- Okupansi Whoosh naik ke 65% pascakecelakaan kereta di Bekasi Timur.
- Penumpang harian melonjak dari biasanya hanya 45-50% per perjalanan.
- Mayoritas penumpang (80%) bertujuan ke Stasiun Padalarang.
Suara.com - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mencatat adanya kenaikan tingkat keterisian atau okupansi kereta cepat Whoosh sehari setelah kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan peningkatan terlihat jika dibandingkan dengan pola okupansi pada hari Selasa biasanya, yang cenderung lebih landai dibanding akhir pekan.
“Kalau dibandingkan dengan hari Selasa minggu lalu memang ada kita melihat ada sedikit peningkatan ya,” kata Eva Chairunisa di Stasiun KCIC Halim, Selasa (28/4/2026).
Menurut Eva, pada hari biasa seperti Selasa, tingkat keterisian kursi Whoosh umumnya hanya berada di kisaran 45 hingga 50 persen per perjalanan.
Namun pascakecelakaan kereta di Bekasi, okupansi per kereta tercatat naik menjadi sekitar 65 persen.
“Untuk hari ini itu tadi kita melihat okupansi per KA itu sekitar 65 persen. Biasanya itu hanya di sekitar 45 sampai dengan 50 persen,” ujarnya.
Eva menjelaskan Selasa dan Rabu umumnya menjadi periode dengan lalu lintas penumpang yang tidak terlalu padat, berbeda dengan Kamis hingga Senin yang cenderung menjadi periode sibuk.
Karena itu, kenaikan okupansi di hari kerja dinilai menjadi indikator adanya tambahan permintaan perjalanan pada jalur Jakarta-Bandung.
“Yang paling padat itu kan biasanya mulai di Kamis, Kamis udah padat tuh mulai naik, Jumat, Sabtu, Minggu sampai Senin pagi tadi. Selasa, Rabu itu agak landai,” tutur Eva.
Dengan kapasitas 601 kursi per kereta, tingkat okupansi 65 persen setara dengan sekitar 300 hingga 400 penumpang dalam satu perjalanan rangkaian kereta.
Eva menyebut mayoritas penumpang pada periode tersebut berasal dari rute Halim-Padalarang.
“Kalau mayoritas pengguna kereta itu 80 persen turun di Padalarang,” pungkas dia.