Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
Harga bahan pokok masih normal meski rupiah melemah. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa harga pangan pokok nasional tetap stabil meski rupiah sedang mengalami pelemahan.
  • Kenaikan harga minyak goreng premium di pasar dipicu oleh tingginya harga komoditas CPO dunia bukan faktor kurs.
  • Pemerintah terus mengoptimalkan distribusi MinyaKita serta melakukan pemantauan harga agar inflasi pangan tetap terjaga bagi seluruh masyarakat.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, pelemahan rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap harga pangan. Ia melihat, selama ini harga pangan masih terbilang normal.

"Selama ini kan normal ya. Alhamdulillah enggak ada masalah," ujar Mendag saat kunjungan ke Pasar Palmerah, Jakarta, Selasa (13/5/2026).

Menurutnya, sejauh ini kondisi harga pangan pokok secara umum masih relatif stabil dan pasokan nasional dinilai aman.

Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].
Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].

Pemerintah, kata Mendag, terus memantau perkembangan harga agar gejolak global maupun tekanan nilai tukar tidak langsung membebani masyarakat.

"Disampaikan juga oleh Pak Menteri Pangan, harga cukup bagus, stabil," jelasnya.

Meski demikian, Mendag mengakui ada kenaikan pada beberapa komoditas tertentu, terutama minyak goreng premium, yang lebih dipengaruhi oleh naiknya harga global Crude Palm Oil (CPO) dibanding pelemahan kurs semata.

Ia menilai kenaikan harga minyak premium lebih berkaitan dengan mekanisme pasar karena produk tersebut tidak diatur melalui skema subsidi seperti MinyaKita.

"Kalau kita lihat memang seperti itu karena memang premium, kemudian di luar MinyaLita ya, pasti dia menyesuaikan dengan harga CPO yang sekarang lagi naik sekarang ini," tutur Budi.

Selain faktor CPO dunia, ia menyebut distribusi juga menjadi salah satu komponen yang memengaruhi harga di lapangan.

Karena itu, pemerintah menempatkan Minyakita sebagai instrumen penyeimbang agar lonjakan harga minyak goreng nonsubsidi tidak terlalu membebani konsumen.

"MinyaKita itu instrumen untuk stabilisasi harga. Jadi fungsinya itu penyeimbang," katanya.

Budi menyatakan, selama pasokan nasional tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar, pelemahan rupiah tidak otomatis langsung memicu lonjakan harga pangan secara menyeluruh.

Pemerintah juga disebut terus menyiapkan intervensi jika ada komoditas yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama melalui penguatan distribusi dan stabilisasi pasokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Nilai Tukar Rupiah Menguat Jelang Long Weekend, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:21 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB