- Indeks Harga Saham Gabungan merosot 0,52 persen ke level 7.594 pada perdagangan tanggal 20 April 2026.
- Pelemahan dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah.
- Seluruh sektor saham domestik mengalami koreksi, sementara nilai tukar rupiah justru tercatat menguat tipis terhadap dolar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada perdagangan, Senin, 20 April 2026. IHSG ditutup turun 0,52 persen ke level 7.594.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG sempat bergerak menguat di awal sesi sebelum akhirnya berbalik arah hingga penutupan. Pelemahan ini seiring meningkatnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan AS–Iran yang kembali meningkat memudarkan harapan pembukaan Selat Hormuz dalam waktu dekat. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga minyak mentah, dengan WTI berada di kisaran 89 dolar AS per barel dan Brent mencapai 95 dolar AS per barel.
Tekanan tersebut berdampak luas ke pasar saham domestik. Seluruh sektor tercatat mengalami koreksi, dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti yang turun hingga 2,04 persen.
Secara teknikal, pergerakan IHSG masih cenderung terbatas.
![Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/01/02/12081-bursa-efek-ihsg-idx-saham.jpg)
Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru mencatat penguatan terbatas. Rupiah ditutup menguat 0,12 persen ke level Rp 17.168 per dolar AS di pasar spot, di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia lainnya.
Dari global, bank sentral China kembali mempertahankan suku bunga pinjaman utama di level rendah untuk bulan ke-11 berturut-turut, yakni 3 persen untuk tenor 1 tahun dan 3,5 persen untuk tenor 5 tahun. Kebijakan ini mencerminkan sikap hati-hati di tengah ketidakpastian global, meskipun tekanan deflasi mulai mereda dan pertumbuhan ekonomi masih solid.
Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, seperti tingkat pengangguran Inggris yang diperkirakan tetap di level 5,2 persen serta data penjualan ritel AS yang diproyeksikan tumbuh 1,1 persen secara bulanan pada Maret 2026.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 38,39 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,18 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,43 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 263 saham bergerak naik, sedangkan 446 saham mengalami penurunan, dan 250 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada hari ini diantaranya, DEFI, LCKM, MDIA, KICI, BAPA, BOSO, BABY, BIPP.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, MLPT, RISE, NIRO, RSCH, TCPI, WMPP, SINI, CASH.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.