- MSCI akan mengumumkan rebalancing pasar modal Indonesia pada 12 Mei 2026 yang berpotensi mengeluarkan sejumlah konstituen lama.
- Analis menyatakan tidak ada saham baru yang masuk karena banyak emiten gagal memenuhi persyaratan Foreign Inclusion Factor.
- Saham seperti BREN dan DSSA terancam keluar dari indeks akibat tingginya konsentrasi kepemilikan saham oleh pihak tertentu.
Suara.com - Lembaga pemeringkat MSCI sebentar lagi akan mengumumkan Rebalancing pasar modal Indonesia pada 12 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 waktu setempat. Dalam Rebalancing itu terdapat beberapa saham yang terlempar daftar terlempar dari Index MSCI.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi, memandang tidak akan ada saham-saham baru yang masuk dalam MSCI Index. Namun, justru banyak saham-saham yang berpotensi hengkang dari daftar indx tersebut.
Keluarnya beberapa saham ini, karena tidak memenuhi persyaratan free float Foreign Inclusion Factor (FIF), di mana porsi saham kepemilikan saham publik lebih besar.
![Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/09/55050-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
"MSCI mengumumkan hasil rebalancing 12 Mei 2026 (waktu AS), tidak ada saham baru masuk, tapi konstituen lama berpotensi keluar atau disesuaikan," ujarnya kepada Suara.com, Selasa (12/5/2026).
Abida menuturkan, saham-saham yang harus dihindari jelas yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
Sementara, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, mengungkapkan dalam risetnya BREN dan DSSA memang terancam terlempar karena daftar saham dengan kepemilikian terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concertration (HSC) yang masing-masing sebesar 97,3 persen dan 95,8 persen.
Tak hanya dua saham tersebut, beberapa saham juga berpotensi terlempar dari MSCI Index. Misalnya PT Amman Mineral Internasional (AMMN), PT Petrinco Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN).
Saham-saham tersebut mengalami penurunan FIF karena keterbukaan kepemilikan saham lebih dari 1 persen.
Sementara, saham-saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang diproyeksikan turun kasta dalam indeks tersebut.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.