Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 04 Mei 2026 | 10:31 WIB
IHSG di Zona Hijau, Ini Faktor Utama Penopang Penguatan Bursa Hari Ini
Pergerakan IHSG terus melemah pada perdagangan Kamis (30/4/2026). [Antara].
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia melonjak 0,46 persen ke level 6.988,92 pada perdagangan Senin pagi, 4 Mei 2026.
  • Penguatan indeks didorong oleh sentimen positif meredanya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
  • Investor memantau rilis data ekonomi makro domestik serta AS untuk mengantisipasi arah kebijakan moneter dan stabilitas fiskal.

Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali pekan ini dengan performa positif. Pada pembukaan perdagangan Senin pagi (4/5/2026), indeks terpantau melonjak 32,12 poin atau menguat sekitar 0,46 persen ke level 6.988,92.

Pergerakan ini menjadi sinyal menarik bagi para pelaku pasar yang tengah menanti arah kebijakan ekonomi global maupun domestik.

Meskipun menunjukkan tren kenaikan di awal sesi, para investor terpantau masih bersikap selektif dan cenderung hati-hati. Kekuatan pasar hari ini didorong oleh kombinasi antara ekspektasi stabilitas geopolitik di Timur Tengah serta penantian terhadap rilis data ekonomi makro yang krusial dari Amerika Serikat dan Indonesia.

Salah satu faktor eksternal utama yang menjadi motor penggerak penguatan indeks hari ini adalah perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pelaku pasar global memberikan atensi besar pada potensi putaran baru pembicaraan damai yang dimediasi melalui pihak ketiga.

Kabar mengenai pengiriman proposal perdamaian baru dari Iran kepada AS melalui Pakistan sempat memberikan napas lega pada akhir pekan lalu.

Kondisi ini secara langsung berdampak pada pelandaian harga minyak mentah global, yang secara historis sering menjadi katalis positif bagi pasar saham negara importir minyak seperti Indonesia.

Meski Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan ketidakpuasannya terhadap detail proposal tersebut, pasar tetap melihat adanya ruang dialog sebagai langkah de-eskalasi konflik.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa selain isu geopolitik, fokus investor saat ini tertuju pada data ekonomi dari Negeri Paman Sam.

"Dari data ekonomi, investor akan mencermati data tenaga kerja AS dan data sektor jasa ISM (Institute for Supply Management)," kata Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Data tenaga kerja dan indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa dari Institute for Supply Management (ISM) dianggap sebagai prediktor utama arah kebijakan suku bunga bank sentral AS di masa depan. J

ika data menunjukkan pendinginan ekonomi yang moderat, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dapat semakin kuat, yang kemudian menjadi angin segar bagi aliran modal ke pasar berkembang (emerging markets).

Faktor Domestik: Banjir Data Ekonomi dan Evaluasi Fiskal

Dari dalam negeri, penguatan IHSG juga didukung oleh antisipasi investor terhadap rilis data ekonomi nasional yang dijadwalkan keluar sepanjang pekan ini.

Pekan pertama Mei 2026 menjadi periode yang sangat padat bagi kalender ekonomi Indonesia. Pelaku pasar menanti angka indeks manufaktur (PMI), performa neraca perdagangan, hingga angka inflasi terbaru yang dijadwalkan rilis pada hari ini, 4 Mei 2026.

Lebih lanjut, agenda besar berikutnya adalah pengumuman pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2026 pada 5 Mei besok.

Data ini akan menjadi tolok ukur seberapa tangguh daya beli dan aktivitas ekonomi nasional di tengah tekanan inflasi global.

Sederet data lain seperti cadangan devisa, indeks harga properti, hingga angka penjualan otomotif yang akan menyusul pada akhir pekan juga menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen portofolio investor.

Di sisi lain, isu mengenai kesehatan fiskal turut mewarnai perbincangan di lantai bursa. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 hingga akhir Maret mencatatkan defisit sebesar Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen terhadap PDB.

Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan defisit pada periode yang sama di tahun sebelumnya yang berada di level 0,43 persen.

Pelebaran defisit ini terjadi seiring dengan kenaikan belanja negara yang mencapai 31,4 persen atau senilai Rp815 triliun, sementara pendapatan negara terkumpul Rp574,9 triliun.

"Investor akan mencermati perkembangan realisasi APBN 2026 ini di tengah kekhawatiran akan disiplin fiskal dan dampaknya terhadap ekonomi," jelas Ratna.

Keseimbangan antara belanja pemerintah untuk stimulasi ekonomi dan disiplin fiskal menjadi poin krusial yang dipantau oleh investor asing dalam menilai stabilitas jangka panjang ekonomi Indonesia.

Proyeksi Teknikal IHSG

Melihat dinamika tersebut, IHSG secara teknikal berada dalam posisi yang menentukan. Jika indeks mampu mempertahankan kekuatannya dan konsisten berada di atas level psikologis 7.000, maka terbuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan reli menuju rentang 7.020 hingga 7.150 dalam waktu dekat.

Namun, skenario sebaliknya tetap perlu diwaspadai. Apabila tekanan jual meningkat akibat kekhawatiran fiskal atau sentimen negatif dari data tenaga kerja AS, indeks berpotensi kembali menguji area dukungan (support) di rentang 6.750 hingga 6.850.

Efektivitas penguatan hari ini sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons rilis data inflasi dan neraca dagang yang akan diumumkan dalam beberapa jam ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan

Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:12 WIB

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 09:13 WIB

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

IHSG Berpotensi Technical Rebound di Tengah Rekor Tertinggi Wall Street

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 08:02 WIB

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:43 WIB

15 Saham Antre IPO: Mayoritas Perusahaan Besar, Ini Rinciannya

15 Saham Antre IPO: Mayoritas Perusahaan Besar, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:17 WIB

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:18 WIB

Terkini

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Rupiah Makin Anjlok Parah saat Mata Uang Asia Lain Menguat, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:26 WIB

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:21 WIB

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Harga Barang Elektronik Naik Tajam, Penjualan Pedagang Turun 50 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:19 WIB

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Pelemahan Rupiah Bikin Emas Meroket, Harga Antam Hingga UBS Kompak Meroket!

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:17 WIB

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:40 WIB