Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis

Nur Khotimah

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:57 WIB
Makin Canggih, BI Sebut Rupiah Kian Sulit Ditiru hingga Peredaran Uang Palsu Turun Drastis
Ilustrasi uang rupiah. (Mufid Majnun/Unsplash)
baca 10 detik
  • Rasio peredaran uang palsu turun drastis menyentuh angka 1 ppm.
  • Teknologi pengamanan canggih membuat uang rupiah sulit dipalsukan oknum.
  • Bank Indonesia mengimbau masyarakat merawat uang melalui gerakan 5 Jangan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatatkan pencapaian signifikan dalam menekan peredaran uang palsu di Tanah Air melalui penguatan teknologi pengamanan mata uang.

Rasio peredaran uang palsu saat ini dilaporkan menurun drastis dari 5 piece per million (ppm) menjadi mendekati angka 1 ppm.

Penurunan rasio uang palsu menjadi 1 ppm ini memiliki arti teknis yang sangat penting dalam stabilitas sistem pembayaran.

Di mana, 1 ppm artinya hanya ditemukan satu lembar uang palsu di antara satu juta lembar uang asli yang beredar di tengah masyarakat.

Ricky P. Gozali selaku Deputi Gubernur BI menyatakan bahwa angka ini mencerminkan keberhasilan pengembangan teknologi penciptaan rupiah yang semakin sulit untuk dipalsukan.

"Ini tidak lepas dari sinergi yang erat dan penguatan dari sisi teknologi, sehingga (uang palsu) mudah dikenali dan (uang asli) sulit dipalsukan," tutur Ricky P. Gozali saat Konferensi Pers Pemusnahan Rupiah Palsu Hasil Klarifikasi Bank Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2026.

Uang Rupiah (pexels.com/Robert Lens)
Ilustrasi Uang Rupiah (pexels.com/Robert Lens)

Teknologi pengamanan yang disematkan pada uang rupiah tahun emisi 2022 menjadikan mata uang ini sebagai salah satu yang teraman di dunia.

Bahkan, pecahan Rp50.000 emisi 2022 telah diakui secara internasional dalam ajang IACA Currency Award 2023 sebagai seri uang kertas terbaik.

Penghargaan tersebut membuktikan bahwa standar kualitas uang kertas Indonesia telah memenuhi ekspektasi global, terutama dari sisi durabilitas dan keamanan.

baca juga

Data terbaru per November 2024 menunjukkan bahwa pecahan Rp50.000 menempati peringkat kedua dunia sebagai uang paling sulit dipalsukan.

Keunggulan ini didukung oleh implementasi 17 unsur pengamanan canggih yang diintegrasikan langsung ke dalam desain dan bahan kertas uang.

Integrasi teknologi optik dan material khusus ini memastikan bahwa pihak-pihak tidak bertanggung jawab akan kesulitan meniru detail rumit pada lembaran uang tersebut.

Selain faktor teknologi, kesadaran masyarakat dalam mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) juga tetap menjadi garda terdepan.

Terlebih sekarang masyarakat lebih mudah mengidentifikasi uang palsu karena kualitas fisik uang tiruan yang beredar saat ini cenderung sangat rendah.

Kemudian, langkah pencegahan lain yang tak kalah penting adalah menjaga kondisi fisik uang rupiah dengan baik agar fitur keamanannya tetap fungsional.

Salah satu cara yang ditekankan oleh BI adalah dengan menerapkan prinsip "5 Jangan" dalam merawat uang kertas sehari-hari.

Di mana prinsip tersebut mengajak masyarakat untuk jangan melipat, mencoret, menstaples, meremas, maupun membasahi uang rupiah demi menjaga keutuhan unsur pengamanannya.

Perawatan yang buruk dapat menyebabkan fitur pengamanan canggih, seperti benang pengaman optik, menjadi sulit terbaca oleh mesin atau sulit diidentifikasi secara manual.

BI juga berkomitmen untuk terus memperbarui teknologi pengamanan agar rupiah selalu selangkah lebih maju dibandingkan teknik pemalsuan terbaru yang terus berkembang.

Investasi pada teknologi pencetakan ini bukan hanya soal estetika desain semata, melainkan tentang menjaga kedaulatan dan keamanan sistem keuangan nasional.

Dengan peredaran uang palsu yang semakin minimal, keamanan masyarakat dalam bertransaksi menggunakan uang tunai akan semakin terjamin di masa depan.

Sementara itu, upaya pemusnahan uang palsu hasil klarifikasi BI melibatkan sinergi erat dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BOTASUPAL).

Lembaga seperti BIN, Kemenkeu, Kejaksaan Agung, dan Polri turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan serta penindakan hukum secara konsisten.

Tindakan tegas terhadap pelaku pemalsuan merupakan mandat langsung dari Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harapan Ekonomi RI 6 Bulan Kedepan Suram

Harapan Ekonomi RI 6 Bulan Kedepan Suram

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:01 WIB

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:50 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

Terkini

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

×