- Harga minyak mentah dunia turun pada Rabu 13 Mei 2026 akibat sikap investor yang menanti perkembangan geopolitik.
- Kunjungan Presiden Donald Trump ke China untuk menemui Presiden Xi Jinping dijadwalkan berlangsung pekan ini di Beijing.
- Lonjakan harga minyak mentah memicu kenaikan inflasi di Amerika Serikat yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global tahun ini.
Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan menahan suku bunga acuan di level tinggi untuk waktu yang lebih lama.

"Lonjakan inflasi yang nyata di negara-negara maju memang belum sampai menekan angka belanja riil secara drastis. Namun, penurunan meluas pada sentimen konsumen dan intensi perekrutan tenaga kerja menunjukkan indikasi bahwa kondisi yang lebih buruk siap mengintai," ungkap Capital Economics dalam catatan risetnya.
Tingginya suku bunga acuan dinilai berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi dan meredam permintaan minyak global. Meski demikian, perang Iran yang berkepanjangan terus menguras stok dalam negeri AS.
Berdasarkan data dari American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah domestik AS menyusut selama empat pekan berturut-turut pada minggu lalu, yang diikuti oleh penurunan stok produk sulingan (distillate).
Data resmi mengenai cadangan minyak ini dijadwalkan akan dirilis oleh Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu pukul 10.30 waktu setempat (14.30 GMT).
Senada dengan data API, jajak pendapat yang dilakukan Reuters juga memproyeksikan terjadinya penurunan stok komoditas tersebut.