Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 28 Mei 2026 | 08:36 WIB
Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan
Ilustrasi. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa sejak awal pendirian, PT DSI memang dirancang sebagai entitas bisnis yang berorientasi murni pada profit, bukan sekadar lembaga administratif. Foto ist.
  • PT DSI wajib kejar profit dari tata kelola ekspor komoditas SDA satu pintu.
  • Fokus awal PT DSI menyasar perdagangan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy.
  • Manajemen PT DSI dipimpin mantan Direktur Vale Indonesia & Mandiri Sekuritas.

Suara.com - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sudah harus membidik keuntungan besar (profit for profit) dari tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) satu pintu, kendati belum sepenuhnya siap beroperasional penuh pada tahun ini.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa sejak awal pendirian, PT DSI memang dirancang sebagai entitas bisnis yang berorientasi murni pada profit, bukan sekadar lembaga administratif.

"Dari awal karena kebetulan di bawah Danantara, dan namanya Danantara Sumberdaya Indonesia, ide awalnya memang menjadi suatu perusahaan dan perusahaan BUMN yang memang harus profit for profit," ujar Pandu dalam agenda Investor Daily Round Table, Selasa (26/5/2026).

Mengingat PT DSI baru berumur jagung, Pandu menyebutkan ekspansi tugas dan operasional perusahaan akan dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak kehilangan fokus arah bisnisnya.

"Jadi biar jelas saja. Dari sisi PT DSI sendiri, ini namanya 'you cannot get all three on one go'. Semuanya selangkah demi selangkah. Jadi awalnya menjadi agent of business dahulu," tambahnya.

Meski bertahap, akselerasi pertumbuhan internal diprediksi berjalan kilat. Pandu membandingkan linimasa DSI dengan pertumbuhan organik BPI Danantara yang melesat dalam setahun terakhir.

"Kita mulai Februari [2025] dengan 3 orang. Akhir Maret sudah 30 orang. Sekarang, setahun kemudian 450 orang. Saya rasa linimasanya serupa, mungkin [PT DSI] bisa sedikit lebih cepat," kata Pandu optimistis.

Pada tahap awal operasionalnya, PT DSI akan memfokuskan lini bisnisnya pada skema jual-beli komoditas strategis yang telah dipastikan masuk ke dalam sistem ekspor satu pintu. Tiga komoditas utama tersebut adalah Minyak Kelapa Sawit atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).

"Fokus kami tadi sesuai dengan mandat ya, kita membeli dan terus menjual. Hal-hal yang lain di luar itu belum bisa kami diskusikan karena kita perlu menjalani terlebih dahulu. Setelah itu, kita akan berbicara juga dengan sektor swasta soal ini," jelas Pandu.

Berdasarkan data dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi didirikan pada 18 Mei 2026. Perusahaan holding ini bermarkas di Wisma Danantara Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Modal dasar awal DSI tercatat sebesar Rp100 juta, yang terbagi atas 399 lembar saham seri A senilai Rp99.750.000 dan 1 lembar saham seri B senilai Rp250.000.

Komposisi kepemilikan sahamnya ditempatkan kepada PT Danantara Asset Management (DAM) selaku pemegang 99 lembar saham seri A (Rp24.750.000), sementara saham Seri B dipegang penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang kendali utama sebesar Rp250.000.

Saat ini pemegang saham mempercayakan posisi Direktur Utama kepada Luke Thomas Mahony, yang merupakan mantan Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Sementara posisi Komisaris Utama diisi oleh Harold Jonathan Dharma TJ, bankir investasi senior yang pernah menjabat Direktur Mandiri Sekuritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Intensif Bertemu MSCI dan FTSE, Bahas Status Pasar Modal Indonesia

BEI Intensif Bertemu MSCI dan FTSE, Bahas Status Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:47 WIB

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:58 WIB

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Dongkrak Ekonomi Lokal, SIG Tebar 292 Hewan Kurban di Momen Iduladha

Dongkrak Ekonomi Lokal, SIG Tebar 292 Hewan Kurban di Momen Iduladha

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:05 WIB

Perusahaan Raksasa Ramai 'Tinggalkan' AI Gegara Biaya Mahal, Kecerdasan Buatan Terancam?

Perusahaan Raksasa Ramai 'Tinggalkan' AI Gegara Biaya Mahal, Kecerdasan Buatan Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:59 WIB

BEI Intensif Bertemu MSCI dan FTSE, Bahas Status Pasar Modal Indonesia

BEI Intensif Bertemu MSCI dan FTSE, Bahas Status Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:47 WIB

Bank Mandiri Bukukan Kinerja Kinclong, Kredit dan Aset Tumbuh Double Digit

Bank Mandiri Bukukan Kinerja Kinclong, Kredit dan Aset Tumbuh Double Digit

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:40 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:20 WIB

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB