanjutan.

"Jawaban jujurnya bukan karena BBRI lebih baik. Bahkan dekonsolidasi BRIS di Q1/2026 justru bisa jadi katalis kuat bagi BMRI, estimasi remeasurement gain Rp 28–30T bisa membuat laba Q1 melonjak ~3x lipat rata-rata kuartalan 2024. Tapi ini one-off accounting gain, bukan earnings power. Memilih BBRI hanya soal diversifikasi (BBCA swasta dan BBRI BUMN), mewakili denyut nadi ekonomi Indonesia," tegas Joeliardi dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (19/4/2026).

Pada akhirnya, pemilihan antara kedua bank ini bergantung pada filosofi investasi masing-masing individu. BBRI dinilai menawarkan struktur risiko yang lebih terkendali dan defensif untuk kepemilikan jangka panjang melalui dominasi pasar mikro.

Di sisi lain, BMRI tetap menjadi entitas dengan fundamental yang sangat sehat dan menawarkan potensi keuntungan dari segmen korporasi serta katalis korporasi jangka pendek.


Disclaimer: Artikel ini bersumber dari analisis Juliardi Sunendar. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga dan kerugian modal. Analisis ini merupakan opini pakar dan data historis yang tidak menjamin kinerja di masa depan. Investor diharapkan melakukan riset mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi pada saham BBRI, BMRI, maupun instrumen kripto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Investor RI Kini Bisa Beli Saham Global Lewat Blockchain, Begini Caranya

Investor RI Kini Bisa Beli Saham Global Lewat Blockchain, Begini Caranya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 17:34 WIB

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Danantara Kantongi Dividen Rp16,67 Triliun dari BBRI, Sinyal Positif Bagi Pasar

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:57 WIB

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:29 WIB

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×