Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:31 WIB
Potret Ketenagakerjaan RI: Pekerja Formal Menurun, Puluhan Juta Rakyat Pilih Kerja Serabutan
Foto udara ratusan pengemudi ojek online antre untuk menerima bantuan beras. Berdasarkan data BPS sebanyak 87,74 juta orang atau nyaris 60 persen penduduk (59,42 persen) terpaksa bertahan hidup di sektor informal sebagai pekerja serabutan tanpa jaminan kesejahteraan yang jelas. Foto Antara.
  • Persentase pekerja formal turun menjadi 40,58%, lapangan kerja berkualitas hilang.
  • 87,74 juta rakyat terjebak di sektor informal tanpa kepastian kesejahteraan.
  • Kenaikan tertinggi hanya pada pekerja bebas pertanian, bukan sektor industri.

Suara.com - Potret ketenagakerjaan Indonesia kian suram. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan data terbaru per Februari 2026 yang menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Dalam laporan terbaru BPS yang dirilis Selasa (5/5/2026) terlihat bahwa ketersedian lapangan kerja berkualitas di sektor formal terus tergerus, memaksa puluhan juta rakyat mengadu nasib di sektor informal yang penuh ketidakpastian.

Meski secara angka absolut tampak ada kenaikan, persentase penduduk yang bekerja di sektor formal justru anjlok 0,02 persen poin dibandingkan Februari 2025. Kini, angka pekerja formal hanya tersisa 40,58 persen atau 59,93 juta orang. Sisanya? Sebanyak 87,74 juta orang atau nyaris 60 persen penduduk (59,42 persen) terpaksa bertahan hidup di sektor informal sebagai pekerja serabutan tanpa jaminan kesejahteraan yang jelas.

Kondisi ini diperparah dengan status pekerjaan "berusaha dibantu buruh tetap" yang mencerminkan kelas pengusaha mapan, justru mencatatkan persentase paling buncit, yakni hanya 3,60 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa iklim usaha untuk naik kelas semakin sulit di tengah tekanan ekonomi yang belum mereda.

Ironisnya, di tengah klaim pertumbuhan ekonomi, lonjakan persentase terbesar justru terjadi pada sektor pekerja bebas di pertanian yang naik 0,14 persen poin. Ini menjadi alarm keras bagi pemerintah bahwa penyerapan tenaga kerja saat ini bukan lagi soal kualitas, melainkan keterpaksaan warga untuk bekerja apa saja demi menyambung nyawa.

Penurunan persentase pekerja keluarga sebesar 0,15 persen poin juga tidak bisa dilihat sebagai prestasi, melainkan sinyal bahwa daya dukung usaha keluarga mulai rontok dihantam daya beli yang melemah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

3 Bulan Pertama 2026 Ekonomi RI Terkontraksi 0,77 Persen, Sektor Energi Menjerit

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:52 WIB

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Rupiah Ambruk, Ekonomi RI Triwulan I-2026 Minus 0,77 Persen

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:33 WIB

Teriakan Suara Hati Buruh vs Bahasa Aman Para Elite

Teriakan Suara Hati Buruh vs Bahasa Aman Para Elite

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:13 WIB

Terkini

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:56 WIB

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:06 WIB