- Ketimpangan Ekstrem: 50 orang terkaya kuasai Rp4.651 T, tumbuh Rp13 miliar tiap hari.
- Politik Uang: Kekayaan wakil rakyat di Senayan capai 810 kali lipat dari rakyat biasa.
- Kutukan SDA: 58% harta superkaya berasal dari keruk alam, sisakan bencana bagi daerah.
Suara.com - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) merilis laporan dan penelitian bertajuk “Laporan Ketimpangan Ekonomi di Indonesia 2026: Republik Oligarki” beberapa waktu lalu.
Yang menarik dalam laporan tersebut menemukan bahwa harta 50 orang terkaya di Indonesia kini setara dengan total kekayaan sekitar 55 juta penduduk.
CELIOS mencatat bahwa kekayaan para 'Sultan' di Indonesia melonjak hampir dua kali lipat dalam tujuh tahun terakhir, menyentuh angka Rp4.651 triliun.
Ironisnya, lebih dari separuh pundi-pundi emas para orang kaya ini (57,8%) bersumber dari sektor ekstraktif industri yang mengeruk perut bumi, membabat hutan, dan meninggalkan jejak kerusakan lingkungan bagi masyarakat lokal.
Data menunjukkan bahwa kelompok 1% teratas di Indonesia menguasai sekitar 21% total kekayaan nasional.
"Artinya, hampir seperlima dari seluruh perputaran uang di negeri ini hanya bermuara di kantong segelintir orang," tulis laporan itu, Suara.com telah meminta izin kepada Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira untuk menukil hasil penelitiannya pada Jumat (24/4/2026).
Ketimpangan ini makin tak masuk akal jika kita melihat pergerakan angka per detik, dimana harta 50 triliuner bisa bertambah Rp13,48 miliar setiap hari atau Rp156.000 setiap detik.
Bandingkan dengan upah buruh yang bekerja keras setiap harinya hanya naik Rp2.113 setiap hari alias Rp1,47 per detik.
Dengan rasio ini, seorang buruh rata-rata butuh waktu dua abad kerja keras tanpa henti hanya untuk menyamai kekayaan Presiden Prabowo Subianto yang tercatat di angka Rp2 triliun.
Tak hanya para triliuner, para pejabat politik negeri ini juga mencatatkan jumlah harta kekayaan yang sangat tinggi.
Dalam laporan CELIOS itu diungkapkan bahwa data LHKPN 2026 mengungkap fakta mengejutkan di mana rata-rata kekayaan anggota DPR/DPD RI mencapai ratusan kali lipat dibanding rakyat yang mereka wakili.
Di Gorontalo, rasionya mencapai 810 kali lipat. Bagaimana mungkin seorang pejabat yang 800 kali lebih kaya bisa merasakan pedihnya rakyat yang bingung besok makan apa?
"Kalau kursi di Senayan lebih ditentukan isi rekening daripada isi kepala, jangan heran kalau kebijakan yang lahir hanya menguntungkan oligarki, bukan rakyat jelata," tulis laporan tersebut.
Para oligarki ini mayoritas berdomisili di Jakarta, namun mesin uang mereka berada di pelosok Kalimantan, Sumatera, hingga Papua. Mereka menikmati dividen mewah dan jet pribadi yang emisinya setara dengan puluhan ribu motor sementara warga di daerah lingkar tambang harus berdamai dengan banjir dan rusaknya ruang hidup.
CELIOS berpendapat tanpa perubahan struktur politik dan ekonomi yang radikal, pada tahun 2050 nanti, 50 orang terkaya diprediksi akan memiliki kekayaan setara dengan 111 juta penduduk Indonesia.