Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
Gamsunoro, kapal tanker milik Pertamina International Shipping. [Antara]
  • Ibrahim Assuaibi memprediksi harga minyak WTI pekan depan akan bergerak fluktuatif di rentang US$91,600 hingga US$110,600 per barel.
  • Eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan keamanan jalur distribusi di Selat Hormuz menjadi pemicu utama potensi kenaikan harga minyak.
  • Upaya diplomasi AS terkait Selat Hormuz serta hubungan dagang AS-Tiongkok diproyeksikan akan memengaruhi stabilitas harga komoditas energi global tersebut.

Suara.com - Grafik harga minyak mentah dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan tajam pada perdagangan pekan depan. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan pergerakan komoditas energi global ini akan diselimuti volatilitas tinggi, terpengaruh langsung oleh eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah serta perkembangan negosiasi pengamanan jalur maritim di Selat Hormuz.

Secara teknikal, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) diproyeksikan akan bergerak melebar dengan rentang batas bawah (support) di level US$91,600 per barel dan batas atas (*resistance*) yang cukup tinggi di level US$110,600 per barel.

“Kemudian untuk WTI crude oil, dalam perdagangan minggu depan pun juga kemungkinan besar support-nya di 91.600, kemudian resistance-nya di 110.600,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Ibrahim menjelaskan bahwa lebarnya rentang target tersebut mencerminkan kuatnya tekanan sentimen dari sisi kepastian pasokan serta keamanan jalur distribusi logistik global.

Selama riak politik di Timur Tengah belum menemui titik temu, ruang bagi komoditas minyak untuk merangkak naik tetap terbuka lebar.

“Artinya apa? Harga minyak, indeks dolar, ini masih akan menguat, ya, di minggu depan. Nanti ada apa, nanti akan lihat di fundamentalnya,” jelas Ibrahim.

Faktor utama yang kini memegang kendali paling sensitif bagi pergerakan harga energi adalah stabilitas di Selat Hormuz. Selat strategis ini merupakan jalur nadi distribusi komoditas minyak mentah dunia.

Konsekuensinya, setiap gesekan politik yang melibatkan kekuatan militer Iran, Amerika Serikat, beserta sekutu regionalnya akan langsung berdampak instan terhadap pasokan pasar.

Saat ini, fokus para pelaku pasar global tertuju pada upaya diplomasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah mengupayakan kesepakatan kolektif guna mengamankan jalur logistik tersebut.

“Trump sendiri bolak-balik ingin adanya kesepakatan. Bukan kesepakatan sepihak, tapi kesepakatan bersama untuk apa? Membuka Selat Hormuz,” ucapnya.

Manajemen risiko di pasar uang mencatat, jika konsensus politik internasional berhasil mengembalikan stabilitas di Selat Hormuz, volatilitas harga minyak mentah perlahan akan melandai.

Sebaliknya, apabila tensi di lapangan justru meruncing—terutama dengan adanya risiko perluasan konflik langsung antara Iran dan Israel—maka potensi lonjakan harga energi ke tingkat tertinggi baru sulit untuk dihindari akibat ancaman terhentinya rantai pasok.

Di luar isu keamanan Timur Tengah, dinamika hubungan dagang antara dua kekuatan ekonomi dunia, yakni Amerika Serikat dan Tiongkok, turut andil menjadi katalis pendukung pasar.

Tanda-tanda membaiknya hubungan bilateral pasca-pertemuan bilateral antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping diharapkan dapat memicu solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi stabilitas makro.

Jika kesepakatan dagang tersebut berjalan mulus dan Tiongkok meningkatkan volume penyerapan komoditas energi dari AS, sisi permintaan (demand) global dipastikan akan menguat secara signifikan.

“Pertemuan antara Xi Jinping dan Trump ini membuahkan hasil, ya, kemungkinan besar akan ada win-win solution untuk perang dagang,” pungkas Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:59 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:48 WIB

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:34 WIB

Terkini

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB