Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?

Farah Nabilla

Jum'at, 24 April 2026 | 15:29 WIB
Pasang Surut Rupiah Sejak 1998, Kurs Dolar Kembali Mendekati Level Krisis Moneter?
BI mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia. [Antara]

Suara.com - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) merupakan salah satu indikator penting dalam melihat kesehatan ekonomi Indonesia.

Sejak krisis moneter 1998, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar mengalami dinamika yang sangat signifikan, mulai dari anjlok drastis, pemulihan bertahap, hingga kembali menghadapi tekanan global di era modern.

Krisis Moneter 1997–1998: Titik Terendah Rupiah

Sebelum krisis melanda Asia pada 1997, nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp2.300-Rp2.600 per dolar AS. Namun, ketika krisis keuangan Asia terjadi, rupiah mengalami depresiasi tajam. 

Pada awal 1998, nilai tukar rupiah sempat menyentuh sekitar Rp17.000 per dolar AS, dan berada di kisaran Rp16.650–Rp16.800 pada pertengahan tahun.

Penyebab utama kejatuhan ini antara lain karena krisis keuangan Asia, tingginya utang luar negeri swasta, pelepasan sistem nilai tukar menjadi free float ditambah lagi dengan ketidakstabilan politik dalam negeri.

Depresiasi ini menjadikan 1998 sebagai titik terburuk dalam sejarah nilai tukar rupiah.

Periode Pemulihan (1999–2007)

Setelah krisis mereda, rupiah mulai menunjukkan tanda pemulihan. Pada akhir 1998, nilai tukar sempat menguat kembali ke sekitar Rp8.000 per dolar AS. 

baca juga

Memasuki awal 2000-an, kurs rupiah cenderung stabil di kisaran:

  • Rp8.000 – Rp10.000 (awal 2000-an)
  • Rp9.000 – Rp11.000 (pertengahan dekade)

Pemulihan ini didorong oleh stabilitas politik pascareformasi yang juga berdampak pada reformasi sektor perbankan, intervensi Bank Indonesia sehingga masuknya kembali investor asing.

Meski belum sepenuhnya pulih ke level pra-krisis, periode ini menjadi fondasi stabilitas ekonomi Indonesia.

Krisis Global 2008 dan Dampaknya

Pada 2008, dunia kembali dilanda krisis keuangan global yang dipicu oleh runtuhnya sektor perbankan di Amerika Serikat. Dampaknya, rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp12.000 per dolar AS.

Namun, berbeda dengan 1998, pelemahan ini relatif lebih terkendali karena fundamental ekonomi Indonesia lebih kuat. Selain itu cadangan devisa meningkat juga menjadi penolong sistem perbankan lebih sehat.

Setelah krisis mereda, rupiah kembali stabil di kisaran Rp9.000–Rp10.000 pada periode 2009–2011.

Periode Fluktuatif (2013–2019)

Memasuki 2013, rupiah kembali mengalami tekanan akibat kebijakan tapering off The Fed sehingga membuat defisit transaksi berjalan dan ketergantungan pada impor.

Pada periode ini, kurs rupiah bergerak di kisaran: Rp12.000 – Rp14.500 per dolar AS

Meski fluktuatif, pelemahan masih tergolong gradual dan tidak ekstrem seperti 1998.

Pandemi COVID-19 (2020)

Tahun 2020 menjadi salah satu momen penting dalam sejarah nilai tukar rupiah. Pandemi COVID-19 menyebabkan ketidakpastian global yang tinggi.

Pada Maret 2020, rupiah sempat melemah hingga sekitar Rp16.000 per dolar AS. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama karena:

  • Intervensi agresif Bank Indonesia
  • Stimulus ekonomi pemerintah
  • Pemulihan pasar global

Setelah itu, rupiah kembali menguat ke kisaran Rp14.000-an.

Kondisi Terkini (2024–2026): Mendekati Level Krisis

Dalam beberapa tahun terakhir, rupiah kembali mengalami tekanan akibat faktor global seperti kenaikan suku bunga AS, ketegangan geopolitik dan arus modal keluar (capital outflow).

Pada Maret 2025, nilai tukar rupiah sempat mencapai sekitar Rp16.600 per dolar AS, mendekati level terendah sejak krisis 1998. 

Bahkan pada 2026, kurs rupiah dilaporkan berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS secara nominal. 

Namun, penting dicatat bahwa kondisi saat ini berbeda dengan 1998. Pelemahan rupiah terjadi secara bertahap dan didukung oleh fundamental ekonomi yang lebih kuat, seperti inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.284 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:39 WIB

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 07:59 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:52 WIB

Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore

Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 16:43 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×