Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.186,363
LQ45 618,857
Srikehati 301,720
JII 368,583
USD/IDR 18.073

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 52 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Irwan Febri

Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:44 WIB
Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 52 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana
Owner rumah makan Jejamuran, Ratidjo Hardjo Suwarno, tersenyum usai menceritakan perjalanan bisnisnya, Selasa (14/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)
baca 10 detik
  • Ratidjo Hardjosuwarno mendirikan rumah makan Jejamuran di Sleman pada tahun 2006 untuk mempromosikan olahan kuliner berbahan dasar jamur.
  • Ia melakukan edukasi intensif selama tiga tahun guna mengatasi stigma negatif masyarakat mengenai keamanan konsumsi makanan jamur.
  • Berkat bantuan modal Bank BRI, usaha Ratidjo berkembang pesat hingga meraih berbagai penghargaan nasional dan dikunjungi tokoh penting.

Suara.com - Di saat banyak orang memilih menikmati masa pensiun dengan beristirahat dan bersantai, langkah berbeda justru diambil oleh Ratidjo Hardjo Suwarno. Pada usia yang tak lagi muda, ia yang awalnya petani jamur memilih memulai usaha rumah makan bernama Jejamuran di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ratidjo lahir pada 16 April 1944. Pengalaman hidupnya terbilang panjang, mulai dari menjabat sebagai kepala produksi di PT Magoredjo, kepala perkebunan PT Kebun Parompong, hingga memimpin PT Tuwuhagung.

Namun, alih-alih pensiun dengan nyaman, ia justru memulai perjalanan baru sebagai pengusaha saat usianya menginjak 52 tahun.

Ratidjo memilih jalur yang tidak biasa, berjualan makanan berbahan dasar jamur, yang saat itu masih dianggap asing dan bahkan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Perjalanan awalnya pun tidak mudah. Ratidjo memasarkan produknya dari rumah ke rumah, meninggalkan status dan jabatan yang pernah dirinya sandang. Ia menanggalkan gengsi demi memperkenalkan usahanya.

"Saya jual pertama tidak ada yang mau beli, takut keracunan, takut mati. Akhirnya saya keliling rumah ke rumah. Mantan pimpinan perusahaan, dari rumah ke rumah, tidak semua orang bisa seperti saya. Saya tidak pernah sakit hati, saya tidak punya ego," kata Ratidjo menceritakan.

Ratidjo Hardjo Suwarno saat menceritakan perjalanan bisnisnya di ruang meeting rumah makan Jejamuran, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)
Ratidjo Hardjo Suwarno saat menceritakan perjalanan bisnisnya di ruang meeting rumah makan Jejamuran, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (14/4/2026). (Suara.com/Irwan Febri)

Selama hampir tiga tahun, ia bersama sang istri terus menawarkan olahan jamur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Berbagai penolakan dan komentar negatif tidak membuatnya mundur.

"Jual rumah ke rumah, tujuannya edukasi. Kita jelaskan jamur sehat, tidak beracun. Hampir 3 tahun sosialisasi dengan masyarakat makan jamur," lanjutnya.

"Ada omongan tidak enak, menyakitkan, itu tidak mudah. Apalagi yang pernah makan jamur kemudian alergi. Karena itu diperlukan kesabaran yang luar biasa. Tapi setelah itu saya ketemu ibu-ibu arisan, saya masuk sekolah ketemu guru, datang ke kantor kelurahan hingga kabupaten. Itu memulai awalnya seperti itu," tuturnya menambahkan.

baca juga
Potret lawas owner Jejamuran, Ratidjo Hardjo Suwarno, ketika memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai jamur. (Dok. Pribadi)
Potret lawas owner Jejamuran, Ratidjo Hardjo Suwarno, ketika memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai jamur. (Dok. Pribadi)

Perlahan, usahanya mulai menemukan jalan. Ratidjo kemudian mendirikan restoran Jejamuran pada 2006, yang tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman dan edukasi jamur bagi pengunjung.

"Saya bikin warung. Tamu saya ajak ke kebun, saya cerita. itu mulut ke mulut, akhirnya banyak datang ke Jejamuraan," ungkapnya lagi.

