Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB
Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD
Rupiah meloyo lagi terhadap dolar AS ke level Rp 17.242/USD
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.242 per Dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 28 April 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi akibat sentimen negatif pasar regional dan penguatan Dolar AS terkait konflik Timur Tengah.
  • Bank Indonesia melakukan intervensi intensif untuk menahan laju penurunan nilai mata uang rupiah di pasar domestik.

Suara.com - Nilai tukar rupiah tidak berdaya berhadapan dengan Dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan Selasa, 28 April 2026. Pelemahan ini dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri hingga luar negeri.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini berada di zona merah ke level Rp17.242 per dolar AS atau melemah 0,19 persen dari perdagangan Senin, 27 April 2026 di level Rp 17.211.

Sedangkan, kurs Jisdor BI menunjukkan mata uang garuda berada di level Rp17.245.

Pelemahan ini juga terjadi pada mata uang Asia lainnya. Salah Baht Thailand menjadi mata uang Asia paling tertekan dengan pelemahan sekitar 0,31 persen. Kemudian, Peso Filipina dengan penurunan 0,14 persen.

Lalu, Dolar Taiwan mengalami penurunan 0,11 persen. Diikuti Yuan China turun 0,09 persen dan on Korea juga melemah tipis sebanyak 0,04 persen.

Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]

Adapun, pelemahan rupiah ini dinilai Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong akibat dolar AS terus naik.

"Rupiah dan mata uang regional, Asia maupun utama dunia umumnya melemah cukup besar terhadap dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengungkapkan pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen risk off regional dan penguatan AS merespon prospek perdamaian di Timur Tengah yang meredup oleh laporan bahwa Trump tidak puas dengan proposal damai Iran. 

Apalagi, umumnya mata uang Garuda masih tertekan dalam sepekan ini. Namun, Bank Indonesia (BI) terus mengitervensi rupiah secara intensif. 

"Di sisi lain mood atau sentimen pasar cenderung on and off merespon perkembangan seputar timteng. Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah namun terbatas, dengan potensi bebalik menguat apabila sentimen membaik dan intervensi BI," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:39 WIB

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Terkini

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WIB

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB

Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Tingkatkan Mobilitas dan Perkuat Perekonomian Nasional

Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Tingkatkan Mobilitas dan Perkuat Perekonomian Nasional

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:05 WIB