Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 21 April 2026 | 07:24 WIB
MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?
Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
  • MSCI memutuskan tetap mempertahankan pembatasan saham Indonesia dalam tinjauan indeks periode Mei 2024 guna mengevaluasi efektivitas reformasi pasar.
  • Pemerintah Indonesia telah mempercepat reformasi transparansi data dan aturan batas minimum saham publik untuk meningkatkan likuiditas pasar modal.
  • Selama masa evaluasi hingga Juni mendatang, MSCI membekukan penambahan bobot serta tidak menyertakan saham baru dalam indeks tersebut.

Suara.com - Penyedia indeks global, MSCI, mengumumkan keputusan terbaru yang cukup krusial bagi pasar modal tanah air. Adapun, MSCI menyatakan, akan tetap mempertahankan pembatasan (curbs) terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks periode Mei 2024.

Langkah ini diambil meskipun pemerintah dan otoritas bursa telah meluncurkan berbagai reformasi transparansi pasar untuk meningkatkan kepercayaan investor.

MSCI menegaskan bahwa pihaknya masih mengevaluasi efektivitas dari kebijakan baru yang diumumkan oleh Indonesia.

Guna merespons tekanan tersebut, Indonesia sebenarnya telah mempercepat reformasi pasar modal sebelum tenggat waktu tinjauan Mei. Beberapa langkah strategis yang diambil meliputi transparansi data, perilisan data pemegang saham yang lebih mendetail.

Lalu, aturan Free Float mengenai ambang batas minimum saham publik (free float) yang dapat diperdagangkan menjadi 15 persen untuk meningkatkan likuiditas dan mencegah manipulasi harga.

Namun, MSCI menyatakan masih memerlukan waktu untuk meninjau cakupan, konsistensi, dan efektivitas dari sumber data baru serta langkah regulasi tersebut. Update selanjutnya dijadwalkan akan dirilis pada tinjauan bulan Juni mendatang.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Selama masa evaluasi ini, MSCI akan terus membekukan penambahan bobot faktor inklusi asing (foreign inclusion factors) dan jumlah saham untuk sekuritas Indonesia.

Artinya, tidak akan ada saham Indonesia baru yang dimasukkan ke dalam indeks investable market. Tidak ada kenaikan kelas (upward migration) bagi emiten, seperti perpindahan dari indeks small-cap ke indeks standar.

Selain itu, MSCI akan menghapus sekuritas yang ditandai oleh otoritas Indonesia di bawah kerangka kerja baru, sesuai dengan prosedur pasar global lainnya.

"Pendekatan ini dirancang untuk membatasi risiko perputaran indeks (turnover) dan risiko keterinvestasian, sembari memberikan waktu untuk evaluasi lebih lanjut terhadap reformasi yang baru diumumkan," tulis pernyataan resmi MSCI dilansir Reuters, Selasa (21/4/2026).

Keputusan MSCI ini muncul hanya seminggu setelah kompetitornya, FTSE Russell, memilih untuk tetap mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai Secondary Emerging Market. FTSE menyatakan tidak mempertimbangkan Indonesia untuk masuk dalam daftar pantauan (watch list) penurunan status dan akan memberikan konfirmasi lebih lanjut menjelang tinjauan indeks Juni mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:56 WIB

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:41 WIB

Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI

Di Balik Transaksi Jumbo Grup Bakrie Akumulasi Saham BIPI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:29 WIB

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623

Dihantam Aksi Jual, IHSG Terkapar ke Level 7.623

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:15 WIB

Terkini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:32 WIB