Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 17:52 WIB
IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri
Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif berharap pemerintah memberikan insentif khusus baterai nikel untuk mendukung kesuksesan program hilirisasi nasional.. [Suara.com/Liberty Jemadu]
  • Presiden Direktur IBC berharap pemerintah memberikan insentif khusus baterai nikel untuk mendukung kesuksesan program hilirisasi nasional.
  • Pabrik baterai CATIB di Karawang ditargetkan beroperasi Juli mendatang dengan fokus produksi baterai nikel dan LFP.
  • IBC berharap insentif berbasis komponen lokal mampu meningkatkan daya saing baterai nikel di pasar kendaraan listrik.

Suara.com - Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif berharap pemerintah memberikan intervensi berupa insentif untuk pasar baterai di dalam negeri.

Harapan ini disampaikan Adit jelang mulai beroperasinya pabrik baterai atau Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat. Pabrik yang akan memasok baterai kendaraan dan energy storage system (ESS) ini ditargetkan beroperasi pada Juli mendatang.

Adit, dalam obrolan di Jakarta, Senin (18/5/2026), mengatakan kondisi pasar baterai di Indonesia saat ini didominasi oleh baterai LFP. Sementara IBC dituntut untuk memproduksi baterai berbahan baku nikel sebagai bagian dari program hilirisasi dan karenanya akan sukar bersaing di pasar dalam negeri.

"Hilirisasi nikel adalah mandat dari pemerintah. Makanya seyogyanya pemerintah juga membantu menciptakan market," terang Adit.

Berdasarkan data IBC, dari 103.000 unit mobil listrik yang terjual di Indonesia pada 2025 lalu, hanya sekitar 4 persen yang menggunakan baterai NMC yang menggunakan bahan baku nikel. Sisanya menggunakan baterai LFP yang menggunakan bahan baku besi dan fosfat.

Bentuk intervensi yang diharapkan IBC adalah insentif untuk baterai, berbeda dengan rencana pemerintah saat ini yang hendak memberikan insentif kepada produsen mobil listrik yang menggunakan baterai nikel.

Menurut IBC insentif untuk baterai akan lebih tepat sasaran karena yang akan berdampak langsung pada program hilirisasi. Adit menerangkan insentif sebaiknya dihitung berdasarkan tingkat komponen lokal atau TKDN yang terdapat pada baterai kendaraan.

"Menurut saya, kebijakan itu mungkin tidak harus buat mobilnya, tapi bisa juga baterainya. Dan tidak harus baterai gelondongannya yang dihitung, tapi dari komponen di dalamnya," jelas Adit.

Ia mencontohkan baterai NMC, yang sebagian komponennya bisa diproduksi di dalam negeri. Selain nikel, baterai NMC juga menggunakan material yang bisa diproduksi di dalam negeri seperti alumunium, tembaga dan grafit. Sementara baterai LFP masih membutuhkan komponen impor yang saat ini sangat mahal, yakni fosfat.

IBC berharap dengan insentif itu akan lebih banyak mobil yang menggunakan baterai berbasis nikel sehingga program hilirisasi yang dijalankan pemerintah bisa berjalan lancar.

Meski demikian Adit mengatakan pabrik baterai CATIB di Karawang masih akan mengikuti perkembangan di pasar dengan ikut memproduksi baterai LFP. Pabrik yang dibangun bareng
MIND ID, IBC, dan konsorsium CBL (CATL) asal China itu akan memproduksi 80 persen baterai LFP dan 20 persen baterai NMC.

IBC juga akan mengekspor baterai buatannya ke Eropa dan Jepang, selain untuk memenuhi permintaan di dalam negeri.

Saat ini perkembangan pembangunan pabrik baterai CATIB di Karawang sudah mencapai 90 persen dan rencananya akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembangunan Pabrik Baterai EV di Karawang Bisa Rampung Kuartal III-2026

Pembangunan Pabrik Baterai EV di Karawang Bisa Rampung Kuartal III-2026

Bisnis | Sabtu, 05 Juli 2025 | 10:24 WIB

Bahlil Ungkap Keuntungan RI Punya Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia Tenggara

Bahlil Ungkap Keuntungan RI Punya Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia Tenggara

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 08:51 WIB

Dulu Dibanggakan Jokowi, Kini LG Batalkan Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp130 T

Dulu Dibanggakan Jokowi, Kini LG Batalkan Investasi Pabrik Baterai Mobil Listrik Senilai Rp130 T

Bisnis | Selasa, 22 April 2025 | 11:27 WIB

Diresmikan Presiden Jokowi, PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik untuk Pabrik Baterai Anoda di KEK Kendal

Diresmikan Presiden Jokowi, PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik untuk Pabrik Baterai Anoda di KEK Kendal

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 11:52 WIB

Punya Pabrik Baterai, Menko Luhut Pede Indonesia Bisa Jadi Pemain Kunci Kendaraan Listrik Global

Punya Pabrik Baterai, Menko Luhut Pede Indonesia Bisa Jadi Pemain Kunci Kendaraan Listrik Global

Otomotif | Kamis, 04 Juli 2024 | 16:17 WIB

Terkini

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:20 WIB

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:16 WIB

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:48 WIB

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Kebun Binatang Raksasa RI Siap Melantai di BEI, Taman Safari Segera IPO?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:17 WIB