Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.206,349
LQ45 631,211
Srikehati 317,836
JII 386,032
USD/IDR 17.738

Aset Emas Dijual Massal, Harganya Terancam Turun?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:33 WIB
Aset Emas Dijual Massal, Harganya Terancam Turun?
Ilustrasi investasi emas, gambar emas batangan. (Tim Desain Suara.com)
  • Bank Sentral Rusia menjual 900 ribu ons troi cadangan emas sejak awal 2026 untuk menutup defisit anggaran negara.
  • Langkah likuidasi ini dilakukan Rusia guna mendanai biaya perang di Ukraina serta mengimbangi penurunan pendapatan ekspor energi.
  • Penjualan aset dilakukan meskipun minat domestik terhadap emas melonjak tinggi akibat guncangan ekonomi dan sanksi internasional global.

Suara.com - Tren pelepasan aset logam mulia secara masif oleh sejumlah bank sentral global memasuki babak baru. Otoritas moneter Rusia kini mulai mencairkan cadangan emas batangan miliknya sebagai langkah taktis menghadapi impitan biaya perang di Ukraina, pembengkakan pos defisit anggaran belanja negara, serta merosotnya pundi-pundi pendapatan dari sektor ekspor energi murni.

Melansir draf laporan finansial Kitco, langkah likuidasi ini memicu atensi besar dari para pelaku pasar komoditas internasional.

Pasalnya, selama dua puluh tahun ke belakang, Negeri Beruang Putih tersebut dikenal secara global sebagai salah satu kekuatan utama pengumpul emas terbesar demi mempertebal cadangan devisa sekaligus memitigasi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan draf rilis data berkala Bank Sentral Rusia (Central Bank of Russia/CBR), total kepemilikan emas negara tersebut per 1 Mei 2026 menyusut ke angka 73,9 juta ons troi. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir saja, Moskow tercatat telah melepas sedikitnya 200 ribu ons troi logam mulia ke pasar.

Secara akumulatif, sejak awal tahun anggaran berjalan, tabungan emas Rusia sudah tergerus sekitar 900 ribu ons troi atau setara dengan 27,9 ton.

Angka penurunan ini tercatat sebagai yang paling drastis sejak tahun 2002 silam, sekaligus melempar posisi cadangan emas Rusia ke level terendahnya sejak bulan Maret 2022. Kombinasi beban biaya operasi militer di Ukraina serta blokade sanksi ekonomi dari dunia internasional diidentifikasi sebagai faktor utama pergeseran strategi moneter ini.

Analis dari Freedom Finance Global, Natalia Milchakova, memaparkan bahwa penjualan aset safe haven ini mendesak dilakukan guna menambal lubang defisit APBN pemerintah Rusia yang posisinya telah membengkak hingga 4,6 triliun rubel pada akhir kuartal I-2026.

“Tanpa adanya intervensi pasokan dana dari bank sentral di kala pendapatan dari sektor minyak dan gas bumi sedang loyo, angka defisit anggaran belanja negara berisiko melambung melampaui 5 triliun rubel,” jelas Milchakova dalam keterangannya kepada The Moscow Times.

Selain untuk urusan penyeimbangan pos fiskal, hasil pencairan emas tersebut juga dikonversi oleh Kremlin untuk memperkuat likuiditas cadangan mata uang asing mereka, terutama dalam bentuk yuan China, guna mengompensasi lesunya kinerja ekspor pada awal tahun.

Di tengah himpitan ekonomi makro, minat masyarakat dan korporasi domestik Rusia terhadap emas justru meledak tinggi.

Data dari bursa efek Moscow Exchange mengonfirmasi bahwa volume transaksi perdagangan emas pada bulan April melonjak drastis di atas 350% secara tahunan (year-on-year) menjadi 42,6 ton.

Jika dikalkulasikan ke dalam mata uang lokal, nilai perputaran uang di sektor fisik emas ini melesat hampir 500% hingga menyentuh angka 534,4 miliar rubel (setara sekitar USD 7,1 miliar).

Pakar komoditas dari Finam, Nikolai Dudchenko, menilai fenomena ini menunjukkan draf pergeseran pola di mana banyak bank sentral negara berkembang mulai mengoptimalkan aset emas mereka untuk membiayai kebutuhan anggaran darurat, pos belanja pertahanan, hingga intervensi stabilitas nilai tukar mata uang domestik dari guncangan eksternal.

Uniknya, kendati volume fisik cadangan emas Rusia menyusut secara kuantitas, nilai valuasi total kepemilikan emas negara tersebut tetap membukukan kenaikan berkat reli kenaikan harga emas di pasar global.

Pada Januari lalu, nilai buku cadangan emas Rusia justru melonjak 23% menjadi USD 402,7 miIiar setelah harga komoditas ini sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level USD 5.608,35 per ons troi.

Di sektor perdagangan bilateral, jalur ekspor emas batangan dari Rusia menuju China juga dilaporkan terus mengalami grafik peningkatan.

Laporan dari Bloomberg mengindikasikan volume pengapalan logam mulia Rusia ke Negeri Tirai Bambu sempat melonjak hingga dua kali lipat pada pertengahan tahun lalu. Hingga saat ini, Rusia tetap mengukuhkan posisinya sebagai negara produsen emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan kapasitas produksi tahunan menembus angka di atas 300 ton.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga

Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 10:29 WIB

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Melonjak Lagi, Tembus Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:50 WIB

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Update Harga Emas Hari Ini 25 Mei 2026, Antam Sulit Tembus Level Rp3 Juta

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:05 WIB

Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26, Hat-trick Gelar Top Skor

Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26, Hat-trick Gelar Top Skor

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 06:34 WIB

Terkini

Harga Emas Naik Tajam Pagi Ini! Cek Harga Terbaru Antam, UBS, dan Galeri24

Harga Emas Naik Tajam Pagi Ini! Cek Harga Terbaru Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:42 WIB

IASC dan 9 Negara Bongkar 138 Ribu Kasus Penipuan Global, Kerugian Capai Rp13,2 Triliun

IASC dan 9 Negara Bongkar 138 Ribu Kasus Penipuan Global, Kerugian Capai Rp13,2 Triliun

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:20 WIB

Daftar Saham Paling Banyak Dijual Asing, Emiten Konglomerat Rontok!

Daftar Saham Paling Banyak Dijual Asing, Emiten Konglomerat Rontok!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:07 WIB

Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang

Harga Minyak Turun ke USD 90-an Usai AS-Iran Beri Sinyal Gencatan Senjata Jangka Panjang

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:54 WIB

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:33 WIB

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:32 WIB

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:19 WIB

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:12 WIB

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 07:00 WIB

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 06:15 WIB