Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru

Fabiola Febrinastri

Selasa, 21 April 2026 | 16:46 WIB
Proyek Bioetanol Lampung Memasuki Tahap Baru
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todotua Pasaribu. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM terus mendorong pembentukan kesepakatan strategis dalam pengembangan Proyek Bioetanol di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi nasional. Konstruksi proyek yang diharapkan mulai pada kuartal III 2026 ini melibatkan Toyota, PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), dan Danantara Investment Management.

“Program ini sebetulnya sudah kita jalankan dari satu tahun yang lalu, tapi memang kami silent dalam pengembangannya. Saat ini sudah ada koordinasi antara PNRE dengan Japanese Group, dalam hal ini yang akan ditunjuk adalah Toyota Tsuho yang akan menjadi partner, dan akan didukung mitra teknologi lainnya dari Jepang seperti RaBIT (konsorsium riset beberapa perusahaan otomotif dan energi Jepang),” papar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu seusai memimpin pertemuan dengan CEO Toyota Motor Asia, di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Wamen Todotua menjelaskan, proyek ini akan dilakukan pertama kali pembangunannya di wilayah Lampung. Lampung dipilih karena salah satu provinsi yang sangat kuat untuk suplai feedstock, seperti tebu, ubi, sorgum, dan lain-lain.

Secara khusus, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melakukan pengawalan sejak akhir 2025 hingga awal 2026 melalui serangkaian langkah konkret, di antaranya koordinasi lintas kementerian/lembaga dan BUMN, fasilitasi pertemuan dengan mitra teknologi dari Jepang, hingga pendampingan langsung dalam kunjungan lapangan dan identifikasi lokasi proyek.

Proyek pengembangan bioetanol yang tengah dijajaki bersama Toyota, PNRE, dan Danantara Investment Management ini dirancang dalam dua tahap. Tahap awal (pilot project) ditargetkan berkapasitas 60 kiloliter per tahun pada kuartal III 2027, dilanjutkan tahap komersial sebesar 60.000 kiloliter per tahun pada kuartal IV 2028. Pengembangan ini mengadopsi pendekatan multi-feedstock, antara lain memanfaatkan limbah biomassa kelapa sawit, jagung, dan sorgum yang didukung teknologi generasi kedua (2G) untuk meningkatkan fleksibilitas pasokan sekaligus memastikan keberlanjutan jangka panjang.

Pengembangan ini juga mencakup budidaya sorgum secara bertahap, mulai dari pilot seluas 10 hektare pada 2026 hingga pengembangan komersial mencapai 6.000 hektare pada 2027. Proyek akan berlokasi di Lampung dengan dukungan lahan dari PTPN.

Di sisi kebijakan, pemerintah telah memperkuat komitmen melalui roadmap mandatori pencampuran bioetanol dalam bahan bakar, yaitu E5 pada 2026-2027, meningkat menjadi E10 pada 2028-2030, hingga menuju E20 dalam jangka panjang.

“Kita mendorong proyek ini dalam rangka untuk mempersiapkan komitmen roadmap mandatori menjadi E10, sehingga negara kita juga siap,” ujar Wamen Todotua.

Wamen Todotua menambahkan, ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar masih tinggi, mencapai sekitar 61% dalam satu dekade terakhir. Di sisi lain, volatilitas harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik semakin mempertegas urgensi transisi energi.

baca juga

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memfokuskan kebijakan pada tiga pilar utama, yaitu swasembada energi, ketahanan pangan, dan hilirisasi sumber daya alam. Indonesia dinilai memiliki keunggulan komparatif kuat, antara lain cadangan nikel terbesar dunia (42%), serta posisi sebagai produsen utama kelapa sawit dan kelapa global yang berpotensi menjadi bahan baku bioenergi.

Pemerintah juga mengapresiasi keterlibatan Toyota dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia. Namun demikian, peluang kerja sama dinilai masih terbuka luas, khususnya pada pengembangan bioetanol berbasis multi bahan baku.