Berkembang dengan Modal Terbatas

Seiring meningkatnya minat pengunjung, Ratidjo Hardjosuwarno mulai mengembangkan usahanya. Namun, keterbatasan modal menjadi tantangan besar.

Saat itu, ia bahkan hanya memiliki Rp200.000 untuk menambah meja dan kursi bagi tamu.

Kolase potret lawas rumah makan Jejamuran di Sleman, DI Yogyakarta. (Dok. Pribadi)
Kolase potret lawas rumah makan Jejamuran di Sleman, DI Yogyakarta. (Dok. Pribadi)

Upayanya mencari tambahan modal ke sejumlah bank sempat menemui jalan buntu. Ia dianggap belum layak mendapatkan pinjaman karena usahanya dinilai berisiko tinggi.

Hingga akhirnya, kesempatan datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang bersedia memberikan pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

"Persiapannya belum bisa, saya punya dana 200 ribu, beli meja kursi untuk melengkapi. Kemudian, baru dibantu BRI tahun 2006 sebesar 25 juta," kata Ratidjo.

"Awalnya tidak ada bank yang menawarkan, waktu jualan itu saya dianggap belum layak. Risiko tinggi. Teman-teman dari bank itu tidak ada yang merespons. Saya kemudian datang ke BRI, dipercaya waktu itu, saya pun yakin bisa mengembalikan. Saya dapat pinjaman 25 juta, saya pakai membangun bangunan ini, sarana pakai alat rumah sendiri," lanjutnya.

"Saya kalau tidak penting, saya tidak pinjam. Kerja dengan bank itu, bisnis kepercayaan, akhirnya sekarang semua bank nawari saya," imbuh pengusaha kelahiran Yogyakarta itu.

Dengan modal terbatas dan perjuangan panjang untuk mendapatkan kepercayaan bank, Ratidjo membangun usahanya secara bertahap. Dari fasilitas sederhana, usaha tersebut perlahan berkembang mengikuti meningkatnya jumlah pengunjung.

Dari kondisi serba terbatas itu, Jejamuran kemudian tumbuh menjadi salah satu destinasi kuliner yang dikenal luas di Yogyakarta.

Dari Sleman ke Istana

Kerja keras Ratidjo membuahkan hasil. Pada 2009, ia meraih penghargaan UKM terbaik DIY dari Hamengkubuwono X. Di tahun yang sama, ia mendapat undangan ke Istana Negara pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Penghargaan itu kembali terulang pada 2014, ketika ia kembali dipanggil ke Istana pada era Joko Widodo.

Momen owner Jejamuran, Ratidjo Hardjo Suwarno, mendapatkan penghargaan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Istana Merdeka pada 2014. (Dok. Pribadi)
Momen owner Jejamuran, Ratidjo Hardjo Suwarno, mendapatkan penghargaan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Istana Merdeka pada 2014. (Dok. Pribadi)

Seiring berkembangnya usaha, berbagai tokoh penting turut berkunjung, mulai dari Jusuf Kalla, Boediono, hingga Try Sutrisno. Tokoh kuliner seperti Bondan Winarno hingga petinju Chris John juga pernah datang.

"Jejamuran akhirnya berkembang, Bondan almarhum itu membantu. Saya tetap membina petani, 2009 penghargaan UKM terbaik DIY dari sultan HB X," ujar Ratidjo

"Kemudian tahun 2009 dipanggil Istana, setelah itu 2014 ke Istana lagi. Akhirnya para pejabat datang, seperti bapak Jusuf Kalla, Budiono, Try Sutrisno. Jadi tiga wakil presiden sudah ke Jejamuran," tutup pria yang pernah bekerja di perusahaan batik itu.

Hubungan dengan BRI Terus Terjalin

Sementara itu, Astika selaku Relationship Manager Funding & Transaction (RMFT) Bank BRI Cabang Sleman, yang hadir di Jejamuran pada kunjungan BRI pada 14 April 2026, turut bangga dengan kesuksesan Ratidjo.

Ia mengaku hubungan antara pria 82 tahun itu dengan BRI masih sangat baik hingga sekarang. Bahkan, transaksi hingga tabungan dari Ratidjo masih menggunakan BRI.

Astika berharap hubungan antara BRI dan Ratidjo bisa terus meluas. Juga para pengusaha lainnya yang bekerja sama dengan BRI.

