Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Laporan Kinerja ISAT Kuartal I 2026, Buy atau Sell?

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 07:24 WIB
Laporan Kinerja ISAT Kuartal I 2026, Buy atau Sell?
Indosat meluncurkan fitur SATSPAM di Jakarta. [Indosat]
  • PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk mencatatkan total pendapatan Rp15,2 triliun pada kuartal pertama tahun 2026, tumbuh 12,1% secara tahunan.
  • Layanan GPUaaS melalui AI Neocloud memberikan kontribusi pendapatan US$16 juta sebagai pilar bisnis baru yang sangat inovatif.
  • Perusahaan berencana melakukan monetisasi Fiberco pada kuartal ketiga 2026 untuk mendanai investasi spektrum infrastruktur 5G di masa depan.

Suara.com - Seiring dengan pergeseran fokus dari sekadar penyedia konektivitas menjadi pemain kunci dalam ekosistem kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur digital, emiten PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten yang mencuri perhatian.

Berdasarkan laporan kinerja kuartal pertama tahun 2026 (1Q26), perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan yang selaras dengan ekspektasi pasar, didukung oleh pilar bisnis baru yang inovatif dan pengelolaan aset yang strategis.

Langkah ISAT dalam merambah bisnis Graphics Processing Unit as a Service (GPUaaS) melalui AI Neocloud mulai memberikan dampak nyata terhadap struktur pendapatan perusahaan.

Transformasi ini tidak hanya memperkuat posisi ISAT di mata investor tetapi juga memberikan dimensi baru dalam persaingan operator seluler di tanah air yang kini semakin fokus pada monetisasi data dan layanan bernilai tambah.

Analisis Kinerja Keuangan: Pendapatan Inti dan EBITDA

Pada periode tiga bulan pertama tahun 2026, Indosat Ooredoo Hutchison melaporkan pendapatan inti sebesar Rp1,5 triliun.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) yang sangat kuat sebesar 26,2%, meskipun secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq) mengalami koreksi sebesar 27,8%. Penurunan kuartalan tersebut dinilai wajar oleh para analis karena faktor musiman dan normalisasi pasca-puncak belanja di akhir tahun sebelumnya.

Total pendapatan perusahaan mencapai Rp15,2 triliun pada 1Q26, atau meningkat 12,1% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh performa segmen seluler yang tetap tangguh dan kontribusi dari segmen MIDI (Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet) yang terus berekspansi.

Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA tercatat mencapai Rp7,2 triliun, tumbuh 12,9% secara tahunan dengan adanya sedikit ekspansi margin yang menggembirakan bagi pemegang saham.

Salah satu sorotan utama dalam laporan keuangan ISAT kali ini adalah kontribusi dari unit bisnis AI Neocloud. Layanan GPUaaS ini berhasil menyumbangkan pendapatan sebesar US$16 juta pada kuartal pertama saja.

Pencapaian ini menempatkan perusahaan pada jalur yang tepat untuk mencapai target tahunan (*Full Year* 2026) yang dipatok pada kisaran US$65 juta hingga US$70 juta.

Permintaan akan infrastruktur AI yang terus menguat secara global, diiringi dengan kenaikan harga unit GPU, memberikan keuntungan strategis bagi ISAT yang telah lebih awal mengamankan kapasitas infrastruktur.

Metrik Operasional: ARPU dan Trafik Data

Indosat juga mencatatkan kenaikan pada rata-rata pendapatan per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU). ARPU ISAT kini berada di angka Rp45.200, melonjak 15,3% jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Kenaikan ini dipicu oleh pertumbuhan trafik data yang berkelanjutan serta strategi manajemen dalam melakukan kurasi paket layanan yang lebih menguntungkan.

Namun, para pelaku pasar perlu mencermati bahwa pertumbuhan ARPU di masa depan kemungkinan akan bergerak lebih moderat.

Hal ini disebabkan oleh tingkat ARPU kompetitor utama seperti Telkomsel yang sudah cukup tinggi serta adanya potensi normalisasi pola konsumsi masyarakat pasca-momen Lebaran.

Kendati demikian, manajemen optimis bahwa integrasi layanan AI ke dalam paket konsumen dan perluasan cakupan 5G akan mampu menjaga loyalitas pelanggan sekaligus menarik segmen pengguna bernilai tinggi.

Langkah besar lainnya yang tengah dinanti oleh pasar adalah proses monetisasi Fiberco (perusahaan serat optik) yang dijadwalkan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026 (3Q26).

Proses ini diprediksi akan menghasilkan dana segar hingga kurang lebih US$700 juta bagi kas perusahaan. Dana hasil monetisasi aset ini sangat krusial bagi ISAT untuk mendanai investasi spektrum di masa mendatang, yang menjadi aset vital dalam persaingan teknologi 5G.

Efisiensi aset melalui skema monetisasi ini dipandang sebagai langkah cerdas untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan tanpa harus menambah beban utang yang signifikan.

Dengan likuiditas yang kuat, ISAT memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk melakukan belanja modal (CapEx) pada infrastruktur digital masa depan yang memiliki margin keuntungan lebih tebal dibandingkan layanan suara atau SMS konvensional.

Rekomendasi Saham: BNI Sekuritas Pertahankan Rating BUY

Melihat eksekusi operasional yang solid dan prospek pertumbuhan yang jelas dari lini bisnis AI, BNI Sekuritas mempertahankan rating BUY (Beli) untuk saham ISAT.

Target harga (TP) yang dipatok berada pada level Rp2.900 per lembar saham. Optimisme ini didasarkan pada beberapa faktor kunci:

  • Eksekusi kinerja kuartal pertama yang konsisten dan sesuai dengan ekspektasi analis.
  • Prospek suntikan dana segar dari monetisasi Fiberco yang diproyeksikan cair pada semester kedua tahun ini.
  • Posisi ISAT sebagai pemimpin dalam adopsi teknologi AI (GPUaaS) di sektor telekomunikasi Indonesia yang memberikan keunggulan kompetitif.
  • Katalis pertumbuhan jangka panjang dari penetrasi 5G dan layanan berbasis data lainnya.

Secara keseluruhan, Indosat Ooredoo Hutchison berhasil membuktikan bahwa sinergi pasca-merger telah membuahkan hasil nyata dalam bentuk efisiensi operasional dan inovasi produk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar

BBRI Jaga Margin di Tengah Gejolak Suku Bunga, Kinerja Kuartal I Lampaui Ekspektasi Pasar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 06:52 WIB

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:18 WIB

Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya

Airlangga Soroti Sepinya IPO Pasar Saham RI di Q1 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:30 WIB

Bukukan Pendapatan Rp2,3 triliun, AVIA Catat Pertumbuhan 16,8 Persen

Bukukan Pendapatan Rp2,3 triliun, AVIA Catat Pertumbuhan 16,8 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:03 WIB

Bukalapak Lapor: Kuartal I 2026 Rugi Rp425 Miliar dan PHK 5 Karyawan

Bukalapak Lapor: Kuartal I 2026 Rugi Rp425 Miliar dan PHK 5 Karyawan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:35 WIB

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:14 WIB

Terkini

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Pakar: Tidak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:00 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Rupiah Tembus Rp17.500, ESDM Mulai Bahas Nasib Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:58 WIB

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

MSCI Tendang 6 Saham Indonesia dan IHSG Anjlok, OJK: Ini Awal Baru

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:54 WIB