Suara.com - SKK Migas terus mempercepat transformasi digital di sektor hulu migas melalui penguatan layanan CIVD (Centralized Integrated Vendor Database) dan platform IOG e-Commerce (Indonesian Oil and Gas e-Commerce). Kali ini SKK Migas kembali menjemput bola dengan membuka layanan CIVD dan IOG e-Commerce di tengah pagelaran Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 pada 20-22 Mei 2026 di ICE BSD.
Analis Senior Strategi Rantai Suplai SKK Migas, Rossa Fadilla menjelaskan kehadiran booth layanan CIVD dan IOG e-Commerce di ajang IPA Convex 2026 dimanfaatkan untuk mempermudah proses registrasi hingga verifikasi penyedia barang dan jasa (PBJ) sektor hulu migas. Layanan tersebut disiapkan untuk membantu perusahaan melakukan registrasi, pembaruan profil, hingga percepatan penerbitan dokumen administrasi yang dibutuhkan dalam proses pengadaan di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Melalui booth layanan di IPA Convex, peserta dapat memperoleh konsultasi langsung secara one-on-one sekaligus melakukan live verification. Dengan mekanisme tersebut, proses penerbitan SPDA dinilai menjadi lebih cepat.
“Dengan adanya booth layanan CIPD dan IOG e-Commerce di IPA ini, penyedia barang dan jasa bisa mendapatkan pelayanan konsultasi secara one-on-one dan live verification sehingga proses penerbitan SPDA (Sertifikat Pengganti Dokumen Administrasi) menjadi lebih cepat,” ujar Rossa disela IPA Convex 2026 di ICE BSD, Kamis, (21/5/2026).
CIVD sendiri merupakan sistem basis data terpusat bagi penyedia barang dan jasa yang digunakan oleh seluruh KKKS. Melalui platform ini, perusahaan vendor dapat melakukan registrasi, verifikasi dokumen, pembaruan data perusahaan, hingga mengikuti proses prakualifikasi tender secara digital.
Keberadaan CIVD dinilai mampu memangkas proses administrasi yang selama ini kerap berulang di tiap KKKS. Vendor yang telah lolos verifikasi dapat memperoleh sehingga tidak perlu kembali menyerahkan dokumen legalitas dan administrasi setiap mengikuti tender di lingkungan hulu migas.
CIVD juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan tata kelola industri karena seluruh data vendor terdokumentasi secara terintegrasi dan dapat diakses lintas KKKS.
Selama tiga hari pelaksanaan pameran SKK Migas memperkirakan sekitar 300 penyedia barang dan jasa akan memanfaatkan layanan di IPA Convex.
“Untuk jumlah penyedia barang dan jasa yang dilayani itu kurang lebih selama tiga hari ini estimasi mencapai 300 penyedia barang dan jasa,” kata Rossa.
Menurutnya, jumlah tersebut cukup besar mengingat setiap proses verifikasi memiliki tingkat kesulitan berbeda tergantung kelengkapan dokumen yang dimiliki masing-masing perusahaan.
Sebagai pelengkap ekosistem digital tersebut, SKK Migas juga mengembangkan IOG e-Commerce, yakni marketplace digital khusus industri hulu migas yang menjadi sarana transaksi pengadaan barang dan jasa secara daring.
Melalui platform ini, KKKS dapat melakukan pembelian kebutuhan operasional melalui katalog digital dari vendor yang telah terdaftar dan terverifikasi. Produk yang tersedia mencakup berbagai kebutuhan industri migas, mulai dari peralatan operasi, perlengkapan keselamatan kerja, komponen industri, hingga jasa pendukung operasional.
IOG e-Commerce juga dilengkapi sejumlah fitur digital seperti order tracking, katalog elektronik, pemantauan transaksi, hingga integrasi data vendor dengan sistem CIVD. “Setelah didapatkan SPDA, PBJ bisa mendaftar di aplikasi IOG e-Commerce yang merupakan aplikasi untuk pembelian langsung barang sampai dengan nilai Rp1,5 miliar,” jelas Rossa.
Dengan integrasi tersebut, vendor yang telah memiliki sertifikasi dan registrasi di CIVD dapat langsung masuk ke ekosistem marketplace tanpa harus melakukan proses administrasi ulang.
Selain membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional, digitalisasi pengadaan juga diharapkan mampu menekan biaya operasional industri, mempercepat pengiriman barang, serta meminimalisasi hambatan birokrasi dalam proses pengadaan proyek-proyek hulu migas.