Funding & Transaction Manager BRI Cabang Sleman, Hani Widyasari (kiri) dan Relationship Manager Funding & Transaction, Astika, saat mengunjungi Jejemuran. (Suara.com/Irwan Febri)
Funding & Transaction Manager BRI Cabang Sleman, Hani Widyasari (kiri) dan Relationship Manager Funding & Transaction, Astika (kanan), saat mengunjungi Jejemuran. (Suara.com/Irwan Febri)

"Beliau sama manajemen itu alhamdulillah, dengan BRI bagus hubungannya. Seperti kita kan tidak hanya masalah terkait kredit. Beliau sempat menyampaikan kredit, sebenarnya tidak hanya kredit," kata Astika dengan ditemani Hani Widyasari selaku Funding & Transaction Manager.

"Beliau semuanya, tabungan kemudian transaksi, itu hampir sebagian besar di BRI," imbuhnya.

Kisah Ratidjo menjadi bukti bahwa memulai tidak mengenal usia. Di saat banyak orang memilih berhenti, ia justru melangkah dan membuktikan bahwa keberanian untuk memulai bisa membuka jalan menuju kesuksesan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:34 WIB

Bukan Cuma Bangun Rumah, Strategi KPR BRI Ini Ternyata Hidupkan UMKM di Daerah

Bukan Cuma Bangun Rumah, Strategi KPR BRI Ini Ternyata Hidupkan UMKM di Daerah

Bri | Rabu, 15 April 2026 | 12:33 WIB

BRI Salurkan Bantuan Sembako bagi Korban Banjir Lebong Secara Langsung

BRI Salurkan Bantuan Sembako bagi Korban Banjir Lebong Secara Langsung

Bri | Rabu, 15 April 2026 | 12:07 WIB

Promo Diskon Belanja Hero Supermarket, Nasabah BRI Merapat!

Promo Diskon Belanja Hero Supermarket, Nasabah BRI Merapat!

Bri | Rabu, 15 April 2026 | 11:32 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre, Cukup Lewat BRImo Saja!

Bayar Pajak Kendaraan Tak Perlu Antre, Cukup Lewat BRImo Saja!

Bri | Rabu, 15 April 2026 | 11:22 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Mengenal Sosok Mantan Terpidana Korupsi yang Kini Jadi Kandidat Gubernur BI

Mengenal Sosok Mantan Terpidana Korupsi yang Kini Jadi Kandidat Gubernur BI

Video | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:45 WIB

Investor Mulai Cemas, Mengapa Kekosongan Gubernur BI Picu Kekhawatiran Independensi?

Investor Mulai Cemas, Mengapa Kekosongan Gubernur BI Picu Kekhawatiran Independensi?

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:42 WIB

Arti Sillage, Projection, dan Longevity dalam Dunia Parfum

Arti Sillage, Projection, dan Longevity dalam Dunia Parfum

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:37 WIB

CFX10 Naik Tipis Pagi Ini, Aset Bitcoin Melonjak Lagi

CFX10 Naik Tipis Pagi Ini, Aset Bitcoin Melonjak Lagi

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:36 WIB

Kabinet Bayangan, Mengapa Muncul di Indonesia?

Kabinet Bayangan, Mengapa Muncul di Indonesia?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:30 WIB

Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya

Kemenhut Tangkap Pengedar Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong di Padang, Ini Kronologinya

Sumbar | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:30 WIB

Ancaman Perang Terbuka Meluas di Timur Tengah, Negara Arab Tak Mau Terlibat Konflik Iran dan AS

Ancaman Perang Terbuka Meluas di Timur Tengah, Negara Arab Tak Mau Terlibat Konflik Iran dan AS

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:29 WIB

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

Prabowo Bilang Banyak Pemuda Idap Kanker karena Atap Rumah Asbes: Kembali Pakai Ijuk

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:27 WIB

5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari

5 Sepatu Lari Adidas Terbaik untuk Daily Run, Nyaman Dipakai Latihan Setiap Hari

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:26 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir

DPR Ingatkan Pemerintah: Koperasi Desa Merah Putih di Papua Berisiko Mubazir

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 10:23 WIB

×