Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi

Liberty Jemadu

Kamis, 23 April 2026 | 07:13 WIB
Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi
PSN Kawasan Industri Pulau Penebang yang dikelola PT DIB, anak usaha Harita Group, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Kayong Utara. [Antara]
baca 10 detik
  • Kabupaten Kayong Utara mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 5,89 persen pada tahun 2025 melalui kontribusi sektor industri.
  • Proyek Strategis Nasional Kawasan Industri Pulau Penebang yang dikelola PT DIB, anak usaha Harita Group menjadi pendorong utama ekonomi tersebut.
  • Pertumbuhan ekonomi berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan menjadi 8,75 persen serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di wilayah tersebut.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara mencetak rekor tertinggi pada 2025. Capaian ini tak lepas dari kontribusi Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang dikelola PT Dharma Inti Bersama (DIB), anak usaha Harita Group, yang bergerak di bidang pengolahan dan pemurnian bijih bauksit.

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, belum lama ini mengatakan pertumbuhan ekonomi Kayong Utara pada 2025 mencapai 5,89 persen.

Peningkatan ini, beber dia, tidak lepas dari kontribusi KIPP yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) di Pulau Penebang.

“Pertumbuhan ekonomi Kayong Utara mengalami kenaikan signifikan dimana pada tahun 2025 mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 5,89 persen, yang juga sekaligus merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang lima tahun terakhir," terang Romi disaksikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, unsur pimpinan daerah, dan perwakilan masyarakat.

"Keberadaan Proyek Strategis Nasional di Pulau Penebang berkontribusi pada pencapaian angka pertumbuhan ini,” imbuh dia.

Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara. KIPP yang dikelola PT DIB, anak usaha Harita Group ini, merupakan pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit untuk produksi alumina dan aluminium yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Ke depan, kata Romi, pertumbuhan ekonomi Kayong Utara diharapkan tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas dan merata, terutama pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata.

Sektor-sektor ini dinilai memiliki peran penting sebagai tulang punggung ekonomi daerah sekaligus berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka kemiskinan.

Data menunjukkan, angka kemiskinan di Kayong Utara mengalami penurunan dari 9,56 persen pada tahun 2020 menjadi 8,75 persen pada tahun 2025. Kondisi ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi mulai memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

baca juga

Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Romi menyatakan, Pemkab Kayong Utara juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kayong Utara masih berada di bawah rata-rata provinsi, namun meningkat dari 62,66 poin pada 2019 menjadi 67,60 poin pada 2025.

Di sisi lain, tantangan fiskal masih menjadi perhatian, mengingat struktur pendapatan daerah yang masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat dan provinsi hingga mencapai 95 persen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru berkontribusi sekitar 5 persen, sehingga diperlukan terobosan untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Menutup sambutannya, Bupati Romi mengajak seluruh pemangku kepentingan lebih cermat merancang program pembangunan agar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Target-target pembangunan dapat dicapai bila kita saling bergandeng tangan dalam merumuskan, merancang dan mengimplementasikan program dan kegiatan yang optimal,” tegasnya.

KIPP di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat sendiri memiliki luas lahan sekitar 2.205,1 hektare dan PSN yang dikelola oleh PT DIB, anak usaha Harita Group akan fokus pada lahan seluas sekitar 1.893 Ha. Kawasan ini akan dikembangkan sebagai industri smelter, selaras dengan program hilirisasi pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:58 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Beasiswa Harita Gemilang Antar Mahasiswa Pulau Obi dari Desa ke Kampus Perantauan

Beasiswa Harita Gemilang Antar Mahasiswa Pulau Obi dari Desa ke Kampus Perantauan

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 09:23 WIB

Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh

Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:12 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×