Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.561,329
LQ45 749,027
Srikehati 347,294
JII 525,953
USD/IDR 17.184

Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 14:30 WIB
Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz
Perkiraan lokasi terusan darat Thailand yang rencananya dibangun untuk menjadi alternatif dan saingan Selat Malaka. [Suara.com/Google Maps]
  • Pemerintah Thailand merencanakan pembangunan terusan darat senilai Rp531 triliun di wilayah Kra untuk menghubungkan Samudera Hindia dan Pasifik.
  • Proyek yang dijadwalkan rampung tahun 2039 ini bertujuan memangkas durasi pelayaran empat hari serta menekan biaya logistik 15 persen.
  • Infrastruktur ini mencakup pelabuhan laut dalam, jalan raya, dan rel kereta api sepanjang 90 kilometer di Ranong serta Chumphon.

Suara.com - Pemerintah Thailand mengatakan akan membangun terusan darat di selatan wilayahnya, yang akan menghubungkan antara Samudera Hindia dengan Pasifik. Jika terwujud, maka terusan tersebut akan menjadi alternatif atau bahkan saingan bagi Selat Malaka.

Deputi Perdana Menteri Thailand Phiphat Ratchakitprakarn, yang membawahi kementerian transportasi, pada Senin (20/4/2026) mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan Amerika Serikat membuka mata banyak orang akan tingginya nilai jalur perdagangan strategis.

Pemerintah Thailand kini akan serius menggarap proyek terusan darat senilai 1 triliun baht atau sekitar Rp 531 triliun tersebut, demikian dilansir dari Bloomberg.

"Konflik Timur Tengah menunjukkan kepada kita pentingnya mengendalikan rute transportasi. Thailand akan memiliki keuntungan besar dengan mengoperasikan jalur yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Hindia," kata Phiphat.

Terusan itu diharapkan akan dibangun di area Kra dan menghubungkan antara Teluk Thailand dengan Laut Andaman. Jika terwujud maka jalur baru itu bisa memangkas waktu pelayaran hingga empat hari jika dibandingkan dengan jalur Selat Malaka. Sementara ongkos transportasi juga bisa dihemat hingga 15 persen.

Untuk membangun proyek raksasa itu, Thailand harus membangun pelabuhan-pelabuhan laut dalam di Provinsi Ranong dan Chumphon. Selain itu, akan dibangun juga jalan raya dan rel kereta api sejauh 90 km untuk menghubungkan dua kota tersebut.

Sementara dari sisi politik, pemerintah akan mendorong legislasi yang mengatur pembangunan tersebut. Rencananya terusan darat itu akan rampung pada 2039 tapi para investor baru akan balik modal dalam 24 tahun setelahnya. Targetnya terusan tersebut akan menghasilan 58 juta baht di tahun pertama pengoperasiannya.

Tadinya Thailand berambisi membangun kanal atau terusan air di lokasi tersebut. Tapi besarnya biaya dan risiko keamanan - menciptakan perbatasan fisik dengan wilayah Selatan di dihuni kelompok separatis - membuat pemerintah Thailand mengurungkan niat tersebut.

Adapun proyek terusan darat meski lebih realistis, tapi masih mendapat banyak penentangan di Thailand. Meskipun kajian terhadap proyek itu sudah rampung tahun lalu, tapi beberapa pihak menilai jumlah investasi yang diperlukan terlalu besar.

Selain itu, pembangunan terusan darat tersebut juga dikhawatirkan akan sia-sia karena kapal-kapal masih akan memilih untuk melewati Selat Malaka, yang secara logistik sudah lebih matang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencatan Senjata Segera Berakhir! Arogansi AS Berpotensi Rusak Perundingan Damai Iran di Pakistan

Gencatan Senjata Segera Berakhir! Arogansi AS Berpotensi Rusak Perundingan Damai Iran di Pakistan

News | Selasa, 21 April 2026 | 14:16 WIB

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

Xi Jinping Tekankan Normalisasi Selat Hormuz Jadi Prioritas Global

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:20 WIB

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

China Kecam AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Peringatkan Risikonya

News | Selasa, 21 April 2026 | 12:11 WIB

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

Pengamat Sebut Amerika Serikat 'Kalah' di Perang Iran: Kas Negara Boncos, Tujuan Tak Tercapai

News | Selasa, 21 April 2026 | 11:16 WIB

Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?

Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?

News | Selasa, 21 April 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:19 WIB

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 13:43 WIB

Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan untuk Kesetaraan Gender

Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan untuk Kesetaraan Gender

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:47 WIB

Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini

Gaduh PPN Jalan Tol, Anak Buah Menkeu Purbaya Bilang Begini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:40 WIB

Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY

Raja Jalan Tol Gugat Hary Tanoe Rp119 T, Emiten CMNP Berkirim Surat ke KY

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:31 WIB

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

PPN Jalan Tol dan Harga BBM Naik: Mengapa Napas Kelas Menengah RI Semakin Sesak?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 12:07 WIB

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 11:37 WIB

Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional

Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 11:18 WIB

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:43 WIB