Bahlil Ungkap Keuntungan RI Punya Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia Tenggara

Achmad Fauzi

Senin, 30 Juni 2025 | 08:51 WIB
Bahlil Ungkap Keuntungan RI Punya Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia Tenggara
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Indonesia resmi memiliki pabrik baterai listrik terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, sekaligus menjadi proyek ekosistem baterai berbasis nikel pertama di dunia. Proyek raksasa ini dijalankan oleh Konsorsium ANTAM-IBC-CBL dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi tulang punggung upaya pemerintah menuju swasembada energi serta industrialisasi yang berkelanjutan.

Proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi ini membentang dari pertambangan nikel di Halmahera Timur hingga ke fasilitas produksi baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.

Total nilai investasi proyek mencapai USD 5,9 miliar, mencakup lahan seluas 3.023 hektare, dan diperkirakan menyerap hingga 35 ribu tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Proyek ini juga mencakup pembangunan 18 infrastruktur pendukung seperti dermaga multifungsi.

Kapasitas awal produksi baterai kendaraan listrik dari proyek ini mencapai 6,9 GWh, dengan target peningkatan menjadi 15 GWh, yang cukup untuk menyuplai kebutuhan baterai bagi 300 ribu kendaraan listrik. Dampaknya diharapkan signifikan dalam mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 300 ribu kiloliter per tahun.

MG Motor dan UABS Kolaborasi Memulai Produksi Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)
MG Motor dan UABS Kolaborasi Memulai Produksi Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia. (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menekankan proyek ini bukan hanya soal investasi tambang semata, tetapi juga mendorong keberlanjutan ekonomi jangka panjang di daerah.

Ia mengingatkan pentingnya diversifikasi hilirisasi pasca tambang agar tidak terjebak dalam kutukan sumber daya alam.

"Kami laporkan bahwa atas arahan Bapak Presiden, kita jangan sampai menjadi negara kutukan sumber daya alam. Artinya setelah tambang ini selesai harus ada diversifikasi hilirisasi apa yang akan kita bangun. Nah proposal Fsnya (Feasibility Study) sudah disampaikan kepada kami. Bahwa kita memikirkan mulai sekarang pasca tambang investasi apa yang akan dibangun di sana," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis di situs resmi, Senin (30/6/2025).

Dalam rencana jangka panjang proyek ini, akan dibangun pusat-pusat ekonomi baru berbasis perikanan dan perkebunan di lahan bekas tambang pada tahun ke-8 hingga ke-9 proyek berjalan.

"Agar begitu tambang selesai, tetap perputaran ekonomi di daerah terus berjalan," tambah Bahlil.

baca juga

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan keyakinannya bahwa proyek kolosal ini akan membawa Indonesia menuju kemandirian energi dalam waktu yang tidak lama.

"Saya diberitahu oleh para pakar bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi. Dan hitungan saya tidak lama, tidak lama. Lima tahun, paling lambat enam tahun, kita bisa swasembada energi," ujar Prabowo.

Dengan keberadaan proyek ini, Indonesia tidak hanya memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga menjadi negara pertama di dunia yang mengembangkan ekosistem industri baterai berbasis nikel secara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Model ini mencakup semua tahapan, dari eksplorasi dan penambangan, pemurnian bahan mentah, produksi prekursor dan katoda, hingga perakitan baterai kendaraan listrik.

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam peresmian groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). [Biro Pers Sekretariat Presiden]
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam peresmian groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, Minggu (29/6/2025). [Biro Pers Sekretariat Presiden]

Proyek ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan, memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi industri pendukung, serta menjadi contoh konkret industrialisasi berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat lokal.

Dengan demikian, Indonesia kini berdiri di garis depan revolusi kendaraan listrik, tidak hanya sebagai pasar, tetapi sebagai pemain utama dalam rantai pasok global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Resmikan Proyek Raksasa Baterai Listrik Senilai 5,9 Miliar Dolar AS di Karawang

Prabowo Resmikan Proyek Raksasa Baterai Listrik Senilai 5,9 Miliar Dolar AS di Karawang

Bisnis | Minggu, 29 Juni 2025 | 18:53 WIB

Prabowo Targetkan 100 Gedung se-Indonesia, Pembangunan Satu Sekolah Rakyat Telan Biaya Rp200 Miliar

Prabowo Targetkan 100 Gedung se-Indonesia, Pembangunan Satu Sekolah Rakyat Telan Biaya Rp200 Miliar

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 18:45 WIB

Daya Beli Masyarakat Lesu, Tarif Listrik 13 Golongan Resmi Tak Naik

Daya Beli Masyarakat Lesu, Tarif Listrik 13 Golongan Resmi Tak Naik

Bisnis | Sabtu, 28 Juni 2025 | 17:02 WIB

Terkini

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Teman Meninggal Padahal Masih Hidup, Pertanda Apa?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 20:10 WIB

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Tiga Wilayah Riau Kembali Dikepung Kabut Asap, Titik Panas Meningkat

Riau | Senin, 28 September 2026 | 20:07 WIB

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 20:05 WIB

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Mohon Maaf Manajer Kopdes, Pemerintah Tak Bisa Kabulkan Permintaan Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:58 WIB

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

Komnas Perempuan Catat 17 Kasus Perkosaan Libatkan Pejabat Publik

News | Senin, 28 September 2026 | 19:51 WIB

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Maybank Indonesia Kembangkan Bisnis Etiqa melalui Sinergi Grup Keuangan Terintegrasi

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:42 WIB

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Gol Justin Hubner Dianulir, Timnas Indonesia Gagal Unggul Cepat atas Malaysia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:41 WIB

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Nordberg Medical Perkuat Ekspansi Global Lewat Sertifikasi MDR dan MDSAP untuk JULAINE of Sweden

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 19:38 WIB

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Duel Klasik Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK Masih Banyak Kelihatan Bangku Kosong

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:36 WIB

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

News | Senin, 28 September 2026 | 19:32 WIB

×