Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 18 Mei 2026 | 08:28 WIB
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
Ilustrasi vape. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • Pendekatan THR jadi solusi realistis turunkan risiko bagi perokok dewasa yang sulit berhenti.
  • Prof. Amaliya analogikan produk alternatif seperti sabuk pengaman untuk kurangi dampak fatal.
  • Riset BRIN: Tanpa pembakaran TAR, produk alternatif kurangi risiko kesehatan hingga 90%.

Suara.com - Perkembangan sains dan inovasi kini membuka babak baru dalam upaya penanganan masalah rokok di Indonesia. Melalui pendekatan berbasis pengurangan risiko atau Tobacco Harm Reduction (THR), produk tembakau alternatif kini menawarkan opsi yang lebih realistis bagi perokok dewasa yang ingin menurunkan risiko kesehatan, terutama bagi mereka yang kesulitan untuk berhenti secara total.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Profesor Amaliya, menjelaskan bahwa produk seperti rokok elektronik, produk tembakau dipanaskan, dan kantung nikotin merupakan bagian dari strategi meminimalkan dampak buruk. Beliau menganalogikan inovasi ini layaknya penggunaan helm atau sabuk pengaman saat berkendara.

"Bukan menghilangkan risiko secara keseluruhan, tetapi secara nyata mengurangi potensi dampak fatal," ujar Prof. Amaliya, Minggu (17/5/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa THR harus dipahami sebagai instrumen kebijakan kesehatan publik berbasis bukti. Implementasinya pun wajib dikawal ketat oleh regulasi, edukasi, dan pengawasan agar tepat sasaran bagi perokok aktif, bukan menjadi pintu masuk bagi non-perokok atau anak muda.

Pendekatan ilmiah ini diperkuat oleh hasil riset domestik. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk “Evaluation of Laboratory Tests for E-Cigarettes in Indonesia Based on WHO's Nine Toxicants” menemukan bahwa kadar senyawa toksikan pada produk tembakau alternatif secara signifikan lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Kunci utamanya terletak pada ketiadaan proses pembakaran, sehingga produk-produk alternatif ini tidak menghasilkan zat berbahaya bernama TAR.

"Karena tidak adanya proses pembakaran yang menghasilkan TAR, produk tembakau alternatif mengindikasikan potensi penurunan risiko kesehatan hingga 80-90 persen dibandingkan rokok bakar," ungkap Peneliti BRIN, Profesor Bambang Prasetya.

Melalui bukti ilmiah ini, para ahli mendorong pemerintah agar kebijakan kesehatan tidak hanya berfokus pada larangan semata, melainkan bergerak ke arah strategi yang lebih aplikatif dan berdampak nyata bagi perlindungan masyarakat luas.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Setelah Baja, Industri Rokok Juga Ikut Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:06 WIB

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:29 WIB

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:44 WIB

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Anak Buah Menkeu Purbaya: APBN Tekor Rp600 Triliun, Pajak Dana JHT Terpaksa Tetap Dipungut

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:22 WIB

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:01 WIB

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:06 WIB

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:39 WIB

×