Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB
Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai
Bursa Saham Wall Street New York AS melonjak tinggi
  • Bursa saham Wall Street mencatat rekor tertinggi pada Rabu setelah muncul laporan potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan karena pelaku pasar merespons positif meredanya konflik geopolitik di Selat Hormuz tersebut.
  • Sektor saham teknologi, khususnya produsen chip seperti AMD, menjadi pendorong utama penguatan indeks di tengah laporan keuangan yang solid.

Suara.com - Bursa Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis Pagi waktu Indonesia).

Penguatan Wall Street ini, setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu ketegangan geopolitik global.

Mengutip CNBC, Kamis (7/5/2026), indeks S&P 500 melonjak 1,46 persen ke level 7.365,12. Sementara itu, Nasdaq Composite melesat 2,02 persen dan ditutup di posisi 25.838,94. Kedua indeks tersebut mencetak rekor tertinggi baru.

Sedangkan Dow Jones Industrial Average ikut menguat 612,34 poin atau 1,24 persen menjadi 49.910,59.

Sentimen positif pasar dipicu laporan Axios yang menyebut AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai. Mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, kesepakatan itu disebut akan mencakup moratorium pengayaan nuklir Iran.

ilustrasi indeks saham Wall Street yang langsung ngegas setelah ada harapan perang berakhir. [Unsplash].
ilustrasi indeks saham Wall Street kembali melonjak setelah Perang AS-Iran akan berakhir. [Unsplash].

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga mengatakan kepada CNBC bahwa pemerintah Iran tengah mengevaluasi proposal dari AS terkait penyelesaian konflik.

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan belum sepenuhnya pasti. Dalam pernyataannya pada Rabu, Trump menyebut peluang tercapainya perjanjian masih sebatas mungkin, sebuah asumsi besar.

Pernyataan itu membuat penguatan pasar sempat berkurang dari posisi tertingginya.

"Jika mereka tidak setuju, pemboman akan dimulai, dan sayangnya, akan terjadi pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Trump sebelumnya juga mengungkapkan bahwa dirinya menunda “Proyek Kebebasan”, yakni rencana AS untuk memandu kapal keluar dari Selat Hormuz.

Menurut Trump, keputusan itu diambil karena adanya kemajuan besar menuju kesepakatan lengkap dan final dengan perwakilan Iran.

Di sisi lain, harga minyak dunia anjlok tajam karena pelaku pasar mulai mengurangi eksposur terhadap aset energi dengan harapan konflik segera berakhir.

Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 7,03 persen dan menetap di level 95,08 dolar AS per barel. Sementara Brent melemah 7,83 persen ke posisi 101,27 dolar AS per barel.

Direktur Investasi US Bank Asset Management Group Bill Northey mengatakan meredanya konflik dapat membuka kembali jalur perdagangan penting dunia di Selat Hormuz.

"Jika kita benar-benar mencapai titik di mana permusuhan mulai melambat atau bahkan berhenti sepenuhnya, dan kita melihat pembukaan kembali Selat Hormuz, ini akan memungkinkan beberapa wilayah yang paling sensitif secara ekonomi dan paling terdampak seperti Asia Tenggara dan Eropa menghindari tekanan ekonomi mereka," ujar Northey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:35 WIB

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB