Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:17 WIB
Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, yang mengungkap ada calon emiten dengan nilai penghimpunan dana terbesar di antrean initial public offering (IPO) tahun ini. Foto Rina-Suara.com
  • BEI bocorkan calon emiten kebun binatang dengan dana IPO jumbo.
  • Nama Taman Safari kembali dikaitkan dengan rencana IPO 2026.
  • IPO sektor hiburan dinilai jadi cermin daya beli masyarakat.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal bakal kedatangan emiten baru beraset jumbo dari sektor hiburan. Menariknya, perusahaan yang dimaksud bukan rumah produksi film atau platform digital, melainkan pengelola kebun binatang yang disebut-sebut memiliki skala terbesar di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, yang mengungkap ada calon emiten dengan nilai penghimpunan dana terbesar di antrean initial public offering (IPO) tahun ini.

“Kalau anak-anak ingin kita educate, ada kebun binatangnya. Itu kan relatif secara real bisa kita lihat,” ujar Nyoman di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

Meski tak menyebut nama perusahaan secara gamblang, pasar langsung mengaitkan pernyataan tersebut dengan Taman Safari Indonesia. Rumor IPO pengelola taman satwa itu memang sudah beredar sejak tahun lalu.

Pada April 2025, media DealStreetAsia sempat melaporkan bahwa Taman Safari tengah mempertimbangkan IPO di pasar modal domestik. Dalam laporan tersebut, Taman Safari disebut memiliki kondisi keuangan yang kuat dan dinilai berpotensi menarik minat investor.

Jika benar melantai di bursa, IPO Taman Safari dipandang bukan sekadar aksi korporasi biasa. Langkah ini juga dinilai bisa menjadi indikator penting untuk membaca daya beli masyarakat Indonesia, khususnya pada sektor pengeluaran hiburan dan rekreasi.

Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global, minat masyarakat terhadap wisata keluarga dianggap mencerminkan kesehatan konsumsi kelas menengah. Investor pun diyakini akan mencermati apakah bisnis rekreasi berbasis pengalaman masih mampu tumbuh agresif.

BEI sendiri mencatat saat ini terdapat 15 perusahaan dalam antrean IPO. Mayoritas berasal dari sektor consumer cyclical, consumer non-cyclical, infrastruktur, dan kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 perusahaan dikategorikan sebagai perusahaan besar.

Nyoman menilai komposisi antrean IPO kali ini menunjukkan kualitas emiten yang cukup solid. Seluruh proses pencatatan saham ditargetkan bisa rampung hingga Agustus 2026.

Apabila IPO Taman Safari benar terealisasi, pasar modal Indonesia berpotensi kedatangan emiten unik yang selama ini lebih dikenal sebagai destinasi wisata keluarga ketimbang mesin penghasil cuan di lantai bursa.

Taman Safari Bogor. [Dok. Antara]
Taman Safari Bogor. [Dok. Antara]

Diketahui Taman Safari adalah perusahaan swasta murni di bawah Taman Safari Indonesia (TSI) Group, yang dimiliki dan dikelola secara tertutup oleh keluarga pendiri awalnya. 

Pemilik utamaya adalah Jansen Manansang, Frans Manansang, dan keluarga Tony Sumampau. Mereka adalah pendiri TSI Group yang awalnya memulai perjalanan bisnis dari kelompok Oriental Circus Indonesia.

TSI saat ini mengelola beberapa destinasi wisata konservasi populer di Indonesia, antara lain Taman Safari Bogor (Jawa Barat), Taman Safari Prigen (Jawa Timur), Bali Safari & Marine Park (Bali), serta Jakarta Aquarium & Safari (Neo Soho Mall, Jakarta).

Saat ini, TSI Group juga tengah bersiap melakukan ekspansi pembangunan wisata di kawasan IKN (Ibu Kota Nusantara) yang rencananya mulai digarap dan beroperasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Menkeu Purbaya Buka Suara soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:09 WIB

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:00 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB