Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 24 April 2026 | 18:07 WIB
Sengkarut MinyaKita: Antara Kelangkaan, Birokrasi BUMN, dan Rencana Kenaikan Harga
Niat awal pemerintah meluncurkan MinyaKita adalah untuk menyediakan minyak goreng higienis dengan harga terjangkau bagi rakyat kecil. Namun, memasuki April 2026, janji manis Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter tampak kian semu. Foto Gemini AI
  • Harga MinyaKita tembus Rp22.500 akibat stok terserap program bantuan pangan nasional.

  • Pedagang pasar keluhkan birokrasi distribusi BUMN Pangan yang dinilai rumit dan lambat.

  • Pemerintah beri sinyal kenaikan HET MinyaKita karena harga lama sudah tidak relevan.

Suara.com - Niat awal pemerintah meluncurkan MinyaKita adalah untuk menyediakan minyak goreng higienis dengan harga terjangkau bagi rakyat kecil.

Namun, memasuki April 2026, janji manis Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter tampak kian semu. Di lapangan, produk ini bak barang gaib yang kalaupun ada, harganya sudah "mencekik" kantong konsumen.

Mengapa program andalan ini justru menjadi beban baru bagi masyarakat? Berikut adalah explainer mendalam mengenai benang kusut distribusi MinyaKita.

Harga Tembus Rp22.500

Pantauan di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan, menunjukkan potret buram. MinyaKita kemasan 1 liter nyaris hilang dari peredaran. Jika tersedia, harganya melonjak drastis hingga Rp20.000 per liter.

Pedagang di pasar mengeluhkan pasokan yang tersendat di tingkat distributor. "Minyakita ukuran 2 liter harganya sudah Rp40 ribu. Padahal seharusnya sekitar Rp31.400 kalau ikut HET. Konsumen akhirnya lebih pilih minyak goreng bermerek sekalian, cuma beda seribu tapi kualitas lebih bagus," keluh Tika, salah satu pedagang pasar.

Pasokan 'Tersedot' Bantuan Pangan

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), memberikan penjelasan blak-blakan. Ia mengakui stok di pasar tradisional menipis karena volume MinyaKita terserap habis untuk program bantuan pangan pemerintah.

"Ada bantuan pangan untuk 33 juta penerima selama dua bulan, masing-masing 2 liter. Itu jumlah yang sangat besar. Stok dari pasar pindah ke bantuan pangan, sehingga harga di pasar naik karena barangnya berkurang," papar Zulhas.

Distribusi BUMN yang Dianggap Mempersulit

Meski pemerintah melalui Permendag Nomor 43 Tahun 2025 telah mewajibkan produsen menyalurkan minimal 35 persen DMO (Domestic Market Obligation) ke BUMN Pangan (Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma), hasilnya belum optimal.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan distribusi Minyakita melalui BUMN pangan justru mempersulit akses pasokan di lapangan.

Iamengatakan skema distribusi dan persyaratan administrasi membuat pedagang kesulitan memperoleh minyak goreng murah tersebut. Akibatnya, harga produk minyak murah itu terus melambung tinggi hingga selalu di atas HET.

"Bulog dengan jejaring yang dimilikinya untuk pendistribusian Minyakita juga tidak berjalan dengan optimal," ucap Reynaldi.

Lebih lanjut, ia menilai kendala distribusi tidak hanya terjadi pada penyaluran barang, tetapi juga pada aspek teknis dan administrasi yang dinilai berbelit bagi pedagang.

"Cenderung mempersulit dengan urusan-urusan teknis dan administrasi sehingga pedagang kami yang sudah kami daftarkan ke bulog di masing-masing wilayah, sudah dua minggu lebih juga tidak diantarkan Minyakitanya," tuturnya.

Sinyal Kenaikan HET

Menteri Perdagangan Budi Santoso memberi sinyal kuat bahwa aturan main akan segera berubah. Ia mengakui bahwa HET Rp15.700 sudah "kadaluwarsa" karena tidak disesuaikan selama lebih dari tiga tahun.

"Semua harus disesuaikan. Kondisi pasar dan biaya sudah berubah," ujar Budi. Selain berencana menaikkan HET, pemerintah juga membuka opsi untuk meningkatkan kuota penyaluran lewat BUMN Pangan hingga di atas 35 persen untuk memotong rantai distribusi yang panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Arti Desil 1-10? Ini Cara Cek Desil Bansos Online Pakai NIK KTP

Apa Arti Desil 1-10? Ini Cara Cek Desil Bansos Online Pakai NIK KTP

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 07:20 WIB

Benarkah BLT Kesra Cair Lagi Bulan April 2026? Cek Info Terbarunya

Benarkah BLT Kesra Cair Lagi Bulan April 2026? Cek Info Terbarunya

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 10:04 WIB

Harga Minyak Naik! Pemprov DKI Larang MinyaKita Jadi Bansos Demi Jamin Stok di Pasar

Harga Minyak Naik! Pemprov DKI Larang MinyaKita Jadi Bansos Demi Jamin Stok di Pasar

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:51 WIB

Terkini

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

MBG Sukses Ciptakan Ekosistem Rantai Pasok Baru di Daerah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:56 WIB

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Chatib Basri Blak-blakan ke Prabowo soal Tergerusnya Kepercayaan pada Pemerintah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:57 WIB

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:24 WIB

Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana

Chatib Basri Kaget Menkes Budi Gunadi Sadikin Juga Diundang ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:59 WIB

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:44 WIB

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Purbaya Target Defisit APBN 1,8-2,4 Persen di 2027

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:43 WIB

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:19 WIB

Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi

Lauk Ayam dan Usus Mulai Naik di Warteg, Kelas Menengah Mulai Kurangi Porsi

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:11 WIB

Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor

Tanggapi Isu 'Sell Indonesia', Bos OJK Beri Peringatan Keras ke Investor

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:01 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana

Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:45 WIB