Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 07:59 WIB
Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ekonom HSBC ungkap dampak ke perekonomian Indonesia. [Gemini AI]
  • Nilai tukar rupiah tertekan hingga Rp17.300, menuntut Bank Indonesia mempertahankan suku bunga demi menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
  • Pranjul Bhandari dari HSBC menekankan pentingnya mengelola defisit transaksi berjalan yang diproyeksikan naik menjadi satu persen terhadap PDB.
  • Indonesia harus bersaing ketat menarik investasi asing langsung guna memperkuat fundamental ekonomi dan ketahanan nilai tukar rupiah nasional.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan hingga menyentuh level Rp17.300 dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapi fluktuasi tersebut, Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, sekaligus ASEAN Economist HSBC Global Investment Research, Pranjul Bhandari, menilai bahwa stabilitas nilai tukar rupiah sangat bergantung pada kebijakan moneter Bank Indonesia dan kemampuan negara dalam menarik modal asing.

Menurut Bhandari, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga adalah langkah yang tepat guna menjaga agar pasar keuangan domestik tidak semakin melemah.

Ia menekankan bahwa jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga di tengah situasi saat ini, hal itu justru berisiko membuat nilai tukar rupiah dan stabilitas keuangan hari ini berada dalam posisi yang jauh lebih rentan terhadap tekanan eksternal.

"Bank Indonesia tidak mengubah suku bunga kemarin, dan dari perspektif saya, itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Setidaknya, menjaga suku bunga tetap stabil adalah kunci saat ini," ujar Bhandari dalam pemaparannya, Jumat (24/4/2026)

Bhandari menyoroti pentingnya Indonesia dalam mengelola pembiayaan luar negeri yang terdiri dari dua komponen utama. Salah satunya adalah defisit transaksi berjalan (current account deficit), yang mencerminkan selisih antara ekspor dan impor.

Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Nilai tukar rupiah tembus Rp17.300, ekonom HSBC ungkap dampak ke perekonomian Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia mencatat bahwa tahun lalu, defisit transaksi berjalan Indonesia berada pada level yang cukup rendah, yakni hanya nol koma satu persen dari Produk Domestik Bruto (GDP).

Angka ini jauh lebih baik dibandingkan masa lalu yang sempat mencapai dua koma lima persen dari GDP.

Meski demikian, Bhandari memproyeksikan angka ini mungkin akan sedikit naik menjadi satu persen dari GDP akibat kecemasan terhadap harga energi global.

"Bahkan pada level satu persen dari GDP, angka tersebut sebenarnya tidak terlalu luas. Namun, poin penting bagi Indonesia adalah bagaimana menarik pembiayaan luar negeri yang cukup untuk membiayai defisit tersebut," tambahnya.

Bhandari juga menjelaskan, tantangan besar dalam menarik modal asing, baik dalam bentuk portofolio jangka pendek maupun Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) yang bersifat jangka panjang (tiga hingga empat tahun).

Menurutnya, tahun ini akan menjadi tahun yang sulit bagi banyak negara berkembang karena aliran FDI di seluruh dunia cenderung tidak terlalu kuat saatekonomi global sedang mengalami kontraksi atau kekurangan pertumbuhan.

"Ini akan menjadi tahun yang sulit karena pada tahun-tahun ketika ada banyak kekurangan ekonomi FDI tidak terlalu kuat di mana-mana," jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus bersaing ketat untuk mendapatkan porsi yang lebih besar dari aliran investasi asing langsung guna menjaga fundamental ekonomi.

HSBC melihat, di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis, kemampuan pemerintah dalam memikat FDI Indonesia akan menjadi faktor penentu dalam memperkuat ketahanan nilai tukar rupiah dan mendukung agenda pemulihan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

3 Jurus Ampuh BI Jaga Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh Meski Dunia Bergejolak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:32 WIB

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:51 WIB

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 07:28 WIB

Terkini

Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:50 WIB

Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara

Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:36 WIB

Tembus Rp10.355 Triliun, Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen

Tembus Rp10.355 Triliun, Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:23 WIB

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB