Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?

M Nurhadi

Selasa, 21 April 2026 | 14:51 WIB
IHSG Masih 'Dibekukan' MSCI: Apa Kabar Empat Proposal Reformasi BEI?
Ilustrasi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
baca 10 detik
  • Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik berkomunikasi intensif dengan MSCI guna memperkuat daya saing pasar modal Indonesia secara global.
  • MSCI telah menerima empat proposal reformasi pasar modal namun tetap mempertahankan kebijakan restriktif terhadap konstituen indeks Indonesia saat ini.
  • MSCI menjadwalkan evaluasi aksesibilitas pasar pada Juni 2026 untuk menilai efektivitas data baru serta struktur kepemilikan saham publik.

Suara.com - Otoritas bursa tanah air terus bergerak cepat untuk memastikan posisi Indonesia tetap kompetitif di mata dunia.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memastikan bahwa pihaknya secara konsisten menjalin komunikasi intensif dengan para penyedia indeks global (global index provider), termasuk Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Langkah proaktif ini diambil bukan tanpa alasan. BEI memandang bahwa masukan dari pengelola indeks dunia dan investor global adalah kunci utama dalam merumuskan strategi penguatan pasar modal Indonesia ke depan.

Diplomasi finansial ini diharapkan mampu menyelaraskan standar domestik dengan ekspektasi pasar internasional yang kian ketat.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan," ujar Jeffrey kepada awak media di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Jeffrey memberikan apresiasi tinggi terhadap pernyataan resmi MSCI yang telah menerima empat proposal agenda reformasi pasar modal Indonesia.

Keempat proposal tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

"Kami mengapresiasi bahwa empat proposal yang telah kami deliver di-acknowledge oleh MSCI," ujar Jeffrey, dikutip dari Antara.

Pihak BEI menegaskan bahwa pertemuan dengan MSCI bukan sekadar formalitas, melainkan agenda rutin yang terjadwal secara periodik. Jeffrey mengungkapkan bahwa pertemuan tatap muka terakhir telah dilaksanakan pada 16 April 2026 lalu.

baca juga

"Kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April (2026)," ujar Jeffrey, mempertegas kedekatan koordinasi antara regulator dan penyedia indeks tersebut.

Meskipun menyambut baik langkah-langkah pembenahan transparansi yang dilakukan otoritas Indonesia, MSCI dalam pengumuman resminya pada Senin (20/4/2026) masih memberikan beberapa catatan krusial.

Lembaga pemeringkat indeks global tersebut saat ini sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap cakupan, konsistensi, serta efektivitas sumber data baru yang disediakan oleh otoritas Indonesia.

Fokus utama MSCI tertuju pada mekanisme penentuan free float (saham beredar di publik) serta penilaian aksesibilitas investasi (investability) yang lebih luas. Bagi investor institusi global, akurasi data mengenai berapa banyak saham yang benar-benar bisa diperdagangkan secara bebas adalah parameter mutlak dalam mengalokasikan dana mereka.

Untuk saat ini, MSCI memilih untuk tetap mempertahankan kebijakan restriktif yang telah diumumkan sebelumnya. Kebijakan ini mencakup "pembekuan" terhadap seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Selain itu, MSCI juga masih menangguhkan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta melarang perpindahan naik antar segmen indeks, seperti dari Small Cap ke Standard Index.

Tindakan Tegas Terhadap Konsentrasi Kepemilikan Saham

Salah satu poin yang mencuri perhatian dalam pengumuman MSCI adalah kebijakan mengenai saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Konsisten dengan perlakuan global mereka terhadap pasar negara lain, MSCI menegaskan akan menghapus saham-saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia memiliki struktur kepemilikan yang terlampau pekat.

Langkah ini diambil untuk memitigasi risiko volatilitas yang tidak wajar dan memastikan bahwa indeks yang mereka kelola benar-benar merepresentasikan kondisi pasar yang sehat.

MSCI juga menyatakan kesiapannya untuk menggunakan pengungkapan data pemegang saham sebesar 1 persen sebagai basis penyesuaian estimasi free float jika diperlukan.

Menariknya, dalam pengumuman terbaru ini, MSCI sama sekali tidak menyinggung mengenai potensi penurunan status atau reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Hal ini memberikan sedikit napas lega bagi para pelaku pasar, meskipun status "beku" masih menghantui.

Selanjutnya, pasar modal Indonesia akan menanti hasil dari market accessibility review yang dijadwalkan MSCI pada Juni 2026 mendatang.

Hingga saat itu tiba, MSCI berjanji akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan regulator di Indonesia untuk mengukur efektivitas data baru yang telah dirilis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:22 WIB

IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560

IHSG Mulai Nyungsep, Dibuka Merah ke Level 7.560

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:16 WIB

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:39 WIB

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:34 WIB

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:24 WIB

Pasar Mulai Berbalik Arah, IHSG Terkoreksi ke Level 7.594

Pasar Mulai Berbalik Arah, IHSG Terkoreksi ke Level 7.594

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×