- Ibrahim Assuaibi memprediksi harga minyak WTI pekan depan akan bergerak fluktuatif di rentang US$91,600 hingga US$110,600 per barel.
- Eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan keamanan jalur distribusi di Selat Hormuz menjadi pemicu utama potensi kenaikan harga minyak.
- Upaya diplomasi AS terkait Selat Hormuz serta hubungan dagang AS-Tiongkok diproyeksikan akan memengaruhi stabilitas harga komoditas energi global tersebut.
“Pertemuan antara Xi Jinping dan Trump ini membuahkan hasil, ya, kemungkinan besar akan ada win-win solution untuk perang dagang,” pungkas Ibrahim.