- Inflasi merupakan kenaikan harga barang menyeluruh yang menurunkan nilai mata uang akibat faktor produksi dan permintaan.
- Deflasi adalah penurunan harga barang secara terus-menerus yang dapat memicu lesunya ekonomi serta meningkatnya angka pengangguran.
- Stagflasi merupakan kondisi stagnasi ekonomi dan pengangguran tinggi yang dibarengi dengan kenaikan harga.
Fenomena ini terbagi menjadi dua tipe utama. Pertama, deflasi sirkulasi yang terjadi karena konsumen menunda belanja demi menunggu harga yang lebih murah (menyebabkan pasokan melimpah tapi sepi pembeli)
Sementara itu, deflasi strategis biasanya dipicu oleh kebijakan bank sentral dalam mengurangi jumlah uang beredar.
Bagi pemerintah, deflasi adalah momok yang menakutkan karena nilai utang negara justru terasa lebih berat saat harga-harga turun.
Itulah sebabnya otoritas keuangan menjaga agar ekonomi tidak terjebak dalam pusaran deflasi yang bisa menekan upah dan menghambat investasi.
3. Stagflasi
Stagflasi merupakan gabungan dari stagnasi (ekonomi yang mandek) dan inflasi (kenaikan harga).
Kondisi ini cukup unik sekaligus berbahaya karena pertumbuhan ekonomi melambat dan pengangguran meningkat. Namun pada saat yang sama, harga barang-barang justru melonjak naik.
Biasanya, stagflasi dipicu oleh lonjakan harga komoditas penting seperti minyak atau gas. Dampaknya bisa menciptakan spiral upah-harga, yaitu pekerja menuntut kenaikan gaji untuk menutup biaya hidup yang mahal.
Namun, perusahaan yang terbebani justru terpaksa melakukan PHK karena biaya produksi yang membengkak. Jika dibiarkan, hal ini akan menyeret perekonomian ke jurang resesi yang lebih dalam.