Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
Ilustrasi harga bbm naik. Foto ist.
  • Harga BBM India naik 3 rupee per liter akibat perang Iran dan krisis Selat Hormuz.
  • Ini kenaikan BBM pertama dalam 4 tahun karena kilang negara terus merugi.
  • PM Modi serukan hemat devisa: stop beli emas hingga kurangi minyak goreng.

Suara.com - Tekanan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah akhirnya meruntuhkan pertahanan ekonomi India. Untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, perusahaan minyak milik negara India resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dan solar sebesar 3 rupee (sekitar USD 0,03) per liter, atau melonjak lebih dari 3%.

Langkah krusial ini diambil menyusul gangguan pasokan energi global yang dipicu oleh perang yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Konflik bersenjata tersebut telah mencekik jalur distribusi vital di Selat Hormuz, tempat di mana India biasanya menggantungkan separuh dari total pasokan minyak mentahnya. Akibatnya, harga minyak mentah dunia melesat tajam dari kisaran USD 70 menjadi USD 126 per barel.

Melansir laporan France24, Jumat (15/5/2026), perusahaan minyak domestik India mengaku tidak mampu lagi menahan hantaman kerugian akibat lonjakan harga minyak mentah global. Sebagai importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, India menjadi salah satu negara ekonomi besar terakhir yang menyerah pada keadaan dan terpaksa membebankan kenaikan biaya kepada konsumen.

Besaran kenaikan harga ini bervariasi di setiap wilayah karena perbedaan pajak lokal. Berdasarkan data dari Indian Oil Corporation, di ibu kota New Delhi, harga bensin merangkak naik dari 94,77 rupee menjadi 97,77 rupee (USD 1,02) per liter. Sementara itu, solar naik dari 87,67 rupee menjadi 90,67 rupee per liter. Sebelum kebijakan ini, pemerintah India juga telah mengerek harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang menjadi bahan bakar dapur utama jutaan rumah tangga di sana.

Kebijakan menaikkan harga BBM ini berjalan beriringan dengan langkah penghematan (austerity) ekstrem yang dicanangkan pemerintah demi menekan konsumsi bahan bakar dan menyelamatkan cadangan devisa negara. Guna menambal kelangkaan pasokan dari Timur Tengah, India sebenarnya telah mendiversifikasi sumber energinya dengan menggenjot impor minyak mentah dari Rusia. Namun, kapasitas tersebut masih belum cukup membendung pembengkakan biaya impor.

Sadar akan ancaman krisis yang mengintai negeri dengan 1,4 miliar penduduk tersebut, Perdana Menteri Narendra Modi mengambil langkah tidak biasa. Melalui pidatonya yang dilansir dari abc.net.au, PM Modi menyerukan gerakan penghematan devisa besar-besaran yang ia sebut sebagai tindakan "sehat dan patriotik".

PM Modi meminta warganya melakukan pengorbanan kolektif, di antaranya menyetop pembelian emas selama satu tahun (India merupakan salah satu importir emas terbesar dunia), memaksimalkan sistem Bekerja dari Rumah (WFH), membatasi perjalanan non-esensial, serta beralih ke transportasi umum atau berbagi kendaraan (car-pooling), mempercepat transisi ke kendaraan listrik dan mengimbau para petani memangkas separuh penggunaan pupuk kimia, serta meminta tingkat rumah tangga mengurangi konsumsi minyak goreng.

"Dalam situasi saat ini, kita harus sangat menekankan penghematan devisa," tegas Modi.

Hingga saat ini, India masih sangat rentan terhadap guncangan geopolitik energi karena harus mengimpor sekitar 85 persen dari total kebutuhan minyak mentah domestiknya. Kenaikan harga BBM pertama dalam 4 tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa lanskap ekonomi Asia Selatan sedang bersiap menghadapi masa-masa sulit akibat perang di Asia Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB

Tegakkan Kedaulatan Digital, Polri Ringkus 321 WNA Mafia Judol Lintas Negara

Tegakkan Kedaulatan Digital, Polri Ringkus 321 WNA Mafia Judol Lintas Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tayang Episode 5 dan 6, Gold Land Semakin Menampakkan Sisi Gelap Manusia

Tayang Episode 5 dan 6, Gold Land Semakin Menampakkan Sisi Gelap Manusia

Your Say | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:34 WIB

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:01 WIB

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB

Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi

Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:22 WIB