Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

M Nurhadi

Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
BRI Consumer Expo Jakarta 2026 (22/5/2026). (Suara.com/CNR ukirsari)
  • Saham BBRI anjlok 3,91 persen ke Rp 2.950 pada Jumat (29/5/2026) akibat aksi jual masif investor asing.
  • Tekanan jual terjadi saat rebalancing indeks MSCI, namun diimbangi aksi beli bersih investor domestik senilai Rp 738 miliar.
  • Meskipun harga saham turun, fundamental BBRI tetap kuat dengan pertumbuhan laba bersih 6 persen selama empat bulan 2026.

Suara.com - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (berkode emiten BBRI) babak belur di bursa saham domestik. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (29/5/2026), saham BUMN ini mengalami tekanan jual yang sangat masif, ditutup anjlok minus 3,91 persen dan terperosok ke level Rp 2.950 per lembar saham.

Penurunan tajam ini merupakan peristiwa bersejarah di pasar modal Indonesia, mengingat level harga penutupan tersebut merupakan titik terendah saham BBRI dalam kurun waktu lima tahun terakhir. 

Sepanjang sesi perdagangan hari itu, aktivitas transaksi saham Bank Rakyat Indonesia berlangsung sangat riuh. Volume perdagangan tercatat menembus angka 1,07 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Frekuensi transaksi mencapai 67.818 kali dengan total nilai perputaran uang atau turnover yang sangat fantastis, yakni sebesar Rp 3,19 triliun.

Tekanan berat yang menimpa pergerakan saham BBRI utamanya dipicu oleh derasnya arus modal keluar dari investor asing. Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) di saham BBRI hingga menyentuh angka Rp 738,04 miliar.

Tekanan jual ini terjadi bertepatan dengan momentum penyesuaian bobot indeks atau rebalancing MSCI (Morgan Stanley Capital International) yang mulai berlaku efektif tepat pada penutupan perdagangan Jumat kemarin.

Proses rebalancing ini memaksa banyak manajer investasi global untuk menyesuaikan portofolio mereka secara otomatis.

Namun, di tengah kepanikan dan eksodus modal asing tersebut, fenomena menarik justru ditunjukkan oleh para investor lokal. Mengutip data analitik dari aplikasi Stockbit Sekuritas, ketika dana asing mengalir deras keluar, investor domestik justru bertindak sebagai standby buyer dengan memborong saham yang sedang terkoreksi dalam ini.

Investor domestik tercatat membukukan nilai beli bersih (net buy) yang ekuivalen dengan nilai jual asing, yakni sebesar Rp 738 miliar.

Merujuk pada metrik penilaian dari Stockbit Sekuritas, rasio harga saham terhadap nilai buku perusahaan atau Price to Book Value (PBV) BBRI saat ini hanya berada di angka 1,32 kali. Angka ini terjerembap jauh di bawah standar deviasi minus dua (-2 SD) dari rata-rata PBV historis BBRI selama 10 tahun terakhir.

Kondisi serupa juga terlihat pada rasio harga saham terhadap laba bersih perusahaan, atau Price Earning Ratio (PER). Saat ini, PER BBRI bertengger di angka 7,64 kali.

Valuasi ini berada jauh di bawah level standar deviasi minus satu (-1 SD) rata-rata PER BBRI dalam satu dekade terakhir yang normalnya berada di kisaran 9,92 kali.

Meskipun harga sahamnya sedang diobral di pasar sekunder, kinerja fundamental Bank Rakyat Indonesia di sektor riil justru menunjukkan otot yang kuat.

Entitas induk bank (bank only) sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp 4 triliun khusus pada bulan April 2026. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan positif sebesar 3% secara tahunan (Year-on-Year/YoY), meski secara bulanan (Month-on-Month/MoM) terkoreksi tipis 2%.

Pencapaian impresif di awal kuartal kedua tersebut membuat akumulasi laba bersih bank only selama empat bulan pertama tahun 2026 (4M26) menembus angka Rp 15,9 triliun, atau tumbuh 6% YoY.

Realisasi laba ini setara dengan 27% dari estimasi laba bersih konsolidasi penuh untuk tahun 2026 (2026F consensus), sedikit lebih cepat dibandingkan realisasi periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di rasio 26%.

Pertumbuhan laba yang solid selama 4M26 ini ditopang oleh dua mesin utama: lonjakan Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) yang tumbuh 7% YoY, serta efisiensi beban bunga yang berhasil ditekan hingga minus 16% YoY.

Dari sisi ekspansi, penyaluran kredit secara keseluruhan tumbuh pesat 11% YoY, mengalahkan proyeksi panduan atau guidance manajemen yang sebelumnya mematok target pertumbuhan konservatif di rentang 7–9% YoY. Kualitas aset juga membaik, ditandai dengan penurunan biaya kredit (Cost of Credit/CoC) menjadi 3,2% pada 4M26 dibandingkan 3,5% pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam analisis Mandiri Sekuritas, di balik pertumbuhan laba bersih bank only sebesar 6% pada 4M26, BBRI mampu mencatatkan Return on Equity (ROE) yang sangat sehat di level 15,9%.

Ekspansi kredit dan marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) berpotensi menghadapi tekanan akibat tren kenaikan inflasi dan peningkatan risiko kredit secara sistemik.

Meski demikian, manajemen BBRI dinilai telah mengambil langkah preventif yang mumpuni. Komitmen perseroan dalam satu tahun terakhir untuk mempertebal himpunan dana murah melalui jaringan CASA (Current Account Saving Account), pengetatan standar penjaminan (underwriting), serta penguatan kerangka manajemen risiko, diyakini akan menjadi bantalan kuat yang memberikan ketahanan profitabilitas bagi bank sepanjang tahun buku 2026 (FY26).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya

Persib Bandung Buka Suara Terkait Sanksi FIFA, Ternyata Ini Penyebabnya

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:12 WIB

Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United

Resmi Berpisah, Ini Statistik Mentereng M Rahmat di Bali United

Bola | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:53 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:50 WIB

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:11 WIB

BRI Bersama Syailendra Capital Hadirkan Reksa Dana Syariah di BRImo, Return 4,99% - 7,58%

BRI Bersama Syailendra Capital Hadirkan Reksa Dana Syariah di BRImo, Return 4,99% - 7,58%

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 14:15 WIB

Terkini

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB