Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto ist
  • OJK & Bibit luncurkan PINTAR Reksa Dana guna perkuat literasi keuangan domestik.
  • Strategi SIP Bibit bidik disiplin investasi, berkaca pada sukses 600% AAUM India.
  • Investor pasar modal RI tembus 26 juta, potensi pertumbuhan reksa dana kian besar.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku industri pasar modal resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026). Langkah strategis ini membidik penguatan pasar keuangan domestik melalui disiplin investasi masyarakat.

Hadir dalam peluncuran tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Gerakan ini menjadi momentum krusial mengingat jumlah investor pasar modal Indonesia kini telah menembus angka 26 juta investor.

Aplikasi investasi digital Bibit.id turut mengambil peran sentral dalam gerakan ini. Direktur Bibit.id, Hilmawan Kusumajaya menyatakan bahwa pihaknya telah mempelopori fitur Systematic Investment Plan (SIP) atau nabung rutin sejak tahun 2020.

"Filosofi investasi terencana dan berkala telah terbukti menjadi cara paling efektif bagi masyarakat untuk membangun kekayaan jangka panjang," ujar Hilmawan.

Strategi SIP menggabungkan kekuatan bunga majemuk (the power of compounding) dan Dollar Cost Averaging. Investor diwajibkan menyetor dana dalam jumlah tetap secara terjadwal. Metode ini dinilai cocok untuk target jangka panjang, seperti pembelian hunian dalam horizon waktu 10 tahun.

Ambisi Indonesia untuk memperbesar basis investor reksa dana bukan tanpa referensi. Chief Executive AMFI (India), Venkat N. Chalasani, yang turut hadir, memaparkan data mencengangkan dari Negeri Bollywood.

Melalui kampanye “Mutual Fund Sahi Hai” yang dimulai pada 2017, India berhasil mengubah lanskap investasinya. Dalam periode singkat Februari 2017 hingga Maret 2019 saja, Average Assets Under Management (AAUM) reksa dana di India tumbuh 33%.

"Yang lebih mencengangkan, sejak gerakan itu dicanangkan hingga hari ini, AAUM reksa dana di India tercatat tumbuh 600%," ungkap Venkat.

Hilmawan optimis Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dan meraih kesuksesan serupa. "Dengan lebih dari 26 juta investor per hari ini, kami optimis dapat mencapai kesuksesan yang sama dengan India melalui disiplin dan teknologi finansial," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026

Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026

News | Senin, 27 April 2026 | 17:56 WIB

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

3 Jenis Reksadana yang Paling Cocok untuk Investor Pemula, Risiko Rendah

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 15:41 WIB

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:19 WIB

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:10 WIB

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:02 WIB

Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko

Program 3 Juta Rumah, Kredit Perumahan Rp500 Miliar Dapat Penguatan Mitigasi Risiko

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:54 WIB

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:52 WIB

Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik

Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:39 WIB

Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa

Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:37 WIB

Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:28 WIB

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:13 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 09:34 WIB