Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.620.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
Harga bahan pokok masih normal meski rupiah melemah. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa harga pangan pokok nasional tetap stabil meski rupiah sedang mengalami pelemahan.
  • Kenaikan harga minyak goreng premium di pasar dipicu oleh tingginya harga komoditas CPO dunia bukan faktor kurs.
  • Pemerintah terus mengoptimalkan distribusi MinyaKita serta melakukan pemantauan harga agar inflasi pangan tetap terjaga bagi seluruh masyarakat.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, pelemahan rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap harga pangan. Ia melihat, selama ini harga pangan masih terbilang normal.

"Selama ini kan normal ya. Alhamdulillah enggak ada masalah," ujar Mendag saat kunjungan ke Pasar Palmerah, Jakarta, Selasa (13/5/2026).

Menurutnya, sejauh ini kondisi harga pangan pokok secara umum masih relatif stabil dan pasokan nasional dinilai aman.

Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].
Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].

Pemerintah, kata Mendag, terus memantau perkembangan harga agar gejolak global maupun tekanan nilai tukar tidak langsung membebani masyarakat.

"Disampaikan juga oleh Pak Menteri Pangan, harga cukup bagus, stabil," jelasnya.

Meski demikian, Mendag mengakui ada kenaikan pada beberapa komoditas tertentu, terutama minyak goreng premium, yang lebih dipengaruhi oleh naiknya harga global Crude Palm Oil (CPO) dibanding pelemahan kurs semata.

Ia menilai kenaikan harga minyak premium lebih berkaitan dengan mekanisme pasar karena produk tersebut tidak diatur melalui skema subsidi seperti MinyaKita.

"Kalau kita lihat memang seperti itu karena memang premium, kemudian di luar MinyaLita ya, pasti dia menyesuaikan dengan harga CPO yang sekarang lagi naik sekarang ini," tutur Budi.

Selain faktor CPO dunia, ia menyebut distribusi juga menjadi salah satu komponen yang memengaruhi harga di lapangan.

baca juga

Karena itu, pemerintah menempatkan Minyakita sebagai instrumen penyeimbang agar lonjakan harga minyak goreng nonsubsidi tidak terlalu membebani konsumen.

"MinyaKita itu instrumen untuk stabilisasi harga. Jadi fungsinya itu penyeimbang," katanya.

Budi menyatakan, selama pasokan nasional tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar, pelemahan rupiah tidak otomatis langsung memicu lonjakan harga pangan secara menyeluruh.

Pemerintah juga disebut terus menyiapkan intervensi jika ada komoditas yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama melalui penguatan distribusi dan stabilisasi pasokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Terkini

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:01 WIB

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:51 WIB

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:18 WIB

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

×