- Harga minyak WTI naik menjadi USD 103 per barel pada 19 Mei 2026 akibat ketegangan geopolitik Iran-AS.
- Presiden Trump menunda serangan militer ke Iran yang memicu ketidakpastian pasar serta kekhawatiran konflik di Selat Hormuz.
- Penurunan stok minyak mentah sebesar 9,1 juta barel memperkuat tren kenaikan harga minyak dalam jangka menengah panjang.
Indikator Stochastic RSI yang berada di area paruh tengah (level 43) menunjukkan bahwa momentum kenaikan sempat mengalami konsolidasi sehat tanpa adanya indikasi pembalikan arah tren. Area batas atas berikutnya yang menjadi target terdekat berada di kisaran USD 108 (puncak April dan awal Mei), dengan target jangka panjang berada di atas USD 113 (puncak Maret).
Untuk sisa pekan ini, pergerakan pasar akan sangat bergantung pada rilis data persediaan resmi dari Energy Information Administration (EIA) serta realisasi dari tenggat waktu 2-3 hari yang disampaikan oleh Presiden Trump.
Jika opsi diplomasi muncul atau Selat Hormuz dibuka sebagian, harga minyak berpotensi menguji kembali area support di kisaran USD 90. Sebaliknya, jika kebuntuan berlanjut, harga minyak diproyeksikan akan terus bergerak naik menuju level USD 108 per barel.