“Kami mengapresiasi diskusi yang konstruktif dan progresif dengan stakeholders terkait untuk mengeksplorasi potensi kolaborasi di ekosistem bioenergi. Selain itu, melalui kemitraan strategis kami dengan CATL (Contemporary Amperex Technology Co., Limited) di Indonesia, kami bertujuan untuk memperluas kemampuan kami dari perakitan battery pack hingga manufaktur baterai dari sel dan modul baterai. Kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok lokal yang kuat, mendukung pendekatan Multi-Pathway Toyota menuju netralitas karbon,” ujar CEO Toyota Motor Asia Masahiko Maeda.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat kolaborasi internasional guna mendorong investasi berkualitas dan mempercepat transformasi ekonomi Indonesia berbasis hilirisasi dan energi berkelanjutan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro

BKPM Permudah Izin KKPR Darat bagi Usaha Mikro

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:19 WIB

Keputusan Pengambilan Tambang Martabe Milik Agincourt Berada di Tangan Prabowo

Keputusan Pengambilan Tambang Martabe Milik Agincourt Berada di Tangan Prabowo

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 13:42 WIB

Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan

Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 18:27 WIB

Dari Kopi, Nongkrong, Lalu Investasi: Strategi Indonesia Pikat Investor di WEF Davos 2026

Dari Kopi, Nongkrong, Lalu Investasi: Strategi Indonesia Pikat Investor di WEF Davos 2026

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 18:03 WIB

175 Izin Usaha Terbit Otomatis Lewat Mekanisme Fiktif Positif, Pangkas Birokrasi!

175 Izin Usaha Terbit Otomatis Lewat Mekanisme Fiktif Positif, Pangkas Birokrasi!

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 06:20 WIB

Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun

Total Investasi ke RI Melesat di 2025 Capai Rp 1.931,2 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:21 WIB

Terkini

Kolaborasi TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Infrastruktur Kabel Laut NCC

Kolaborasi TelkomGroup, Nongsa Digital Park, dan BW Digital Perkuat Infrastruktur Kabel Laut NCC

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:12 WIB

Amerika Keok Lagi, Drone Kamikaze Iran Hancurkan Pangkalan Ahmed Al-Jaber Kuwait

Amerika Keok Lagi, Drone Kamikaze Iran Hancurkan Pangkalan Ahmed Al-Jaber Kuwait

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:11 WIB

ROG Homecoming Jadi Panggung Inovasi Asus, Komunitas Diajak Lihat Teknologi Masa Depan

ROG Homecoming Jadi Panggung Inovasi Asus, Komunitas Diajak Lihat Teknologi Masa Depan

Tekno | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:10 WIB

Bisakah Kita Percaya AC dari Merek Laptop? Membongkar Paradoks Acerpure

Bisakah Kita Percaya AC dari Merek Laptop? Membongkar Paradoks Acerpure

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:08 WIB

Dua Tahun Jadi Reruntuhan, Begini Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Kini

Dua Tahun Jadi Reruntuhan, Begini Kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Kini

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:07 WIB

Bunga KPR Cuma 1,75%! Saatnya Wujudkan Rumah Impian di BRI KPR EXPO 2026

Bunga KPR Cuma 1,75%! Saatnya Wujudkan Rumah Impian di BRI KPR EXPO 2026

Bri | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:03 WIB

BRI dan PERBANAS Bersinergi dengan OJK serta Kemkomdigi Wujudkan Ekosistem Keuangan Digital

BRI dan PERBANAS Bersinergi dengan OJK serta Kemkomdigi Wujudkan Ekosistem Keuangan Digital

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:02 WIB

Review Hanasui Power Retinol Expert Serum, Hempas Flek Hitam dan Garis Halus Budget Murmer

Review Hanasui Power Retinol Expert Serum, Hempas Flek Hitam dan Garis Halus Budget Murmer

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:00 WIB

Ulasan One Day Off: Mencari Ruang di Tengah Rutinitas yang Berulang

Ulasan One Day Off: Mencari Ruang di Tengah Rutinitas yang Berulang

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:00 WIB

BRI Perkuat Kolaborasi dengan OJK, PERBANAS, dan Kemkomdigi Cegah Kejahatan Keuangan Digital

BRI Perkuat Kolaborasi dengan OJK, PERBANAS, dan Kemkomdigi Cegah Kejahatan Keuangan Digital

Batam | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:58 WIB

×