Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran

Arief Apriadi

Selasa, 19 Mei 2026 | 13:50 WIB
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump menunda serangan militer ke Iran setelah menerima desakan diplomatik dari para pemimpin negara-negara Teluk.
  • Penundaan ini dipicu kekhawatiran sekutu terhadap potensi serangan balasan Iran menggunakan drone serta rudal yang mengancam fasilitas vital.
  • Keputusan Trump juga dipengaruhi penurunan dukungan publik Amerika Serikat terhadap kebijakan perang di Timur Tengah menjelang pemilu sela.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menunda rencana serangan militer terhadap Iran setelah mendapat desakan langsung dari para pemimpin negara-negara Teluk.

Penundaan tersebut disebut berkaitan dengan kekhawatiran sekutu Arab Washington terhadap potensi balasan militer Iran menggunakan drone dan rudal jarak jauh.

Langkah itu juga terjadi di tengah menurunnya tingkat dukungan publik Amerika Serikat terhadap kebijakan perang Trump di Timur Tengah menjelang pemilu sela.

Desakan Negara Teluk dan Ancaman Washington

Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa operasi militer yang sebelumnya direncanakan pada hari Selasa ditunda untuk sementara waktu.

Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah adanya komunikasi dan negosiasi yang melibatkan pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Menurut Trump, pembicaraan itu bertujuan mencari kesepakatan baru terkait isu keamanan kawasan dan program nuklir Iran.

"TIDAK ADA SENJATA NUKLIR UNTUK IRAN!" tulis Trump dalam unggahannya.

Meski menunda operasi militer, Trump tetap menegaskan bahwa militer AS siap melancarkan serangan jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

baca juga

Iran Beri Peringatan Keras

Menanggapi pernyataan Trump, seorang komandan senior militer Iran memperingatkan Washington agar tidak melakukan “kesalahan strategis dan salah perhitungan”.

Negara-negara Teluk disebut khawatir terhadap potensi balasan Iran yang dinilai mampu mengganggu fasilitas vital di kawasan, termasuk bandara, kilang petrokimia, dan pabrik desalinasi air.

Kekuatan rudal dan drone Iran menjadi faktor utama yang membuat sekutu AS di Timur Tengah memilih jalur diplomasi dibanding eskalasi militer terbuka.

Di sisi lain, posisi politik Trump di dalam negeri juga disebut mulai tertekan akibat meningkatnya penolakan publik terhadap konflik baru di Timur Tengah.

Dukungan Publik terhadap Trump Menurun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blak-blakan di DPR, Menhan Sjafrie Ungkap Kronologi AS Minta Izin Lintas Udara RI

Blak-blakan di DPR, Menhan Sjafrie Ungkap Kronologi AS Minta Izin Lintas Udara RI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:42 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Menghindari Perangkap Thucydides: Alarm Xi Jinping untuk Trump

Menghindari Perangkap Thucydides: Alarm Xi Jinping untuk Trump

Your Say | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:12 WIB

Upaya Terakhir AS Gagalkan Timnas Iran ke Piala Dunia 2026! Team Melli Tertahan di Turki

Upaya Terakhir AS Gagalkan Timnas Iran ke Piala Dunia 2026! Team Melli Tertahan di Turki

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:19 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×