Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 24 April 2026 | 14:44 WIB
Badai PHK Belum Berlalu, Nike Kembali Pangkas 1.400 Karyawan
Ilustrasi produsen apparel Nike (Shutterstock)
  • Nike PHK 1.400 karyawan global demi efisiensi operasional dan perampingan sektor teknologi.
  • Saham Nike anjlok 50% dalam 3 tahun akibat persaingan ketat dari brand On, Hoka, dan Anta.
  • Penjualan di China diprediksi anjlok 20%, memaksa Nike fokus pada inovasi dan integrasi pasokan.

Suara.com - Raksasa perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat, Nike mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.400 karyawan secara global. Ini adalah gelombang PHK lanjutan yang telah dilakukan perusahaan.

Dalam memo internal yang bocor, Chief Operating Officer Nike, Venkatesh Alagirisamy, mengungkapkan bahwa langkah pahit ini diambil untuk merampingkan operasional perusahaan. Fokus pemangkasan menyasar sektor teknologi yang tersebar di wilayah Amerika Utara, Asia, dan Eropa.

Langkah ini seolah menjadi jilid lanjutan dari upaya bersih-bersih perusahaan. Sebelumnya pada Januari lalu, Nike telah merumahkan sekitar 775 posisi demi mempercepat proses otomatisasi di internal mereka.

Menariknya, meski dihantam kabar PHK, saham Nike justru terpantau naik tipis sekitar 0.5% dalam perdagangan after-hours. Namun, jika ditarik garis lebih jauh, kondisi keuangan Nike sebenarnya sedang tidak baik-baik saja. Dalam tiga tahun terakhir, nilai saham perusahaan telah tergerus lebih dari 50%.

CEO Nike yang baru menjabat pada 2024, Elliott Hill, kini memikul beban berat. Ia berupaya mengembalikan "DNA" Nike ke akar olahraga inti seperti lari dan sepak bola. Meski sepatu Nike Vomero 18 sukses mencetak penjualan US$100 juta (sekitar Rp1,7 triliun) dalam tiga bulan, namun inovasi produk secara keseluruhan belum mampu menarik minat pasar secara konsisten.

Nike juga masih terjebak dalam perang diskon besar-besaran demi menghabiskan stok lama, yang berujung pada tertekannya margin keuntungan.

Masa depan jangka pendek Nike masih diselimuti awan mendung. Perusahaan memproyeksikan penjualan bakal turun 2% hingga 4% pada kuartal berjalan. Bahkan, pasar China yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan, diperkirakan bakal anjlok drastis hingga 20%.

Analis Morningstar, David Swartz, menilai kondisi ini menunjukkan masalah sistemik yang lebih dalam. "Nike seharusnya sudah lebih jauh dalam pemulihannya sekarang," kritiknya. Ia menduga perusahaan mengalami surplus tenaga kerja akibat strategi manajemen masa lalu yang kurang efisien.

Senada dengan itu, analis M Science, Drake MacFarlane, menyebut kabar PHK ini bukan hal yang mengejutkan bagi industri. "Ini berita besar, tetapi tidak mengejutkan," ujarnya singkat.

Ke depan, Nike berencana menyatukan rantai pasok material dan memusatkan operasi teknologi di dua hub utama: Beaverton (Oregon) dan India. Publik kini menanti, apakah perampingan ini mampu membawa sang raksasa kembali berlari kencang, atau justru semakin tertinggal oleh para pesaingnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nike Vomero Serinya Apa Saja? Ini 5 Pilihan Sepatu All Rounder Terbaik untuk Lari

Nike Vomero Serinya Apa Saja? Ini 5 Pilihan Sepatu All Rounder Terbaik untuk Lari

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 08:14 WIB

Ironi Tren Mobil Listrik yang Jadi Ancaman Gelombang PHK Industri Otomotif

Ironi Tren Mobil Listrik yang Jadi Ancaman Gelombang PHK Industri Otomotif

Otomotif | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Prabowo Ubah Aturan MBG, Akan Prioritaskan Kepada Anak Kurang Gizi?

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB