Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 28 April 2026 | 16:22 WIB
Rupiah Loyo Lagi, Masih Betah di Level Rp 17.242/USD
Rupiah meloyo lagi terhadap dolar AS ke level Rp 17.242/USD
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.242 per Dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 28 April 2026.
  • Pelemahan rupiah terjadi akibat sentimen negatif pasar regional dan penguatan Dolar AS terkait konflik Timur Tengah.
  • Bank Indonesia melakukan intervensi intensif untuk menahan laju penurunan nilai mata uang rupiah di pasar domestik.

Suara.com - Nilai tukar rupiah tidak berdaya berhadapan dengan Dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan Selasa, 28 April 2026. Pelemahan ini dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri hingga luar negeri.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini berada di zona merah ke level Rp17.242 per dolar AS atau melemah 0,19 persen dari perdagangan Senin, 27 April 2026 di level Rp 17.211.

Sedangkan, kurs Jisdor BI menunjukkan mata uang garuda berada di level Rp17.245.

Pelemahan ini juga terjadi pada mata uang Asia lainnya. Salah Baht Thailand menjadi mata uang Asia paling tertekan dengan pelemahan sekitar 0,31 persen. Kemudian, Peso Filipina dengan penurunan 0,14 persen.

Lalu, Dolar Taiwan mengalami penurunan 0,11 persen. Diikuti Yuan China turun 0,09 persen dan on Korea juga melemah tipis sebanyak 0,04 persen.

Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]

Adapun, pelemahan rupiah ini dinilai Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong akibat dolar AS terus naik.

"Rupiah dan mata uang regional, Asia maupun utama dunia umumnya melemah cukup besar terhadap dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengungkapkan pelemahan rupiah dipicu oleh sentimen risk off regional dan penguatan AS merespon prospek perdamaian di Timur Tengah yang meredup oleh laporan bahwa Trump tidak puas dengan proposal damai Iran. 

Apalagi, umumnya mata uang Garuda masih tertekan dalam sepekan ini. Namun, Bank Indonesia (BI) terus mengitervensi rupiah secara intensif. 

"Di sisi lain mood atau sentimen pasar cenderung on and off merespon perkembangan seputar timteng. Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah namun terbatas, dengan potensi bebalik menguat apabila sentimen membaik dan intervensi BI," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.246

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:39 WIB

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Rupiah Perkasa Lawan Dolar AS ke Level Rp 17.211 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Mengapa Rupiah Terus Anjlok?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 14:00 WIB

Terkini

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

YLKI Pertanyakan Infrastruktur dan Sistem Keselamatan PT KAI dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 16:12 WIB

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:46 WIB

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, MTI Desak KNKT Bongkar Keandalan Taksi Listrik VinFast

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:34 WIB

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:31 WIB

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Setelah Ada Kecelakaan KRL, BP BUMN Baru Evaluasi KAI Secara Menyeluruh

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 15:24 WIB

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Tren Investasi Emas Digital Semakin Diminati di Indonesia

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:57 WIB

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Perbedaan RDPU dan RDPT, Mana yang Lebih Cuan untuk Investor Pemula?

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:54 WIB

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Pemerintah Evaluasi Izin Taksi Green SM Buntut Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 14:12 WIB

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Harta Pemilik Taksi Green SM 13 Kali Lipat Kekayaan Presiden Prabowo

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 13:37 WIB