Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB
OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya
Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional (DPVR) OJK, M. Maulana di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/4/2026). [Suara.com/Rina]
  • OJK mempersiapkan peluncuran ETF Emas di pasar modal Indonesia yang diatur melalui POJK Nomor 2 Tahun 2026.
  • Instrumen investasi ini bertujuan memperdalam pasar keuangan serta memberikan diversifikasi portofolio yang likuid bagi investor ritel maupun institusi.
  • OJK sedang melakukan koordinasi dengan pelaku industri agar produk ETF Emas dapat mulai diperdagangkan tahun 2026 ini.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mematangkan persiapan peluncuran instrumen investasi baru, yakni Exchange Traded Fund (ETF) Emas.

Produk ini diproyeksikan menjadi terobosan untuk memperdalam pasar keuangan serta meningkatkan gairah aktivitas investasi di pasar modal Indonesia.

Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional (DPVR) OJK, M. Maulana, menyatakan bahwa regulasi yang memayungi produk ini sudah siap, yakni tertuang dalam

Menurutnya, kehadiran ETF Emas adalah langkah strategis OJK dalam upaya pendalaman pasar (market deepening).

"ETF Emas ini diatur dalam POJK Nomor 2 Tahun 2026. Ini merupakan salah satu upaya OJK untuk memperdalam pasar keuangan di Indonesia melalui pengembangan produk baru," ujar M. Maulana di Gedung BEI, Senin (20/4/2026).

Pengembangan ETF Emas bukan sekadar inovasi produk, melainkan bagian integral dari delapan rencana aksi yang telah disiapkan OJK. 

Ilustrasi emas. (Freepik/wirestock)
Ilustrasi emas. (Freepik/wirestock)

Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih bervariasi sehingga mampu menarik lebih banyak investor, baik ritel maupun institusi.

Maulana optimistis bahwa instrumen berbasis emas ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas namun melalui mekanisme pasar modal yang lebih likuid dan transparan.

"Kami berharap ini bisa menjadi pendorong peningkatan jumlah investor dan aktivitas di pasar modal. Ini juga bagian dari delapan rencana aksi yang kami siapkan, salah satunya pendalaman pasar," tambahnya.

Meski payung hukumnya telah tersedia, Maulana menjelaskan bahwa saat ini OJK masih berada dalam tahap koordinasi intensif dengan para pelaku industri. 

Hal ini dikarenakan operasional ETF Emas melibatkan ekosistem yang kompleks, mulai dari perusahaan efek hingga penyedia jasa penyimpanan emas.

Beberapa pihak utama yang terlibat dalam proses ini antara lain Perusahaan Efek, Bank Kustodian sebagai penyimpan dana investor hingga Bank Bullion, lembaga yang melayani transaksi keuangan berbasis emas.

"Untuk tahap saat ini, regulasinya sudah ada, tetapi pelaku industrinya masih dalam tahap koordinasi. Karena nanti melibatkan beberapa pihak, seperti perusahaan efek, bank kustodian, dan juga bank bullion. Saat ini yang sudah ada (kapasitasnya), misalnya Pegadaian dan BSI," jelas Maulana.

Proses persiapan dan sinkronisasi antarlembaga terus digenjot agar produk ini segera bisa dinikmati publik. OJK menargetkan seluruh proses persiapan teknis dapat rampung dalam waktu dekat sehingga ETF Emas bisa mulai diperdagangkan di bursa tahun ini.

"Jadi masih dalam proses persiapan dan koordinasi. Kami harapkan tahun ini sudah bisa berjalan," pungkasnya.

Hadirnya ETF Emas diharapkan dapat memberikan alternatif diversifikasi portofolio bagi investor, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pasar modal di tingkat regional

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:03 WIB

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:23 WIB

Terkini

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:46 WIB

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:26 WIB

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:52 WIB

Transformasi Digital Hutama Karya: Command Center & Aplikasi Baru Percepat Penanganan Insiden Tol

Transformasi Digital Hutama Karya: Command Center & Aplikasi Baru Percepat Penanganan Insiden Tol

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:50 WIB

Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI

Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:43 WIB

Tindakan Nyata di Hari Bumi, Pegadaian Luncurkan PURE Movement: Ajak Karyawan Daur Ulang Seragam

Tindakan Nyata di Hari Bumi, Pegadaian Luncurkan PURE Movement: Ajak Karyawan Daur Ulang Seragam

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:33 WIB

TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Komitmen Akses Merata

TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Komitmen Akses Merata

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:00 WIB

Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026

Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 10:47 WIB

Cara Cek SLIK OJK Secara Online untuk Pantau Skor Kredit

Cara Cek SLIK OJK Secara Online untuk Pantau Skor Kredit

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 10:34 WIB